Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor saat melihat-lihat lowongan kerja yang dibutuhkan perusahaan pada kegiatan Job Fair (Dok: istimewa)
Penajam - Angka pengangguran di Penajam Paser Utara (PPU) meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, jumlah pengangguran pada Oktober 2025 mencapai 2.283 orang, sementara pada 2024 lalu hanya berjumlah 1,912 orang.
Tingginya angka pengangguran ini sempat mendapat perhatian dari Fraksi Gerindra yang meminta pemerintah daerah mencari solusi untuk mengentaskan permasalahan tersebut.
Kepala Disnakertrans PPU, Marjani mengungkap salah satu faktor tingginya angka pengangguran dikarenakan banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi, tapi belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Ada tenaga kerja yang belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan,” ucap Marjani, Selasa (2/12/2025).
Selain kompetensi yang belum sesuai, minimnya lowongan pekerjaan (loker) turut menjadi salah satu alasan angka pengangguran di PPU masih tinggi.
Marjani menyampaikan jumlah tenaga kerja baru terus bertambah setiap tahunnya, mengingat ribuan hingga puluhan ribu pelajar telah menyelesaikan studinya.
Kondisi ini membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, sementara jumlah loker yang tersedia belum sebanding untuk menampung seluruh pencari kerja di PPU.
“Ketika anak-anak SLTA baru lulus, maka angka pencari kerja akan bertambah dan itu terjadi setiap tahun,” terangnya.
Marjani menegaskan Disnakertrans terus berupaya menuntaskan permasalahan ini secara bertahap, mulai dari melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi hingga menggelar job fair.
“Tingginya angka pengangguran ini tentu menjadi perhatian kita, maka dari itu kita rutin melaksanakan pelatihan seperti Diksar, K3 umum dan lainnya agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor saat melihat-lihat lowongan kerja yang dibutuhkan perusahaan pada kegiatan Job Fair (Dok: istimewa)
Penajam - Angka pengangguran di Penajam Paser Utara (PPU) meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, jumlah pengangguran pada Oktober 2025 mencapai 2.283 orang, sementara pada 2024 lalu hanya berjumlah 1,912 orang.
Tingginya angka pengangguran ini sempat mendapat perhatian dari Fraksi Gerindra yang meminta pemerintah daerah mencari solusi untuk mengentaskan permasalahan tersebut.
Kepala Disnakertrans PPU, Marjani mengungkap salah satu faktor tingginya angka pengangguran dikarenakan banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi, tapi belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Ada tenaga kerja yang belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan,” ucap Marjani, Selasa (2/12/2025).
Selain kompetensi yang belum sesuai, minimnya lowongan pekerjaan (loker) turut menjadi salah satu alasan angka pengangguran di PPU masih tinggi.
Marjani menyampaikan jumlah tenaga kerja baru terus bertambah setiap tahunnya, mengingat ribuan hingga puluhan ribu pelajar telah menyelesaikan studinya.
Kondisi ini membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, sementara jumlah loker yang tersedia belum sebanding untuk menampung seluruh pencari kerja di PPU.
“Ketika anak-anak SLTA baru lulus, maka angka pencari kerja akan bertambah dan itu terjadi setiap tahun,” terangnya.
Marjani menegaskan Disnakertrans terus berupaya menuntaskan permasalahan ini secara bertahap, mulai dari melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi hingga menggelar job fair.
“Tingginya angka pengangguran ini tentu menjadi perhatian kita, maka dari itu kita rutin melaksanakan pelatihan seperti Diksar, K3 umum dan lainnya agar kompetensi tenaga kerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan,” tandasnya.
(Sf/Lo)