Seputar Kaltim

    Pengadaan Air Bersih Masih Jadi PR Pemkab Paser

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    30 Desember 2024 pukul 19:05 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Air bersih ternyata masih menjadi sumber kebutuhan yang belum secara merata untuk dapat dinikmati seluruh masyarakat di Kabupaten Paser.

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengaku pengadaan bahan baku air bersih masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang seyogianya dipengaruhi sejumlah faktor.

    Ini disampaikan dr Fahmi saat memaparkan pencapaian sembilan program prioritas Pemkab Paser di paripurna peringatan HUT ke-65 Paser, Senin (30/12/2024).

    Persoalan air bersih disebut masih menjadi masalah yang kompleks, mulai dari keluhan pelayanan, jangkauan dan kualitas air.

    “selain itu masih kekurangan tenaga-tenaga yang ahli dan kompeten baik dalam pengolahan, distribusi maupun management perkantoran,” kata dr Fahmi.

    Meski begitu, kondisi itu berangsur mengalami perubahan lewat upaya penyediaan air bersih dengan membangun jaringan perpipaan agar tersebar pada tiap wilayah di Paser yang terdiri dari 10 kecamatan.

    “Terkait penyediaan air bersih, tahun ini dialokasikan Rp90 miliar untuk pembangunan SPAM jaringan perpipaan dikawasan pedesaan,” ungkapnya.

    Ia menyebut dalam kurun waktu tiga tahun pada 2021 hingga 2023, pengadaan perluasan jaringan perpipaan telah mencapai dengan panjang 177.934,76 meter, dengan total 492 sambungan rumah.

    Pemkab Paser turut melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta untuk membangun Water Treatment Plant (WTP) yang bisa menyuplai air bersih di lima desa.

    “Kami telah melakukan upaya, diantaranya bekerjasama dengan PT Kideco Jaya Agung untuk membangun WTP melalui CSR,” tuturnya.

    Upaya lainnya yang dilakukan dengan melakukan studi dan penjajakan kerjasama ke daerah dan pihak ketiga yang dianggap telah berhasil dalam mengelola air bersih.

    “Kami difasilitasi oleh Direktur Jenderal Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, sampai ditemukan pola yang tepat dan dapat mengatasi permasalahan ini dalam jangka waktu panjang,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pengadaan Air Bersih Masih Jadi PR Pemkab Paser

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    30 Desember 2024 pukul 19:05 WITA

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)

    Tanah Grogot - Air bersih ternyata masih menjadi sumber kebutuhan yang belum secara merata untuk dapat dinikmati seluruh masyarakat di Kabupaten Paser.

    Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengaku pengadaan bahan baku air bersih masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang seyogianya dipengaruhi sejumlah faktor.

    Ini disampaikan dr Fahmi saat memaparkan pencapaian sembilan program prioritas Pemkab Paser di paripurna peringatan HUT ke-65 Paser, Senin (30/12/2024).

    Persoalan air bersih disebut masih menjadi masalah yang kompleks, mulai dari keluhan pelayanan, jangkauan dan kualitas air.

    “selain itu masih kekurangan tenaga-tenaga yang ahli dan kompeten baik dalam pengolahan, distribusi maupun management perkantoran,” kata dr Fahmi.

    Meski begitu, kondisi itu berangsur mengalami perubahan lewat upaya penyediaan air bersih dengan membangun jaringan perpipaan agar tersebar pada tiap wilayah di Paser yang terdiri dari 10 kecamatan.

    “Terkait penyediaan air bersih, tahun ini dialokasikan Rp90 miliar untuk pembangunan SPAM jaringan perpipaan dikawasan pedesaan,” ungkapnya.

    Ia menyebut dalam kurun waktu tiga tahun pada 2021 hingga 2023, pengadaan perluasan jaringan perpipaan telah mencapai dengan panjang 177.934,76 meter, dengan total 492 sambungan rumah.

    Pemkab Paser turut melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta untuk membangun Water Treatment Plant (WTP) yang bisa menyuplai air bersih di lima desa.

    “Kami telah melakukan upaya, diantaranya bekerjasama dengan PT Kideco Jaya Agung untuk membangun WTP melalui CSR,” tuturnya.

    Upaya lainnya yang dilakukan dengan melakukan studi dan penjajakan kerjasama ke daerah dan pihak ketiga yang dianggap telah berhasil dalam mengelola air bersih.

    “Kami difasilitasi oleh Direktur Jenderal Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, sampai ditemukan pola yang tepat dan dapat mengatasi permasalahan ini dalam jangka waktu panjang,” tandasnya.

    (Sf/By)