Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan salurkan zakat pada 4.000 keluarga fakir miskin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan meningkatkan skala penyaluran zakat pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sebanyak 4.000 keluarga fakir miskin dan warga tidak berdaya akan menerima bantuan tunai dengan total nilai mencapai Rp2 miliar.
Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rasyid Bustomi menyebut setiap mustahik akan menerima bantuan Rp500 ribu. Jumlah penerima dan nilai bantuan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding Ramadan sebelumnya.
“Total penerima kami tingkatkan menjadi 4.000 keluarga. Ini bagian dari upaya optimalisasi dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas,” ucap Abdul Rasyid saat dihubungi media, Minggu (15/2/2026).
Pada Ramadan tahun lalu, BAZNAS Balikpapan menyalurkan Rp1 miliar kepada 2.000 mustahik. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat serta pengelolaan zakat yang semakin efektif.
Penyaluran bantuan akan menjangkau seluruh kelurahan di enam kecamatan se-Balikpapan. BAZNAS memprioritaskan kelompok masyarakat paling rentan, termasuk fakir miskin dan warga yang sudah tidak memiliki penopang ekonomi keluarga.
“Pendataan kami lakukan hingga tingkat paling bawah. Ada warga lanjut usia yang secara administrasi masih punya keluarga, tetapi dalam praktiknya sudah tidak mendapat perhatian. Mereka inilah yang menjadi prioritas,” terangnya.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, BAZNAS menggandeng kelurahan, kecamatan dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam proses verifikasi data penerima. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyaluran bantuan Ramadan 2026 akan dilakukan secara non-tunai.
Dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening penerima, meskipun kegiatan penyaluran tetap dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
“Sistem transfer kami terapkan agar lebih tertib dan efisien, sekaligus menghindari antrean panjang,” paparnya.
BAZNAS memilih bantuan tunai karena dinilai lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima, terutama di tengah banyaknya bantuan sembako yang beredar saat Ramadan.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi warga dan memberi ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa hingga Idulfitri,” tuturnya.
Selain itu, Rasyid mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan ZIS melalui BAZNAS agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Balikpapan.
“Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula warga yang bisa kita bantu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan salurkan zakat pada 4.000 keluarga fakir miskin. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan meningkatkan skala penyaluran zakat pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sebanyak 4.000 keluarga fakir miskin dan warga tidak berdaya akan menerima bantuan tunai dengan total nilai mencapai Rp2 miliar.
Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rasyid Bustomi menyebut setiap mustahik akan menerima bantuan Rp500 ribu. Jumlah penerima dan nilai bantuan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding Ramadan sebelumnya.
“Total penerima kami tingkatkan menjadi 4.000 keluarga. Ini bagian dari upaya optimalisasi dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas,” ucap Abdul Rasyid saat dihubungi media, Minggu (15/2/2026).
Pada Ramadan tahun lalu, BAZNAS Balikpapan menyalurkan Rp1 miliar kepada 2.000 mustahik. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat serta pengelolaan zakat yang semakin efektif.
Penyaluran bantuan akan menjangkau seluruh kelurahan di enam kecamatan se-Balikpapan. BAZNAS memprioritaskan kelompok masyarakat paling rentan, termasuk fakir miskin dan warga yang sudah tidak memiliki penopang ekonomi keluarga.
“Pendataan kami lakukan hingga tingkat paling bawah. Ada warga lanjut usia yang secara administrasi masih punya keluarga, tetapi dalam praktiknya sudah tidak mendapat perhatian. Mereka inilah yang menjadi prioritas,” terangnya.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, BAZNAS menggandeng kelurahan, kecamatan dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dalam proses verifikasi data penerima. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyaluran bantuan Ramadan 2026 akan dilakukan secara non-tunai.
Dana bantuan akan ditransfer langsung ke rekening penerima, meskipun kegiatan penyaluran tetap dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
“Sistem transfer kami terapkan agar lebih tertib dan efisien, sekaligus menghindari antrean panjang,” paparnya.
BAZNAS memilih bantuan tunai karena dinilai lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima, terutama di tengah banyaknya bantuan sembako yang beredar saat Ramadan.
“Kami berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi warga dan memberi ketenangan dalam menjalankan ibadah puasa hingga Idulfitri,” tuturnya.
Selain itu, Rasyid mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan ZIS melalui BAZNAS agar manfaatnya semakin luas dirasakan warga Balikpapan.
“Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin banyak pula warga yang bisa kita bantu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)