Seputar Kaltim

    Penerbangan dari Balikpapan ke Banjarmasin Terdampak Asap, Delay hingga 3 Jam

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2026 pukul 11:17 WITA

    Penerbangan dari Banjarmasin dan Pontianak menuju Balikpapan terdampak keterlambatan akibat cuaca dan jarak pandang. (Foto : dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami keterlambatan dalam beberapa hari terakhir. Rute Balikpapan-Banjarmasin menjadi salah satu penerbangan yang terdampak dengan keterlambatan mencapai tiga jam.

    General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar mengatakan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kondisi jarak pandang di Balikpapan. Gangguan terjadi karena pesawat yang akan digunakan untuk penerbangan dari Balikpapan terlambat tiba dari bandara tujuan.

    “Untuk Balikpapan-Banjarmasin, karena penerbangannya di pagi hari, sudah dua sampai tiga hari ini mengalami delay kurang lebih satu sampai dengan tiga jam,” ucap Iwan kepada media, Minggu (30/8/2026).

    Menurut dia, pesawat yang seharusnya melayani penerbangan dari Balikpapan harus menunggu kedatangan dari Banjarmasin. Penerbangan dari Banjarmasin sebelumnya mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang di wilayah tersebut.

    “Akibatnya bukan dari Balikpapan, tapi kami menunggu pesawat yang dari Banjarmasin ke Balikpapan,” ujarnya.

    Gangguan serupa terjadi pada penerbangan rute Pontianak-Balikpapan. Pada Rabu (26/8/2026), penerbangan dari Pontianak menuju Balikpapan terlambat hampir empat jam.

    Iwan menyebut keterlambatan tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di Pontianak.

    “Pontianak sempat delay kurang lebih hampir tiga sampai dengan empat jam. Lagi-lagi karena memang kondisi cuaca yang ada di Pontianak,” jelasnya.

    Keterlambatan dari bandara asal kemudian berdampak pada penerbangan berikutnya. Pesawat yang seharusnya melayani rute dari Balikpapan belum dapat berangkat, karena masih menunggu kedatangan pesawat dari daerah sebelumnya.

    Meski sejumlah rute mengalami keterlambatan, Iwan memastikan kondisi operasional di Bandara SAMS Sepinggan masih berjalan normal.

    Kondisi jarak pandang di Balikpapan juga masih memenuhi batas minimal keselamatan penerbangan dan belum terdampak kabut asap.

    “Untuk visibility atau jarak pandang di Balikpapan saat ini alhamdulillah tidak berpengaruh oleh kabut asap. Kami masih sesuai dengan batas minimal jarak pandang,” imbuhnya.

    Saat ini terdapat dua penerbangan langsung dari Balikpapan menuju Banjarmasin yang dilayani Citilink dan Wings Air. Sementara rute Balikpapan-Pontianak memiliki satu penerbangan langsung yang dilayani Batik Air.

    “Sementaran untuk penerbangan menuju Berau masih berlangsung normal,” akunya.

    Dengan demikian, keterlambatan sejumlah penerbangan dari Balikpapan lebih banyak merupakan dampak lanjutan dari gangguan cuaca dan jarak pandang di bandara lain. Kondisi tersebut terutama terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan yang terdampak karhutla.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Penerbangan dari Balikpapan ke Banjarmasin Terdampak Asap, Delay hingga 3 Jam

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Agustus 2026 pukul 11:17 WITA

    Penerbangan dari Banjarmasin dan Pontianak menuju Balikpapan terdampak keterlambatan akibat cuaca dan jarak pandang. (Foto : dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengalami keterlambatan dalam beberapa hari terakhir. Rute Balikpapan-Banjarmasin menjadi salah satu penerbangan yang terdampak dengan keterlambatan mencapai tiga jam.

    General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar mengatakan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kondisi jarak pandang di Balikpapan. Gangguan terjadi karena pesawat yang akan digunakan untuk penerbangan dari Balikpapan terlambat tiba dari bandara tujuan.

    “Untuk Balikpapan-Banjarmasin, karena penerbangannya di pagi hari, sudah dua sampai tiga hari ini mengalami delay kurang lebih satu sampai dengan tiga jam,” ucap Iwan kepada media, Minggu (30/8/2026).

    Menurut dia, pesawat yang seharusnya melayani penerbangan dari Balikpapan harus menunggu kedatangan dari Banjarmasin. Penerbangan dari Banjarmasin sebelumnya mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang di wilayah tersebut.

    “Akibatnya bukan dari Balikpapan, tapi kami menunggu pesawat yang dari Banjarmasin ke Balikpapan,” ujarnya.

    Gangguan serupa terjadi pada penerbangan rute Pontianak-Balikpapan. Pada Rabu (26/8/2026), penerbangan dari Pontianak menuju Balikpapan terlambat hampir empat jam.

    Iwan menyebut keterlambatan tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di Pontianak.

    “Pontianak sempat delay kurang lebih hampir tiga sampai dengan empat jam. Lagi-lagi karena memang kondisi cuaca yang ada di Pontianak,” jelasnya.

    Keterlambatan dari bandara asal kemudian berdampak pada penerbangan berikutnya. Pesawat yang seharusnya melayani rute dari Balikpapan belum dapat berangkat, karena masih menunggu kedatangan pesawat dari daerah sebelumnya.

    Meski sejumlah rute mengalami keterlambatan, Iwan memastikan kondisi operasional di Bandara SAMS Sepinggan masih berjalan normal.

    Kondisi jarak pandang di Balikpapan juga masih memenuhi batas minimal keselamatan penerbangan dan belum terdampak kabut asap.

    “Untuk visibility atau jarak pandang di Balikpapan saat ini alhamdulillah tidak berpengaruh oleh kabut asap. Kami masih sesuai dengan batas minimal jarak pandang,” imbuhnya.

    Saat ini terdapat dua penerbangan langsung dari Balikpapan menuju Banjarmasin yang dilayani Citilink dan Wings Air. Sementara rute Balikpapan-Pontianak memiliki satu penerbangan langsung yang dilayani Batik Air.

    “Sementaran untuk penerbangan menuju Berau masih berlangsung normal,” akunya.

    Dengan demikian, keterlambatan sejumlah penerbangan dari Balikpapan lebih banyak merupakan dampak lanjutan dari gangguan cuaca dan jarak pandang di bandara lain. Kondisi tersebut terutama terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan yang terdampak karhutla.

    (Sf/Rs)