Cari disini...
Seputar Kaltim
Sosialisasi program Klik Patuh di Paser. (dok. Prokopim Paser)
Tanah Grogot - Penerapan program pemberdayaan peran kepala keluarga atau disebut dengan program Klik Patuh diharap dapat berjalan efektif, terutama untuk warga kurang mampu.
Program yang diinsiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Paser itu mulai diterapkan di Kabupaten Paser dalam upaya peningkatan pemberdayaan peran perempuan sebagai kepala keluarga.
Penjabat sementra (Pjs) Bupati Paser, Syirajudin menuturkan bahwa program itu syogianya dapat menjadi wadah konsultasi untuk masyarakat, khsusnya bagi warga kurang mampu.
"Saya harap program ini dapat menjembatani dan menjadi layanan konsultasi bagi masyarakat khususnya dari golongan keluarga yang kurang mampu dari berbagai desa," kata Syirajudin di Tanah Grogot.
Program Klik Patuh yang baru pertama diterapkan di daerah, khsusnya Kalimantan Timur (Kaltim) itu bila berjalan efektif dapat menjadi pemantik untuk mendapat pengakuan atas komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan perempuan.
Untuk itu, program Klik Patuh juga menandakan langkah awal pemerintah daerah untuk mencapai Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) 2024.
"Untuk penilaian PPE saya meminta kepada Dinas P2KBP3A agar mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sosialisasi program Klik Patuh di Paser. (dok. Prokopim Paser)
Tanah Grogot - Penerapan program pemberdayaan peran kepala keluarga atau disebut dengan program Klik Patuh diharap dapat berjalan efektif, terutama untuk warga kurang mampu.
Program yang diinsiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Paser itu mulai diterapkan di Kabupaten Paser dalam upaya peningkatan pemberdayaan peran perempuan sebagai kepala keluarga.
Penjabat sementra (Pjs) Bupati Paser, Syirajudin menuturkan bahwa program itu syogianya dapat menjadi wadah konsultasi untuk masyarakat, khsusnya bagi warga kurang mampu.
"Saya harap program ini dapat menjembatani dan menjadi layanan konsultasi bagi masyarakat khususnya dari golongan keluarga yang kurang mampu dari berbagai desa," kata Syirajudin di Tanah Grogot.
Program Klik Patuh yang baru pertama diterapkan di daerah, khsusnya Kalimantan Timur (Kaltim) itu bila berjalan efektif dapat menjadi pemantik untuk mendapat pengakuan atas komitmen pemerintah daerah terhadap pemberdayaan perempuan.
Untuk itu, program Klik Patuh juga menandakan langkah awal pemerintah daerah untuk mencapai Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) 2024.
"Untuk penilaian PPE saya meminta kepada Dinas P2KBP3A agar mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan," tandasnya.
(Sf/Rs)