Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Warga dan petugas saat menangani bayi laki-laki yang ditemukan di teras rumah kosong di Desa Mata Air, Kaubun, Kutai Timur. (foto : Polres Kutim)
Sangatta - Warga Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki yang diduga baru berusia satu hari, Jumat (23/1/2026) siang.
Bayi tersebut ditemukan di teras sebuah rumah kosong dalam kondisi selamat. Bayi pertama kali ditemukan setelah dua warga, Siti Saidah dan Marjun dihentikan seorang pria tak dikenal saat pulang dari Kantor Desa sekitar pukul 11.30 WITA.
Pria yang mengendarai sepeda motor trail hitam tanpa pelat nomor itu memberi tahu ada bayi di rumah kosong dan meminta mereka ikut melihat.
Saat tiba di lokasi, keduanya mendapati seorang bayi laki-laki terbaring di teras rumah kosong milik warga bernama Lober, yang berada di Jalan Meranti RT 001/001. Bayi itu terbungkus jaket hitam dan tidak ada orang dewasa di sekitar lokasi.
Siti dan Marjun segera membawa bayi itu ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Mata Air untuk diperiksa tenaga kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 45,5 Cm dan berat 2.600 gram. Usianya diperkirakan sekitar satu hari dan kondisinya sehat.
Kapolsek Kaliorang, AKP Damianus Jelatu membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi penemuan.
“Kami telah mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, serta meminta keterangan dari para saksi. Saat ini kami juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak puskesmas, serta mengumpulkan informasi dari warga sekitar untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini,” ujar AKP Damianus.
Untuk sementara, bayi dirawat oleh tenaga kesehatan di Pustu Desa Mata Air sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
AKP Damianus mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada kepolisian terdekat.
“Kami berharap masyarakat bisa membantu memberikan informasi. Kasus ini akan kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Warga dan petugas saat menangani bayi laki-laki yang ditemukan di teras rumah kosong di Desa Mata Air, Kaubun, Kutai Timur. (foto : Polres Kutim)
Sangatta - Warga Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki yang diduga baru berusia satu hari, Jumat (23/1/2026) siang.
Bayi tersebut ditemukan di teras sebuah rumah kosong dalam kondisi selamat. Bayi pertama kali ditemukan setelah dua warga, Siti Saidah dan Marjun dihentikan seorang pria tak dikenal saat pulang dari Kantor Desa sekitar pukul 11.30 WITA.
Pria yang mengendarai sepeda motor trail hitam tanpa pelat nomor itu memberi tahu ada bayi di rumah kosong dan meminta mereka ikut melihat.
Saat tiba di lokasi, keduanya mendapati seorang bayi laki-laki terbaring di teras rumah kosong milik warga bernama Lober, yang berada di Jalan Meranti RT 001/001. Bayi itu terbungkus jaket hitam dan tidak ada orang dewasa di sekitar lokasi.
Siti dan Marjun segera membawa bayi itu ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Mata Air untuk diperiksa tenaga kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang sekitar 45,5 Cm dan berat 2.600 gram. Usianya diperkirakan sekitar satu hari dan kondisinya sehat.
Kapolsek Kaliorang, AKP Damianus Jelatu membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi penemuan.
“Kami telah mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, serta meminta keterangan dari para saksi. Saat ini kami juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak puskesmas, serta mengumpulkan informasi dari warga sekitar untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini,” ujar AKP Damianus.
Untuk sementara, bayi dirawat oleh tenaga kesehatan di Pustu Desa Mata Air sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
AKP Damianus mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada kepolisian terdekat.
“Kami berharap masyarakat bisa membantu memberikan informasi. Kasus ini akan kami tangani sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tutupnya.
(Sf/Lo)