Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat penyerahan ijazah secara simbolis kepada tiga orang perwakilan bagi para lulusan pada tahun ajaran 2024/2025, usai upacara HUT ke-80 RI. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Meski tengah menjalani masa hukuman, ratusan warga binaan di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah padam. Sebanyak 107 warga binaan pemasyarakatan (WBP) tercatat telah menuntaskan pendidikan melalui program kejar paket, berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek Prestasi.
Program kejar paket ini pun memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, melalui Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin menyampaikan berdasarkan data tercatat, pada tahun ajaran 2023/2024, ada 11 WBP lulus Paket A, 15 lulus Paket B, dan 21 lulus Paket C. Kemudian, di tahun ajaran 2024/2025, sebanyak 20 WBP berhasil lulus Paket A, 21 lulus Paket B, dan 19 lulus Paket C.
"Saat ini, untuk tahun ajaran 2025/2026 juga ada, masing-masing 10 warga binaan tengah mengikuti proses pembelajaran untuk ketiga jenjang tersebut," ujar Yudhi.
Ia juga menyebutkan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus pembinaan yang diberikan kepada para warga binaan. Sebab, ia menilai bahwa Pendidikan merupakan salah satu cara terbaik dalam pembinaan. Sehingga dirinya pun menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah.
"Ini hasil kolaborasi antara rutan, PKBM, dan dukungan penuh dari Disdik Berau serta pemerintah daerah," tungkasnya.
Terpisah, Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa program kejar paket bagi warga binaan adalah langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah. Menurutnya, pendidikan adalah hak inklusif yang harus diberikan kepada siapa pun, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
"Sebenarnya kami memang menjalin kerja sama dengan rutan untuk program kejar paket, baik Paket A, B, maupun C. Jadi bukan hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga warga binaan," ujar Mardiatul.
Dirinya pun menyampaikan bahwa proses pembelajaran dilakukan melalui PKBM yang telah ditunjuk dan disesuaikan dengan kondisi rutan, agar tetap bisa dilaksanakan secara optimal.
Sebagai bentuk apresiasi, penyerahan ijazah secara simbolis kepada tiga orang perwakilan bagi para lulusan pada tahun ajaran ini. Penyerahan tersebut pun dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat usai upacara HUT ke-80 RI. Program ini pun menjadi bukti bahwa tembok rutan tidak membatasi akses terhadap pendidikan.
"Penyerahan ijazah secara simbolis ini adalah bentuk penghargaan terhadap kesungguhan mereka. Kami harap ini menjadi bekal berharga untuk membangun masa depan ketika mereka kembali ke masyarakat," tandasnya.
Mardiatul pun menegaskan bahwa program ini pun menjadi bukti bahwa tembok rutan tidak membatasi akses terhadap pendidikan. Sehingga, dirinya pun berharap, ijazah yang diperoleh tidak hanya menjadi bukti kelulusan, tetapi juga bekal penting bagi warga binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat penyerahan ijazah secara simbolis kepada tiga orang perwakilan bagi para lulusan pada tahun ajaran 2024/2025, usai upacara HUT ke-80 RI. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Meski tengah menjalani masa hukuman, ratusan warga binaan di Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb membuktikan bahwa semangat belajar tidak pernah padam. Sebanyak 107 warga binaan pemasyarakatan (WBP) tercatat telah menuntaskan pendidikan melalui program kejar paket, berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek Prestasi.
Program kejar paket ini pun memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, melalui Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA).
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin menyampaikan berdasarkan data tercatat, pada tahun ajaran 2023/2024, ada 11 WBP lulus Paket A, 15 lulus Paket B, dan 21 lulus Paket C. Kemudian, di tahun ajaran 2024/2025, sebanyak 20 WBP berhasil lulus Paket A, 21 lulus Paket B, dan 19 lulus Paket C.
"Saat ini, untuk tahun ajaran 2025/2026 juga ada, masing-masing 10 warga binaan tengah mengikuti proses pembelajaran untuk ketiga jenjang tersebut," ujar Yudhi.
Ia juga menyebutkan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus pembinaan yang diberikan kepada para warga binaan. Sebab, ia menilai bahwa Pendidikan merupakan salah satu cara terbaik dalam pembinaan. Sehingga dirinya pun menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah.
"Ini hasil kolaborasi antara rutan, PKBM, dan dukungan penuh dari Disdik Berau serta pemerintah daerah," tungkasnya.
Terpisah, Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan bahwa program kejar paket bagi warga binaan adalah langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah. Menurutnya, pendidikan adalah hak inklusif yang harus diberikan kepada siapa pun, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
"Sebenarnya kami memang menjalin kerja sama dengan rutan untuk program kejar paket, baik Paket A, B, maupun C. Jadi bukan hanya menyasar masyarakat umum, tapi juga warga binaan," ujar Mardiatul.
Dirinya pun menyampaikan bahwa proses pembelajaran dilakukan melalui PKBM yang telah ditunjuk dan disesuaikan dengan kondisi rutan, agar tetap bisa dilaksanakan secara optimal.
Sebagai bentuk apresiasi, penyerahan ijazah secara simbolis kepada tiga orang perwakilan bagi para lulusan pada tahun ajaran ini. Penyerahan tersebut pun dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, saat usai upacara HUT ke-80 RI. Program ini pun menjadi bukti bahwa tembok rutan tidak membatasi akses terhadap pendidikan.
"Penyerahan ijazah secara simbolis ini adalah bentuk penghargaan terhadap kesungguhan mereka. Kami harap ini menjadi bekal berharga untuk membangun masa depan ketika mereka kembali ke masyarakat," tandasnya.
Mardiatul pun menegaskan bahwa program ini pun menjadi bukti bahwa tembok rutan tidak membatasi akses terhadap pendidikan. Sehingga, dirinya pun berharap, ijazah yang diperoleh tidak hanya menjadi bukti kelulusan, tetapi juga bekal penting bagi warga binaan dalam membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
(Sf/Rs)