Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat memberikan tanda kepada siswa Sekoah Rakyat yang resmi dibuka. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kabar gembira bagi anak-anak kurang mampu di Kalimantan Timur. Program unggulan Sekolah Rakyat Tahap I-C resmi beroperasi, ditandai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks SMA Negeri 16 Samarinda.
Program ini menjadi komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan kesetaraan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menjamin seluruh fasilitas dan kebutuhan pelajar terpenuhi. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, atas terealisasinya program ini.
"Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Kementerian Sosial yang telah melaksanakan program Sekolah Rakyat ini," kata Rudy Mas'ud.
Menurut Rudy, pendidikan adalah modal dasar untuk membangun daerah. Sektor ini adalah cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kemudahan hidup bagi masyarakat.
Asrama Siap dan Seluruh Kebutuhan Siswa Ditanggung Pemerintah.
Sekolah Rakyat ini berlokasi sementara di Jalan Perjuangan, Sempaja, Samarinda Utara, menggunakan bangunan dan asrama milik SMAN 16 Samarinda. MPLS sendiri dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pada Selasa, 30 September 2025.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, memastikan semua sarana dan prasarana sudah siap 100 persen.
"Semua sarana dan prasarana sudah siap, mulai dari gedung asrama, peralatan kelas, hingga lapangan serta dapur," ujar Rasyidi.
Total pelajar yang diterima pada tahap awal ini mencapai 21 siswa tingkat SD dan 25 siswa tingkat SMA, yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Kaltim. Seluruh siswa akan menjalani pendidikan dengan sistem asrama penuh.
Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan fasilitas sekolah sangat siap dan luar biasa. Ia menyebut, seluruh kebutuhan hidup siswa, mulai dari akomodasi, makan, hingga seragam, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Dinsos Kaltim sendiri masih berupaya untuk memaksimalkan perekrutan siswa tambahan.
Fokus Bentuk Karakter dan Wali Asuh Gantikan Peran Orang Tua
Lebih dari sekadar akademik, tujuan utama sistem asrama ini adalah membentuk karakter dan melatih kemandirian siswa sejak dini. Tenaga pendidik Sekolah Rakyat pun diambil dari guru-guru profesional untuk memastikan anak-anak tidak hanya unggul ilmu, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Pemprov Kaltim telah merancang solusi untuk mengatasi tantangan psikologis siswa yang jauh dari keluarga dengan sistem pendampingan intensif. Dalam sistem ini, satu orang wali asuh akan fokus membawahi dan menjadi pengganti orang tua bagi 10 siswa.
"Keberhasilan mengatasi tantangan psikologis ini menjadi kunci agar tujuan utama program, yaitu membuat siswa dapat fokus belajar untuk memutus mata rantai kemiskinan, dapat tercapai secara optimal," jelas Achmad Rasyidi.
Selain fasilitas sekolah, Pemprov juga berupaya mengoneksikan kawasan sekolah ke area GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda. Ini agar anak-anak bisa berolahraga dan beraktivitas di luar ruangan.
Rudy Mas'ud menambahkan, jika kapasitas pelajar bertambah, asrama di kawasan Dispora Kaltim juga bisa dikoordinasikan untuk menampung siswa.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat memberikan tanda kepada siswa Sekoah Rakyat yang resmi dibuka. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kabar gembira bagi anak-anak kurang mampu di Kalimantan Timur. Program unggulan Sekolah Rakyat Tahap I-C resmi beroperasi, ditandai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di kompleks SMA Negeri 16 Samarinda.
Program ini menjadi komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan kesetaraan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menjamin seluruh fasilitas dan kebutuhan pelajar terpenuhi. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, atas terealisasinya program ini.
"Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Kementerian Sosial yang telah melaksanakan program Sekolah Rakyat ini," kata Rudy Mas'ud.
Menurut Rudy, pendidikan adalah modal dasar untuk membangun daerah. Sektor ini adalah cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kemudahan hidup bagi masyarakat.
Asrama Siap dan Seluruh Kebutuhan Siswa Ditanggung Pemerintah.
Sekolah Rakyat ini berlokasi sementara di Jalan Perjuangan, Sempaja, Samarinda Utara, menggunakan bangunan dan asrama milik SMAN 16 Samarinda. MPLS sendiri dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pada Selasa, 30 September 2025.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, memastikan semua sarana dan prasarana sudah siap 100 persen.
"Semua sarana dan prasarana sudah siap, mulai dari gedung asrama, peralatan kelas, hingga lapangan serta dapur," ujar Rasyidi.
Total pelajar yang diterima pada tahap awal ini mencapai 21 siswa tingkat SD dan 25 siswa tingkat SMA, yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Kaltim. Seluruh siswa akan menjalani pendidikan dengan sistem asrama penuh.
Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan fasilitas sekolah sangat siap dan luar biasa. Ia menyebut, seluruh kebutuhan hidup siswa, mulai dari akomodasi, makan, hingga seragam, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Dinsos Kaltim sendiri masih berupaya untuk memaksimalkan perekrutan siswa tambahan.
Fokus Bentuk Karakter dan Wali Asuh Gantikan Peran Orang Tua
Lebih dari sekadar akademik, tujuan utama sistem asrama ini adalah membentuk karakter dan melatih kemandirian siswa sejak dini. Tenaga pendidik Sekolah Rakyat pun diambil dari guru-guru profesional untuk memastikan anak-anak tidak hanya unggul ilmu, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
Pemprov Kaltim telah merancang solusi untuk mengatasi tantangan psikologis siswa yang jauh dari keluarga dengan sistem pendampingan intensif. Dalam sistem ini, satu orang wali asuh akan fokus membawahi dan menjadi pengganti orang tua bagi 10 siswa.
"Keberhasilan mengatasi tantangan psikologis ini menjadi kunci agar tujuan utama program, yaitu membuat siswa dapat fokus belajar untuk memutus mata rantai kemiskinan, dapat tercapai secara optimal," jelas Achmad Rasyidi.
Selain fasilitas sekolah, Pemprov juga berupaya mengoneksikan kawasan sekolah ke area GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda. Ini agar anak-anak bisa berolahraga dan beraktivitas di luar ruangan.
Rudy Mas'ud menambahkan, jika kapasitas pelajar bertambah, asrama di kawasan Dispora Kaltim juga bisa dikoordinasikan untuk menampung siswa.
(Sf/Rs)