Cari disini...
Seputar Kaltim
Bunda PAUD Kutai Timur (Kutim) Siti Robiah, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bunda PAUD Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah meminta guru dan orang tua memperkuat pendampingan terhadap anak melalui pembinaan mental, spiritual, hingga edukasi perlindungan diri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Sebagai bagian dari pendampingan tersebut, ia menilai guru dan orang tua perlu mengenalkan kepada anak bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain sebagai bentuk edukasi perlindungan diri.
"Anak-anak harus dikenalkan bagaimana bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain dan mana yang tidak boleh, sehingga mereka paham menjaga kehormatan dan keselamatan dirinya," ujar Robiah saat kegiatan MPLS Ramah di SD Negeri 006 Sangatta.
Selain edukasi perlindungan diri, ia juga meminta guru dan orang tua mengawal tumbuh kembang anak, baik dari aspek motorik, mental, maupun spiritual sebagai bagian dari pendampingan tumbuh kembang anak.
Bunda PAUD juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap perkembangan anak di rumah. Menurutnya, anak menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dibandingkan di sekolah, sehingga pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada tenaga pendidik.
"Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab sekolah saja. Sebagian besar waktu anak ada di rumah, sehingga orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi tumbuh kembang mereka," katanya.
Di sisi lain, Robiah mendorong sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan dengan tetap menghormati hak-hak anak.
Bunda PAUD juga mengajak orang tua dan sekolah terus membangun komunikasi agar perkembangan anak dapat dipantau bersama. Dengan sinergi tersebut, pendidikan di rumah dan di sekolah diharapkan saling melengkapi dalam membentuk anak yang berkarakter dan mampu menjaga dirinya sejak usia dini.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bunda PAUD Kutai Timur (Kutim) Siti Robiah, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bunda PAUD Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah meminta guru dan orang tua memperkuat pendampingan terhadap anak melalui pembinaan mental, spiritual, hingga edukasi perlindungan diri.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Sebagai bagian dari pendampingan tersebut, ia menilai guru dan orang tua perlu mengenalkan kepada anak bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain sebagai bentuk edukasi perlindungan diri.
"Anak-anak harus dikenalkan bagaimana bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain dan mana yang tidak boleh, sehingga mereka paham menjaga kehormatan dan keselamatan dirinya," ujar Robiah saat kegiatan MPLS Ramah di SD Negeri 006 Sangatta.
Selain edukasi perlindungan diri, ia juga meminta guru dan orang tua mengawal tumbuh kembang anak, baik dari aspek motorik, mental, maupun spiritual sebagai bagian dari pendampingan tumbuh kembang anak.
Bunda PAUD juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap perkembangan anak di rumah. Menurutnya, anak menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dibandingkan di sekolah, sehingga pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada tenaga pendidik.
"Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab sekolah saja. Sebagian besar waktu anak ada di rumah, sehingga orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi tumbuh kembang mereka," katanya.
Di sisi lain, Robiah mendorong sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan dengan tetap menghormati hak-hak anak.
Bunda PAUD juga mengajak orang tua dan sekolah terus membangun komunikasi agar perkembangan anak dapat dipantau bersama. Dengan sinergi tersebut, pendidikan di rumah dan di sekolah diharapkan saling melengkapi dalam membentuk anak yang berkarakter dan mampu menjaga dirinya sejak usia dini.
(Sf/Lo)