Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Freepik)
Tenggarong - Kasus pencurian hewan ternak marak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Seekor sapi milik warga Kecamatan Sangasanga hilang digondol maling beberapa waktu lalu. "Kita dapat laporan kalau sapi warga RT 3 hilang jadi sasaran aksi pencurian," kata Kapolsek Sangasanga, AKP Muhamad Zulhijah, Selasa (8/4/2025).
Saat mendapatkan laporan dari warga, Zulhijah langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan awal.
Ia menjelaskan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari sejumlah saksi.
Sementara, pihaknya juga tengah mengintensifkan upaya penyelidikan dan telah berkoordinasi dengan perangkat kelurahan untuk memperluas informasi terkait kasus ini.
“Kasus pencurian sapi ini bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami akan terus mengungkap kasus ini secepatnya,” ujarnya.
Kata dia, kasus pencurian hewan ternak serupa sering terjadi. Kemungkinan terburuk, maling tersebut dapat membahayakan pemiliknya demi mendapatkan target curiannya.
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing, serta tidak segan memberikan informasi kepada polisi jika memiliki petunjuk terkait keberadaan pelaku.
Maraknya pencurian hewan ternak di wilayah ini menjadi perhatian serius oleh aparat penegak hukum. "Dalam beberapa bulan terakhir kami sering dapat laporan, ini menandakan adanya pola kejahatan yang kemungkinan dilakukan oleh pelaku berulang kali atau bisa jadi mereka berkelompok," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Freepik)
Tenggarong - Kasus pencurian hewan ternak marak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Seekor sapi milik warga Kecamatan Sangasanga hilang digondol maling beberapa waktu lalu. "Kita dapat laporan kalau sapi warga RT 3 hilang jadi sasaran aksi pencurian," kata Kapolsek Sangasanga, AKP Muhamad Zulhijah, Selasa (8/4/2025).
Saat mendapatkan laporan dari warga, Zulhijah langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan awal.
Ia menjelaskan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari sejumlah saksi.
Sementara, pihaknya juga tengah mengintensifkan upaya penyelidikan dan telah berkoordinasi dengan perangkat kelurahan untuk memperluas informasi terkait kasus ini.
“Kasus pencurian sapi ini bukan hanya merugikan secara materi, tapi juga menimbulkan keresahan di masyarakat. Kami akan terus mengungkap kasus ini secepatnya,” ujarnya.
Kata dia, kasus pencurian hewan ternak serupa sering terjadi. Kemungkinan terburuk, maling tersebut dapat membahayakan pemiliknya demi mendapatkan target curiannya.
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing, serta tidak segan memberikan informasi kepada polisi jika memiliki petunjuk terkait keberadaan pelaku.
Maraknya pencurian hewan ternak di wilayah ini menjadi perhatian serius oleh aparat penegak hukum. "Dalam beberapa bulan terakhir kami sering dapat laporan, ini menandakan adanya pola kejahatan yang kemungkinan dilakukan oleh pelaku berulang kali atau bisa jadi mereka berkelompok," tutupnya.
(Sf/Lo)