Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pencarian korban pemancing yang hilang terus dilakukan. (Dok.BPBD Bontang)
Bontang - Hingga kini pemancing asal Bontang yang hilang pada Sabtu (21/12/2024) belum ditemukan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Usman mengatakan, pencarian terus dilanjutkan mulai dari titik kejadian dan mengikuti arah ombak menuju perairan Kutai Timur (Kutim).
Pencarian terus dilanjutkan, melibatkan 12 personil yang menggunakan menjadi dua kapal dari BPBD Bontang dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Hari ini kita lanjutkan pencarian, mulai dari jam 07.00 WITA, berangkat dari pelabuhan tanjung laut. Menyisir dari lokasi kejadian, yakni di kawasan dekat serang mengikuti arah arus ke perairan Kutim,” ungkapnya Senin (23/12/2024) siang.
Laporan terakhir dari tim yang melakukan pencarian, sudah sampai ke wilayah Teluk Kabba. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Setiap 30 menit saya mibta perugas di lokasi, melaporkan kondisi terkini, dan masih hasilnya belum ada tanda keberadaan korban,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, pencarian turut dilakukan oleh keluarga korban. Dan ketemu di laut bersama dengan petugas dari BPBD Bontang.
Usman juga menjelaskan, pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR) dilakukan selama tujuh hari. Sebagaimana disebut dalam Pasal 34 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan.
Diberitakan sebelumnya, korban yang hilang bernama Gafar (59) yang pergi memancing bersama dua rekannya yakni Kukuh dan Nardi. Kapal yang mereka gunakan terbalik akibat diterjang gelombang tinggi saat memancing di tengah laut pada Sabtu (21/12/2024) pukul 22.00 WITA.
Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00. Kukuh telah ditemukan dalam kondisi selamat, dan Nardi ditemukan meninggal dunia pada Minggu (22/12/2024) pukul 08.00, keduanya ditemukan oleh kapal penangkap ikan yang kemudian membawa mereka ke TPI Tanjung Laut untuk dilakukan evakuasi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pencarian korban pemancing yang hilang terus dilakukan. (Dok.BPBD Bontang)
Bontang - Hingga kini pemancing asal Bontang yang hilang pada Sabtu (21/12/2024) belum ditemukan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Usman mengatakan, pencarian terus dilanjutkan mulai dari titik kejadian dan mengikuti arah ombak menuju perairan Kutai Timur (Kutim).
Pencarian terus dilanjutkan, melibatkan 12 personil yang menggunakan menjadi dua kapal dari BPBD Bontang dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Hari ini kita lanjutkan pencarian, mulai dari jam 07.00 WITA, berangkat dari pelabuhan tanjung laut. Menyisir dari lokasi kejadian, yakni di kawasan dekat serang mengikuti arah arus ke perairan Kutim,” ungkapnya Senin (23/12/2024) siang.
Laporan terakhir dari tim yang melakukan pencarian, sudah sampai ke wilayah Teluk Kabba. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Setiap 30 menit saya mibta perugas di lokasi, melaporkan kondisi terkini, dan masih hasilnya belum ada tanda keberadaan korban,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, pencarian turut dilakukan oleh keluarga korban. Dan ketemu di laut bersama dengan petugas dari BPBD Bontang.
Usman juga menjelaskan, pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR) dilakukan selama tujuh hari. Sebagaimana disebut dalam Pasal 34 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan.
Diberitakan sebelumnya, korban yang hilang bernama Gafar (59) yang pergi memancing bersama dua rekannya yakni Kukuh dan Nardi. Kapal yang mereka gunakan terbalik akibat diterjang gelombang tinggi saat memancing di tengah laut pada Sabtu (21/12/2024) pukul 22.00 WITA.
Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00. Kukuh telah ditemukan dalam kondisi selamat, dan Nardi ditemukan meninggal dunia pada Minggu (22/12/2024) pukul 08.00, keduanya ditemukan oleh kapal penangkap ikan yang kemudian membawa mereka ke TPI Tanjung Laut untuk dilakukan evakuasi.
(Sf/Rs)