Seputar Kaltim

    Pencarian Nelayan Tenggelam di Muara Badak Ulu Masuki Hari Kedua, Petugas Perluas Area Penyisiran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2026 pukul 13:52 WITA

    Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian terhadap seorang nelayan berinisial MR (33) yang dilaporkan tenggelam usai terseret arus di Perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, Jumat (1/5/2026).

    Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga lima Kilometer (Km) di perairan tersebut untuk mencari keberadaan jasad korban.

    “Biasanya di hari pertama tiga Km area penyisirannya, kemudian memasuki hari kedua diperluas hingga lima Km,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.

    Ia menceritakan insiden tenggelam ini terjadi ketika korban terjatuh saat berupaya hendak menyelamatkan perahunya yang perlahan hanyut akibat terjangan ombak, Kamis (30/4/2026).

    Namun naas, korban ikut terbawa arus deras, mengingat kondisi perairan kala itu sedang dilanda gelombang besar.

    “Menurut laporan, kapalnya itu hanyut dan korban terjun ke sungai untuk meraih tali kapal. Tidak lama kemudian, korban dilaporkan tenggelam sekitar pukul 8.00 pagi,” terang Eko.

    Kini keberadaan korban masih belum diketahui dan tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian hingga jasad nelayan tersebut ditemukan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pencarian Nelayan Tenggelam di Muara Badak Ulu Masuki Hari Kedua, Petugas Perluas Area Penyisiran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2026 pukul 13:52 WITA

    Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban tenggelam (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian terhadap seorang nelayan berinisial MR (33) yang dilaporkan tenggelam usai terseret arus di Perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, Jumat (1/5/2026).

    Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga lima Kilometer (Km) di perairan tersebut untuk mencari keberadaan jasad korban.

    “Biasanya di hari pertama tiga Km area penyisirannya, kemudian memasuki hari kedua diperluas hingga lima Km,” ujar Koorlap BPBD Kukar, Eko.

    Ia menceritakan insiden tenggelam ini terjadi ketika korban terjatuh saat berupaya hendak menyelamatkan perahunya yang perlahan hanyut akibat terjangan ombak, Kamis (30/4/2026).

    Namun naas, korban ikut terbawa arus deras, mengingat kondisi perairan kala itu sedang dilanda gelombang besar.

    “Menurut laporan, kapalnya itu hanyut dan korban terjun ke sungai untuk meraih tali kapal. Tidak lama kemudian, korban dilaporkan tenggelam sekitar pukul 8.00 pagi,” terang Eko.

    Kini keberadaan korban masih belum diketahui dan tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian hingga jasad nelayan tersebut ditemukan.

    (Sf/Rs)