Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi orang tenggelam (Dok: Freepik)
Tenggarong - Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang nelayan berinisial MR (33) yang dilaporkan tenggelam, usai terseret arus di Perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dinyatakan ditutup, Jumat (1/5/2026).
Pencarian resmi dihentikan karena jasad korban telah ditemukan mengambang dengan kondisi sudah tidak bernyawa, usai dilakukan penyisiran sepanjang alur sungai di kawasan tersebut.
“Memasuki hari kedua pencarian ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pagi tadi sekitar 200 meter dari lokasi korban dilaporkan tenggelam,” ujar Eko.
Korban diketahui tenggelam akibat terbawa arus deras saat menjaring udang dan diduga menjatuhkan diri untuk meraih perahunya yang perlahan hanyut terombang-ambing oleh ombak.
“Menurut laporan, kapalnya itu hanyut dan korban terjun ke sungai untuk meraih tali kapal. Kemudian dilaporkan hilang tenggelam akibat terbawa arus karena kondisi air saat itu sedang dilanda gelombang besar,” terangnya.
Dengan terjadinya insiden ini, seluruh nelayan di Kukar diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan diri saat beraktivitas di perairan dengan menggunakan perlengkapan keselamatan, salah satunya pelampung.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi orang tenggelam (Dok: Freepik)
Tenggarong - Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap seorang nelayan berinisial MR (33) yang dilaporkan tenggelam, usai terseret arus di Perairan Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dinyatakan ditutup, Jumat (1/5/2026).
Pencarian resmi dihentikan karena jasad korban telah ditemukan mengambang dengan kondisi sudah tidak bernyawa, usai dilakukan penyisiran sepanjang alur sungai di kawasan tersebut.
“Memasuki hari kedua pencarian ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pagi tadi sekitar 200 meter dari lokasi korban dilaporkan tenggelam,” ujar Eko.
Korban diketahui tenggelam akibat terbawa arus deras saat menjaring udang dan diduga menjatuhkan diri untuk meraih perahunya yang perlahan hanyut terombang-ambing oleh ombak.
“Menurut laporan, kapalnya itu hanyut dan korban terjun ke sungai untuk meraih tali kapal. Kemudian dilaporkan hilang tenggelam akibat terbawa arus karena kondisi air saat itu sedang dilanda gelombang besar,” terangnya.
Dengan terjadinya insiden ini, seluruh nelayan di Kukar diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan diri saat beraktivitas di perairan dengan menggunakan perlengkapan keselamatan, salah satunya pelampung.
(Sf/Lo)