Seputar Kaltim

    Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Loa Kulu Masuki Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Agustus 2026 pukul 11:17 WITA

    Petugas BPBD Kukar yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran di Perairan Loa Kulu (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian seorang nelayan berinisial AH berusia 64 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki hari kedua, Senin (3/8/2026).

    Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan, mulai dari perahu cepat, peralatan selam dan perlengkapan lainnya yang berfungsi mendukung proses pencarian korban.

    Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengatakan Tim SAR Gabungan kini telah berada di titik hilangnya korban dan melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian hingga radius 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

    “Area penyisirannya diperluas dari hari kemarin dan masih berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Eko.

    Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi arus sungai dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

    Pemantauan itu dilakukan sebagai dasar untuk menentukan arah penyisiran agar operasi pencarian berjalan lebih efektif.

    Eko berharap kondisi cuaca tetap bersahabat selama operasi berlangsung, sehingga proses pencarian dapat berjalan optimal.

    “Kemarin sempat terkendala arus kencang. Kini mudah-mudahan berjalan lancar, mengingat kondisi cuaca sedang cerah,” tuturnya.

    Ia menjelaskan kronologi korban dilaporkan hilang bermula saat salah seorang nelayan bernama Taufik melihat perahu ketinting hanyut tanpa awak saat melintas di perairan tersebut sekitar pukul 08.00 WITA.

    Saat didekati dan diperiksa, Taufik menemukan hasil tangkapan ikan yang masih berada di dalam perahu.

    Merasa janggal, Taufik langsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar hingga kabar itu sampai di telinga pihak keluarga.

    Saat dikonfirmasi, pihak keluarga menyatakan korban belum pulang ke rumah sejak berangkat ke mencari ikan pada pagi hari. “Seorang nelayan itu dicurigai terjatuh dari perahu saat sedang mencari ikan,” jelas Eko.

    Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA. Apabila korban belum berhasil ditemukan, maka upaya pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya sesuai prosedur operasi SAR.

    “Kalau mengikuti SOP, waktu pencarian korban tenggelam biasanya sampai pukul 17.30 WITA,” ungkap Eko.

    Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Loa Kulu Masuki Hari Kedua, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    03 Agustus 2026 pukul 11:17 WITA

    Petugas BPBD Kukar yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran di Perairan Loa Kulu (Dok: BPBD Kukar)

    Tenggarong - Upaya pencarian seorang nelayan berinisial AH berusia 64 tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki hari kedua, Senin (3/8/2026).

    Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah armada dan peralatan, mulai dari perahu cepat, peralatan selam dan perlengkapan lainnya yang berfungsi mendukung proses pencarian korban.

    Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengatakan Tim SAR Gabungan kini telah berada di titik hilangnya korban dan melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian hingga radius 1,5 kilometer dari lokasi kejadian.

    “Area penyisirannya diperluas dari hari kemarin dan masih berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Eko.

    Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi arus sungai dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

    Pemantauan itu dilakukan sebagai dasar untuk menentukan arah penyisiran agar operasi pencarian berjalan lebih efektif.

    Eko berharap kondisi cuaca tetap bersahabat selama operasi berlangsung, sehingga proses pencarian dapat berjalan optimal.

    “Kemarin sempat terkendala arus kencang. Kini mudah-mudahan berjalan lancar, mengingat kondisi cuaca sedang cerah,” tuturnya.

    Ia menjelaskan kronologi korban dilaporkan hilang bermula saat salah seorang nelayan bernama Taufik melihat perahu ketinting hanyut tanpa awak saat melintas di perairan tersebut sekitar pukul 08.00 WITA.

    Saat didekati dan diperiksa, Taufik menemukan hasil tangkapan ikan yang masih berada di dalam perahu.

    Merasa janggal, Taufik langsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar hingga kabar itu sampai di telinga pihak keluarga.

    Saat dikonfirmasi, pihak keluarga menyatakan korban belum pulang ke rumah sejak berangkat ke mencari ikan pada pagi hari. “Seorang nelayan itu dicurigai terjatuh dari perahu saat sedang mencari ikan,” jelas Eko.

    Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA. Apabila korban belum berhasil ditemukan, maka upaya pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya sesuai prosedur operasi SAR.

    “Kalau mengikuti SOP, waktu pencarian korban tenggelam biasanya sampai pukul 17.30 WITA,” ungkap Eko.

    Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban.

    (Sf/Lo)