Cari disini...
Seputar Kaltim
Pencarian korban tenggelam di sungai mahakan, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Upaya pencarian korban tenggelam di bawah jembatan Kartanegara masih berlanjut. Teebaru, pihak keluarga menggelar yasinan dan tabur bunga di bawah jembatan, Jumat (11/10/2024).
Sejak awal kejadian pada pukul 17.30 Wita hingga saat ini pukul 22.50 Wita malam, pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD dan Disdamkarmatan Kukar.
Menurut pantauan seputarfakta.com, tim gabungan melakukan pencarian dengan cara menyisir sisi hingga mengerahkan penyelam untuk mencari, namun tidak ada tanda-tanda kemunculan korban.
Ritual besawai juga telah dilakukan. Ritualini merupakan ritual kepercayaan keluarga kepada tuhan dan berharap agar korban segera ditemukan.
Dantim Tim SAR Gabungan, Sumarno menjelaskan metode pencarian Circle adalah menggunakan jangkar pemberat, diikatkan tali panjang di atas perahu. Tali di jangkar akan turun naik sesuai kondisi penyelam
"Ketika kita penyelam turun sampai dasar, maka tali memanjang sekitar lima meter, dan posisi kita memutar, jadi satu jangkar ada dua penyelam, saya di ujung dan satu penyelam di tengah, kita mutar. Karena di dalam tidak kelihatan. Jangankan melihat tangan sendiri, untuk baca arah kompas pun kita tidak lihat. Makanya kita gunakan metode circle," jelasnya.
Ia mengaku arus sungai dibawah sangat kencang dan tidak memungkinkan penyelam untuk turun terlalu dalam. "Tadi saya juga sudah sampaikan kepada ayah korban, untuk pencarian kali ini dengan metode circle. Namanya usaha tidak ada yang tahu. Mungkin dengan metode seperti ini muncul korbannya. Alhamdulillah," sebutnya.
Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Tetapi paling tidak dua sampai tiga hari korban sudah mengapung.
"Tergantung situasi ataupun keadaan arus di dalam, ada yang tidak sampai satu hari sudah mengapung," ujarnya.
Ia berharap, pencarian pada hari ini tidak ada hambatan dan korban segera ditemukan. "Hari ini pencarian kedua yang kita lakukan, ada keluarga korban juga yang sudah menunggu dari kemarin, kita masih berusaha," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pencarian korban tenggelam di sungai mahakan, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Upaya pencarian korban tenggelam di bawah jembatan Kartanegara masih berlanjut. Teebaru, pihak keluarga menggelar yasinan dan tabur bunga di bawah jembatan, Jumat (11/10/2024).
Sejak awal kejadian pada pukul 17.30 Wita hingga saat ini pukul 22.50 Wita malam, pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD dan Disdamkarmatan Kukar.
Menurut pantauan seputarfakta.com, tim gabungan melakukan pencarian dengan cara menyisir sisi hingga mengerahkan penyelam untuk mencari, namun tidak ada tanda-tanda kemunculan korban.
Ritual besawai juga telah dilakukan. Ritualini merupakan ritual kepercayaan keluarga kepada tuhan dan berharap agar korban segera ditemukan.
Dantim Tim SAR Gabungan, Sumarno menjelaskan metode pencarian Circle adalah menggunakan jangkar pemberat, diikatkan tali panjang di atas perahu. Tali di jangkar akan turun naik sesuai kondisi penyelam
"Ketika kita penyelam turun sampai dasar, maka tali memanjang sekitar lima meter, dan posisi kita memutar, jadi satu jangkar ada dua penyelam, saya di ujung dan satu penyelam di tengah, kita mutar. Karena di dalam tidak kelihatan. Jangankan melihat tangan sendiri, untuk baca arah kompas pun kita tidak lihat. Makanya kita gunakan metode circle," jelasnya.
Ia mengaku arus sungai dibawah sangat kencang dan tidak memungkinkan penyelam untuk turun terlalu dalam. "Tadi saya juga sudah sampaikan kepada ayah korban, untuk pencarian kali ini dengan metode circle. Namanya usaha tidak ada yang tahu. Mungkin dengan metode seperti ini muncul korbannya. Alhamdulillah," sebutnya.
Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Tetapi paling tidak dua sampai tiga hari korban sudah mengapung.
"Tergantung situasi ataupun keadaan arus di dalam, ada yang tidak sampai satu hari sudah mengapung," ujarnya.
Ia berharap, pencarian pada hari ini tidak ada hambatan dan korban segera ditemukan. "Hari ini pencarian kedua yang kita lakukan, ada keluarga korban juga yang sudah menunggu dari kemarin, kita masih berusaha," pungkasnya.
(Sf/By)