Cari disini...
Seputar Kaltim
Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. (Foto: Tim SAR Gabungan)
Samarinda - Memasuki hari ketiga operasi Search and Rescue (SAR), tim gabungan masih belum berhasil menemukan korban kecelakaan kapal nelayan di Perairan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Korban diketahui bernama Sriyanto, seorang laki-laki berusia 37 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.
Pada operasi hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan upaya dengan memperluas area penyisiran. Radius pencarian difokuskan hingga mencakup area seluas 119 nautical mile persegi (NM²).
Untuk mengoptimalkan pencarian, berbagai armada dan peralatan penunjang telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Unsur-unsur yang terlibat dan bersinergi dalam operasi ini meliputi Basarnas (menggunakan Rigid Inflatable Boat / RIB), TNI Angkatan Laut (Kemenhan), Polairud, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan nelayan setempat yang turut membantu penyisiran.
Meski pencarian telah dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari, operasi ini belum membuahkan hasil.
Pihak Basarnas yang melaporkan langsung dari posko Muara Badak menyebutkan bahwa kondisi cuaca alam yang kurang bersahabat menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
"Untuk kendala di lapangan saat ini adalah arus dan angin yang sangat kencang. Selain itu, tinggi ombak di perairan berkisar antara 1,5 hingga 1,75 meter," lapor perwakilan Tim SAR Gabungan dari Muara Badak.
Kondisi cuaca tersebut sangat mempengaruhi pergerakan armada laut dan menyulitkan visualisasi proses penyisiran di area target.
Meski demikian, seluruh unsur SAR yang bertugas tetap berupaya melaksanakan pencarian secara optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan para personel.
Setelah pencarian dihentikan sementara pada sore hari akibat minimnya jarak pandang dan faktor cuaca, seluruh personel ditarik kembali ke posko untuk melaksanakan debriefing dan evaluasi hasil operasi.
Rencananya, operasi SAR Gabungan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya. Tim akan menyesuaikan kembali rencana operasi (H.4) dengan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan perairan di lokasi kejadian, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. (Foto: Tim SAR Gabungan)
Samarinda - Memasuki hari ketiga operasi Search and Rescue (SAR), tim gabungan masih belum berhasil menemukan korban kecelakaan kapal nelayan di Perairan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Korban diketahui bernama Sriyanto, seorang laki-laki berusia 37 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.
Pada operasi hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan terus memaksimalkan upaya dengan memperluas area penyisiran. Radius pencarian difokuskan hingga mencakup area seluas 119 nautical mile persegi (NM²).
Untuk mengoptimalkan pencarian, berbagai armada dan peralatan penunjang telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Unsur-unsur yang terlibat dan bersinergi dalam operasi ini meliputi Basarnas (menggunakan Rigid Inflatable Boat / RIB), TNI Angkatan Laut (Kemenhan), Polairud, Pemadam Kebakaran (Damkar) dan nelayan setempat yang turut membantu penyisiran.
Meski pencarian telah dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari, operasi ini belum membuahkan hasil.
Pihak Basarnas yang melaporkan langsung dari posko Muara Badak menyebutkan bahwa kondisi cuaca alam yang kurang bersahabat menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
"Untuk kendala di lapangan saat ini adalah arus dan angin yang sangat kencang. Selain itu, tinggi ombak di perairan berkisar antara 1,5 hingga 1,75 meter," lapor perwakilan Tim SAR Gabungan dari Muara Badak.
Kondisi cuaca tersebut sangat mempengaruhi pergerakan armada laut dan menyulitkan visualisasi proses penyisiran di area target.
Meski demikian, seluruh unsur SAR yang bertugas tetap berupaya melaksanakan pencarian secara optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan para personel.
Setelah pencarian dihentikan sementara pada sore hari akibat minimnya jarak pandang dan faktor cuaca, seluruh personel ditarik kembali ke posko untuk melaksanakan debriefing dan evaluasi hasil operasi.
Rencananya, operasi SAR Gabungan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya. Tim akan menyesuaikan kembali rencana operasi (H.4) dengan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan perairan di lokasi kejadian, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
(Sf/Rs)