Seputar Kaltim

    Pencarian Bocah Tenggelam di Pantai Ulingan Berakhir, Ditemukan Meninggal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    08 April 2026 pukul 11:59 WITA

    Korban saat di serahkan kepada pihak keluarga. (Foto: Dok Polres Berau)

    Tanjung Redeb - Proses pencarian R (10), asal Bulungan yang tenggelam di Pantai Ulingan, Tanjung Batu, Kabupaten Berau akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).

    Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.47 WITA dengan jarak sekitar 1,8 kilometer dari lokasi kejadian awal.

    "Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan, sekitar 1,8 kilometer dari lokasi kejadian," ujar AKP Iwan Purwanto.

    Ia mengatakan pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Disdamkarmat, Basarnas, PMI, serta warga sekitar. Tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni pencarian di dalam air (search diving), pencarian di atas air dan penyisiran pantai.

    "Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan pencarian di beberapa titik sekaligus," tambahnya.

    Korban sebelumnya datang bersama kedua orang tuanya untuk mengunjungi keluarga di Kampung Kasai, kemudian menuju Pantai Ulingan untuk berlibur. Saat beraktivitas di perairan, korban diduga terbawa arus hingga akhirnya hilang.

    Setelah korban ditemukan, proses pencarian resmi dihentikan dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. AKP Iwan juga memberikan imbauan bagi masyarakat dan wisatawan.

    “Kami mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi orang tua yang membawa anak-anak ke pantai. Selalu perhatikan keselamatan anak saat beraktivitas di pesisir,” tegasnya.

    Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan pesisir atau pantai.

    "Kami minta orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di pantai dan wisatawan agar memperhatikan kondisi arus dan keselamatan saat beraktivitas di air. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pencarian Bocah Tenggelam di Pantai Ulingan Berakhir, Ditemukan Meninggal

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    08 April 2026 pukul 11:59 WITA

    Korban saat di serahkan kepada pihak keluarga. (Foto: Dok Polres Berau)

    Tanjung Redeb - Proses pencarian R (10), asal Bulungan yang tenggelam di Pantai Ulingan, Tanjung Batu, Kabupaten Berau akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026).

    Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.47 WITA dengan jarak sekitar 1,8 kilometer dari lokasi kejadian awal.

    "Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan, sekitar 1,8 kilometer dari lokasi kejadian," ujar AKP Iwan Purwanto.

    Ia mengatakan pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Disdamkarmat, Basarnas, PMI, serta warga sekitar. Tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni pencarian di dalam air (search diving), pencarian di atas air dan penyisiran pantai.

    "Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan pencarian di beberapa titik sekaligus," tambahnya.

    Korban sebelumnya datang bersama kedua orang tuanya untuk mengunjungi keluarga di Kampung Kasai, kemudian menuju Pantai Ulingan untuk berlibur. Saat beraktivitas di perairan, korban diduga terbawa arus hingga akhirnya hilang.

    Setelah korban ditemukan, proses pencarian resmi dihentikan dan penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. AKP Iwan juga memberikan imbauan bagi masyarakat dan wisatawan.

    “Kami mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi orang tua yang membawa anak-anak ke pantai. Selalu perhatikan keselamatan anak saat beraktivitas di pesisir,” tegasnya.

    Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan pesisir atau pantai.

    "Kami minta orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di pantai dan wisatawan agar memperhatikan kondisi arus dan keselamatan saat beraktivitas di air. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tandasnya.

    (Sf/Lo)