Seputar Kaltim

    Penataan Lapak Pasar Tangga Arung Tenggarong Dinilai Kurang Tepat, Pedagang Terpaksa Keliling Tawarkan Dagangan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2026 pukul 20:48 WITA

    Suasana sejumlah lapak di Pasar Tangga Arung Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong – Aktivitas jual beli di Pasar Tangga Arung Square, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kian hari semakin sepi. 

    Selain minimnya jumlah pengunjung, sejumlah pedagang menilai penataan lapak, khususnya area kuliner menjadi salah satu faktor yang membuat pedagang sulit mendapatkan pelanggan.

    Salah seorang pedagang, Aliya mengungkapkan kondisi pasar yang lesu semakin dirasakan para pelaku usaha makanan dan gorengan. Bahkan, tidak jarang ada pedagang yang harus menawarkan dagangannya dengan berkeliling karena pembeli yang datang ke lapak sangat sedikit.

    "Seperti yang kita lihat tadi ada yang menawarkan dagangannya (saat wawancara) karena lapaknya berada di ujung, sehingga tidak terlihat oleh pengunjung,” ujar Aliya, Selasa (9/6/2026).

    Menurutnya, konsep penataan lapak kuliner di Pasar Tangga Arung perlu dievaluasi karena masih terdapat beberapa lapak yang posisinya berada di bagian dalam maupun ujung bangunan, sehingga menyulitkan pedagang dalam menarik pelanggan.

    Ia membandingkan dengan sejumlah pusat kuliner di Pulau Jawa yang menerapkan konsep menyerupai food court. Dalam konsep tersebut, pedagang makanan ditempatkan dalam satu area terpadu yang dilengkapi meja dan kursi untuk pengunjung, sehingga masyarakat dapat berkumpul dan memilih makanan.

    "Kalau makanan ditempatkan di lokasi yang langsung terlihat saat orang datang, mungkin lebih ramai. Di sini pengunjung harus masuk lorong-lorong dulu, sementara banyak yang malas masuk ke dalam," ungkapnya.

    Meski bangunan dan fasilitas pasar sudah memadai, penataan lapak dinilai masih perlu disesuaikan dengan pola pergerakan pengunjung agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih optimal.

    “Harapan kami sebagai pedagang kepada pemerintah agar dapat mencarikan solusi untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Tangga Arung Square,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Penataan Lapak Pasar Tangga Arung Tenggarong Dinilai Kurang Tepat, Pedagang Terpaksa Keliling Tawarkan Dagangan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2026 pukul 20:48 WITA

    Suasana sejumlah lapak di Pasar Tangga Arung Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong – Aktivitas jual beli di Pasar Tangga Arung Square, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kian hari semakin sepi. 

    Selain minimnya jumlah pengunjung, sejumlah pedagang menilai penataan lapak, khususnya area kuliner menjadi salah satu faktor yang membuat pedagang sulit mendapatkan pelanggan.

    Salah seorang pedagang, Aliya mengungkapkan kondisi pasar yang lesu semakin dirasakan para pelaku usaha makanan dan gorengan. Bahkan, tidak jarang ada pedagang yang harus menawarkan dagangannya dengan berkeliling karena pembeli yang datang ke lapak sangat sedikit.

    "Seperti yang kita lihat tadi ada yang menawarkan dagangannya (saat wawancara) karena lapaknya berada di ujung, sehingga tidak terlihat oleh pengunjung,” ujar Aliya, Selasa (9/6/2026).

    Menurutnya, konsep penataan lapak kuliner di Pasar Tangga Arung perlu dievaluasi karena masih terdapat beberapa lapak yang posisinya berada di bagian dalam maupun ujung bangunan, sehingga menyulitkan pedagang dalam menarik pelanggan.

    Ia membandingkan dengan sejumlah pusat kuliner di Pulau Jawa yang menerapkan konsep menyerupai food court. Dalam konsep tersebut, pedagang makanan ditempatkan dalam satu area terpadu yang dilengkapi meja dan kursi untuk pengunjung, sehingga masyarakat dapat berkumpul dan memilih makanan.

    "Kalau makanan ditempatkan di lokasi yang langsung terlihat saat orang datang, mungkin lebih ramai. Di sini pengunjung harus masuk lorong-lorong dulu, sementara banyak yang malas masuk ke dalam," ungkapnya.

    Meski bangunan dan fasilitas pasar sudah memadai, penataan lapak dinilai masih perlu disesuaikan dengan pola pergerakan pengunjung agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih optimal.

    “Harapan kami sebagai pedagang kepada pemerintah agar dapat mencarikan solusi untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Tangga Arung Square,” tandasnya.

    (Sf/Rs)