Seputar Kaltim

    Penanganan Sampah di Wilayah Pesisir, DLH Balikpapan Bakal Tambah Personel Kebersihan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    30 Januari 2024 pukul 10:53 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan berencana akan menambah jumlah personel untuk menangani permasalahan sampah di wilayah pesisir Kota Balikpapan.

    Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menerangka petugas sampah yang bertugas di wilayah pesisir kini berjumlah 60 personel dan ditempatkan di 10 kelurahan.

    Setiap harinya, petugas kebersihan mampu mengangkut sampah sebanyak 9 ton.

    Ketika satu hari tidak diangkut, maka akan ada lagi sampah yang masuk ke laut. "Karena sampah di pesisir itu akan tertahan jika air pasang dan tertinggal jika air sedang surut," ucap Sudirman kepada awak media, Senin (29/1/2024).

    Melihat perkembangan sampah pesisir yang begitu banyak dan tidak ada habis-habisnya, DLH berencana akan menambah 20 personel di 2024 untuk ditempatkan di kelurahan yang ada di wilayah pesisir.

    "Kami berencana akan fokus menangani sampah di bibir pantai sesuai dengan regulasi zonasi wilayah pesisir," lanjutnya.

    Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan DLH Kaltim untuk bisa memback up sampah di laut. Sebab, jarak 0 sampai 12 mil masih masuk kewenangan Provinsi Kaltim.

    Sudirman berharap DLH Kaltim bisa memberikan bantuan peralatan seperti kapal untuk memaksimalkan penanganan sampah pesisir, mengingat terbatasnya anggaran masih menjadi kendala.

    "Jika sampah laut bisa ditangani, otomatis sampah itu tidak akan sampai ke pesisir," akunya.

    Saat berbicara tanggung jawab, Sudirman menekankan setelah sampah mencapai daratan (pantai), tanggung jawab penanganan ada pada pemkot. 

    "DLH Balikpapan berharap DLH Provinsi Kaltim dapat memberikan bantuan berupa peralatan yang memadai," harapnya.

    Penggunaan anggaran APBD Balikpapan yang terbatas menjadi perhatian, tapi DLH berharap agar dapat diakomodir pada Musrenbang tahun 2024 atau 2025.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Penanganan Sampah di Wilayah Pesisir, DLH Balikpapan Bakal Tambah Personel Kebersihan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    30 Januari 2024 pukul 10:53 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan berencana akan menambah jumlah personel untuk menangani permasalahan sampah di wilayah pesisir Kota Balikpapan.

    Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menerangka petugas sampah yang bertugas di wilayah pesisir kini berjumlah 60 personel dan ditempatkan di 10 kelurahan.

    Setiap harinya, petugas kebersihan mampu mengangkut sampah sebanyak 9 ton.

    Ketika satu hari tidak diangkut, maka akan ada lagi sampah yang masuk ke laut. "Karena sampah di pesisir itu akan tertahan jika air pasang dan tertinggal jika air sedang surut," ucap Sudirman kepada awak media, Senin (29/1/2024).

    Melihat perkembangan sampah pesisir yang begitu banyak dan tidak ada habis-habisnya, DLH berencana akan menambah 20 personel di 2024 untuk ditempatkan di kelurahan yang ada di wilayah pesisir.

    "Kami berencana akan fokus menangani sampah di bibir pantai sesuai dengan regulasi zonasi wilayah pesisir," lanjutnya.

    Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan DLH Kaltim untuk bisa memback up sampah di laut. Sebab, jarak 0 sampai 12 mil masih masuk kewenangan Provinsi Kaltim.

    Sudirman berharap DLH Kaltim bisa memberikan bantuan peralatan seperti kapal untuk memaksimalkan penanganan sampah pesisir, mengingat terbatasnya anggaran masih menjadi kendala.

    "Jika sampah laut bisa ditangani, otomatis sampah itu tidak akan sampai ke pesisir," akunya.

    Saat berbicara tanggung jawab, Sudirman menekankan setelah sampah mencapai daratan (pantai), tanggung jawab penanganan ada pada pemkot. 

    "DLH Balikpapan berharap DLH Provinsi Kaltim dapat memberikan bantuan berupa peralatan yang memadai," harapnya.

    Penggunaan anggaran APBD Balikpapan yang terbatas menjadi perhatian, tapi DLH berharap agar dapat diakomodir pada Musrenbang tahun 2024 atau 2025.

    (Sf/By)