Seputar Kaltim

    Penanganan Banjir Rob dan Infrastruktur Wisata jadi Sorotan di Musrenbang Kelurahan Bontang Kuala

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2026 pukul 20:38 WITA

    Musrenbang Kelurahan Bontang Kuala Tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). (Foto: Hendra/Diskominfo Bontang)

    Bontang - Persoalan banjir rob dan pembenahan infrastruktur pendukung wisata menjadi pembahasan utama dalam perencanaan pembangunan Kelurahan Bontang Kuala. Kawasan pesisir yang menjadi tujuan wisata ini dinilai perlu penataan menyeluruh agar tetap nyaman dihuni warga sekaligus menarik bagi pengunjung.

    Genangan air laut saat pasang masih menjadi masalah rutin. Salah satu usulan prioritas yang mengemuka adalah peninggian trotoar di RT 01 hingga RT 20 agar tidak lagi terendam. Jalur pejalan kaki yang tergenang dinilai mengganggu aktivitas warga dan wisatawan.

    Pelaksana Tugas Lurah Bontang Kuala Vike Setiawati mengatakan penanganan rob harus sejalan dengan pengembangan kawasan wisata. 

    “Banjir rob dan pembangunan infrastruktur masih jadi perhatian utama. Harapan kami yang bisa menjadi prioritas nantinya. Termasuk pengembangan wisata, dimana kita akan mendorong wisata di Bontang Kuala,” ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Bontang Kuala Tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) digelar pada Selasa (27/01/2026) di Aula Kantor Kelurahan Bontang Kuala. 

    Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah struktural melalui pembangunan tanggul Sungai Bontang yang disertai kajian teknis dan penyusunan detail engineering design (DED). Selain itu, kajian teknis dan DED juga disiapkan untuk pembangunan jalan inspeksi sungai dan sistem saluran drainase kawasan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ilham Wahyudi menyebut pekerjaan fisik difokuskan pada pembenahan drainase dan jalan lingkungan. 

    “Prioritasnya drainase dan jalan,” ujar Ilham.

    Rencana kegiatan yang disiapkan antara lain pembangunan dan rehabilitasi parit beserta penutupnya di RT 15, RT 9, RT 16, serta di Gang Kerikil 7 RT 13 dan RT 13 Kelurahan Bontang Kuala. Perbaikan drainase juga direncanakan di RT 14 Jalan Sungai Kecap, pembangunan drainase RT 09, pembangunan saluran drainase di RT 19, serta di Jalan Ampana RT 16 dan kembali di RT 9.

    Untuk peningkatan akses jalan, pemerintah merencanakan perbaikan Jalan Kejora Gang Wakaf RT 16, rehabilitasi Jalan Sahasa 4 menuju Sahasa 5 yang menghubungkan RT 11 ke RT 7, pembuatan badan jalan di RT 13, pembangunan Jalan Kerikil 7, serta pembangunan Jalan RT 15 Kelurahan Bontang Kuala.

    Selain infrastruktur jalan dan drainase, peremajaan jaringan pipa air limbah domestik IPAL Bontang Kuala juga masuk dalam rencana pekerjaan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan padat penduduk yang sekaligus menjadi area wisata.

    Rangkaian program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap banjir rob sekaligus meningkatkan daya dukung Bontang Kuala sebagai destinasi wisata pesisir.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Penanganan Banjir Rob dan Infrastruktur Wisata jadi Sorotan di Musrenbang Kelurahan Bontang Kuala

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    28 Januari 2026 pukul 20:38 WITA

    Musrenbang Kelurahan Bontang Kuala Tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). (Foto: Hendra/Diskominfo Bontang)

    Bontang - Persoalan banjir rob dan pembenahan infrastruktur pendukung wisata menjadi pembahasan utama dalam perencanaan pembangunan Kelurahan Bontang Kuala. Kawasan pesisir yang menjadi tujuan wisata ini dinilai perlu penataan menyeluruh agar tetap nyaman dihuni warga sekaligus menarik bagi pengunjung.

    Genangan air laut saat pasang masih menjadi masalah rutin. Salah satu usulan prioritas yang mengemuka adalah peninggian trotoar di RT 01 hingga RT 20 agar tidak lagi terendam. Jalur pejalan kaki yang tergenang dinilai mengganggu aktivitas warga dan wisatawan.

    Pelaksana Tugas Lurah Bontang Kuala Vike Setiawati mengatakan penanganan rob harus sejalan dengan pengembangan kawasan wisata. 

    “Banjir rob dan pembangunan infrastruktur masih jadi perhatian utama. Harapan kami yang bisa menjadi prioritas nantinya. Termasuk pengembangan wisata, dimana kita akan mendorong wisata di Bontang Kuala,” ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Bontang Kuala Tahun 2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) digelar pada Selasa (27/01/2026) di Aula Kantor Kelurahan Bontang Kuala. 

    Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah struktural melalui pembangunan tanggul Sungai Bontang yang disertai kajian teknis dan penyusunan detail engineering design (DED). Selain itu, kajian teknis dan DED juga disiapkan untuk pembangunan jalan inspeksi sungai dan sistem saluran drainase kawasan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Ilham Wahyudi menyebut pekerjaan fisik difokuskan pada pembenahan drainase dan jalan lingkungan. 

    “Prioritasnya drainase dan jalan,” ujar Ilham.

    Rencana kegiatan yang disiapkan antara lain pembangunan dan rehabilitasi parit beserta penutupnya di RT 15, RT 9, RT 16, serta di Gang Kerikil 7 RT 13 dan RT 13 Kelurahan Bontang Kuala. Perbaikan drainase juga direncanakan di RT 14 Jalan Sungai Kecap, pembangunan drainase RT 09, pembangunan saluran drainase di RT 19, serta di Jalan Ampana RT 16 dan kembali di RT 9.

    Untuk peningkatan akses jalan, pemerintah merencanakan perbaikan Jalan Kejora Gang Wakaf RT 16, rehabilitasi Jalan Sahasa 4 menuju Sahasa 5 yang menghubungkan RT 11 ke RT 7, pembuatan badan jalan di RT 13, pembangunan Jalan Kerikil 7, serta pembangunan Jalan RT 15 Kelurahan Bontang Kuala.

    Selain infrastruktur jalan dan drainase, peremajaan jaringan pipa air limbah domestik IPAL Bontang Kuala juga masuk dalam rencana pekerjaan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan padat penduduk yang sekaligus menjadi area wisata.

    Rangkaian program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap banjir rob sekaligus meningkatkan daya dukung Bontang Kuala sebagai destinasi wisata pesisir.

    (Sf/Rs)