Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan (tengah) bersama jajaran pengurus Pemuda Kutim Hebat. (Foto: Pemuda Kutim Hebat)
Sangatta - Upaya mencetak generasi muda yang peduli pada sektor pertanian terus digencarkan di Kutai Timur (Kutim). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda sejak dini dalam dunia pertanian sebagai langkah strategis membangun masa depan daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program “Pemuda Kutim Hebat Farming” yang digelar di Sangatta beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Agusriansyah menekankan bahwa bertani tidak harus menunggu tua, justru harus dimulai dari masa muda.
“Pemuda hari ini harus berani turun ke lapangan, ke sawah, ke kebun. Jangan tunggu tua baru mau bertani. Dari muda, kita harus menanam dan memanen gagasan besar untuk masa depan daerah ini,” ujar Agusriansyah.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Kutim Hebat, Ia mengakui sempat meragukan kemampuan pemuda dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Namun, keraguannya sirna setelah melihat langsung keseriusan anak muda dalam menjalankan program pertanian berbasis inovasi.
“Awalnya saya pesimis, apakah pemuda bisa menjawab tantangan besar dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Tapi hari ini saya menyaksikan sendiri, Pemuda Kutim Hebat mampu menjawab itu dengan sangat baik,” Katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, yang dinilai berhasil memimpin gerakan pertanian di kalangan generasi muda secara progresif dan inspiratif.
“Ini bukti nyata bahwa pemuda Kutim bukan hanya hebat dalam wacana, tapi juga hebat dalam tindakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kecintaan pemuda terhadap dunia pertanian dengan pendekatan yang modern dan produktif.
“Kami ingin anak muda tidak lagi malu bertani. Lewat program ini, kami ajak mereka mencintai bumi dengan praktik pertanian inovatif,” jelasnya.
Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan situs resmi Pemuda Kutim Hebat untuk menjangkau Masyarakat lebih luas.
Dalam semangat kolaborasi, mereka turut menggandeng pengelola Bank Sampah Induk (BSI) yang akan menjadi mitra strategis dalam mengintegrasikan pertanian organik dengan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan (tengah) bersama jajaran pengurus Pemuda Kutim Hebat. (Foto: Pemuda Kutim Hebat)
Sangatta - Upaya mencetak generasi muda yang peduli pada sektor pertanian terus digencarkan di Kutai Timur (Kutim). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda sejak dini dalam dunia pertanian sebagai langkah strategis membangun masa depan daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran program “Pemuda Kutim Hebat Farming” yang digelar di Sangatta beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, Agusriansyah menekankan bahwa bertani tidak harus menunggu tua, justru harus dimulai dari masa muda.
“Pemuda hari ini harus berani turun ke lapangan, ke sawah, ke kebun. Jangan tunggu tua baru mau bertani. Dari muda, kita harus menanam dan memanen gagasan besar untuk masa depan daerah ini,” ujar Agusriansyah.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Kutim Hebat, Ia mengakui sempat meragukan kemampuan pemuda dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Namun, keraguannya sirna setelah melihat langsung keseriusan anak muda dalam menjalankan program pertanian berbasis inovasi.
“Awalnya saya pesimis, apakah pemuda bisa menjawab tantangan besar dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Tapi hari ini saya menyaksikan sendiri, Pemuda Kutim Hebat mampu menjawab itu dengan sangat baik,” Katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, yang dinilai berhasil memimpin gerakan pertanian di kalangan generasi muda secara progresif dan inspiratif.
“Ini bukti nyata bahwa pemuda Kutim bukan hanya hebat dalam wacana, tapi juga hebat dalam tindakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Kutim Hebat, Habibi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun kecintaan pemuda terhadap dunia pertanian dengan pendekatan yang modern dan produktif.
“Kami ingin anak muda tidak lagi malu bertani. Lewat program ini, kami ajak mereka mencintai bumi dengan praktik pertanian inovatif,” jelasnya.
Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan situs resmi Pemuda Kutim Hebat untuk menjangkau Masyarakat lebih luas.
Dalam semangat kolaborasi, mereka turut menggandeng pengelola Bank Sampah Induk (BSI) yang akan menjadi mitra strategis dalam mengintegrasikan pertanian organik dengan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
(Sf/Rs)