Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Suntik Dana Rp50 Miliar untuk Perbaiki Kinerja BUMD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 20:05 WITA

    Diskominfo Kaltim gelar silaturahmi dengan media dan pembahasan mengenai informasi perkembangan Perusda di Pemprov Kaltim Tahun 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya. 

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengalokasikan dana suntikan sebesar Rp50 miliar pada tahun 2025 mendatang.

    Kepala Bagian BUMD dan BLUD Provinsi Kaltim, Taufik, mengungkapkan bahwa dari delapan BUMD yang dimiliki Kaltim, terdapat tiga perusahaan yang membutuhkan perhatian khusus. 

    Ketiga perusahaan tersebut mengalami kendala dalam hal fiskal, operasional, dan pembayaran gaji karyawan.

    "BUMD seharusnya mampu mengelola modal yang telah diberikan dengan baik. Namun, dalam praktiknya, seringkali modal tersebut tidak digunakan secara efektif," ujar Taufik saat acara silaturahmi bersama media yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kaltim, Kamis (19/12/2024).

    Salah satu contoh BUMD yang akan mendapatkan suntikan dana adalah PT Ketenagalistrikan. Perusahaan ini membutuhkan tambahan modal untuk memperbaiki kondisi operasionalnya. 

    Pemprov Kaltim berharap suntikan dana ini dapat membantu PT Ketenagalistrikan kembali beroperasi dengan optimal.

    "Namun, perlu ditekankan bahwa tidak semua BUMD akan menerima suntikan dana," tegasnya. 

    Sebagai contoh, PT Agro Kaltim Utama tidak akan mendapatkan tambahan modal karena masalah pengelolaan yang buruk dan penggunaan dana yang tidak tepat. Bahkan, jajaran direksi perusahaan tersebut saat ini sedang menghadapi permasalahan hukum.

    Untuk memastikan pengelolaan BUMD berjalan dengan baik, Pemprov Kaltim secara rutin menggelar rapat evaluasi dan monitoring setiap tiga bulan. 

    Melalui forum ini, kinerja keuangan dan operasional masing-masing BUMD dapat dievaluasi secara berkala.

    "Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi BUMD yang sehat dan yang membutuhkan perhatian lebih, sehingga langkah-langkah perbaikan dapat diambil secara tepat," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Suntik Dana Rp50 Miliar untuk Perbaiki Kinerja BUMD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2024 pukul 20:05 WITA

    Diskominfo Kaltim gelar silaturahmi dengan media dan pembahasan mengenai informasi perkembangan Perusda di Pemprov Kaltim Tahun 2024. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya. 

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengalokasikan dana suntikan sebesar Rp50 miliar pada tahun 2025 mendatang.

    Kepala Bagian BUMD dan BLUD Provinsi Kaltim, Taufik, mengungkapkan bahwa dari delapan BUMD yang dimiliki Kaltim, terdapat tiga perusahaan yang membutuhkan perhatian khusus. 

    Ketiga perusahaan tersebut mengalami kendala dalam hal fiskal, operasional, dan pembayaran gaji karyawan.

    "BUMD seharusnya mampu mengelola modal yang telah diberikan dengan baik. Namun, dalam praktiknya, seringkali modal tersebut tidak digunakan secara efektif," ujar Taufik saat acara silaturahmi bersama media yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kaltim, Kamis (19/12/2024).

    Salah satu contoh BUMD yang akan mendapatkan suntikan dana adalah PT Ketenagalistrikan. Perusahaan ini membutuhkan tambahan modal untuk memperbaiki kondisi operasionalnya. 

    Pemprov Kaltim berharap suntikan dana ini dapat membantu PT Ketenagalistrikan kembali beroperasi dengan optimal.

    "Namun, perlu ditekankan bahwa tidak semua BUMD akan menerima suntikan dana," tegasnya. 

    Sebagai contoh, PT Agro Kaltim Utama tidak akan mendapatkan tambahan modal karena masalah pengelolaan yang buruk dan penggunaan dana yang tidak tepat. Bahkan, jajaran direksi perusahaan tersebut saat ini sedang menghadapi permasalahan hukum.

    Untuk memastikan pengelolaan BUMD berjalan dengan baik, Pemprov Kaltim secara rutin menggelar rapat evaluasi dan monitoring setiap tiga bulan. 

    Melalui forum ini, kinerja keuangan dan operasional masing-masing BUMD dapat dievaluasi secara berkala.

    "Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi BUMD yang sehat dan yang membutuhkan perhatian lebih, sehingga langkah-langkah perbaikan dapat diambil secara tepat," tutupnya.

    (Sf/Rs)