Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Siapkan Skenario Dana Tak Terduga Hadapi Eskalasi Karhutla

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Agustus 2026 pukul 16:18 WITA

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, dari kanan, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kaltim memaparkan kondisi terkini ratusan titik api di wilayah Kaltim kepada awak media pascarapat koordinasi teknis, Senin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda – Menghadapi ancaman cuaca panas yang diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan skenario ketahanan anggaran. 

    Keberadaan ratusan titik api yang terpantau memicu evaluasi kesiapan dana penanggulangan, meski saat ini operasi di lapangan masih sepenuhnya mengandalkan pos anggaran rutin.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pencairan anggaran khusus kedaruratan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. 

    Seluruh upaya pemadaman yang tengah berlangsung masih dibiayai melalui anggaran instansi terkait yang sudah bersiaga.

    "Saat ini kita menggunakan anggaran rutin dari BPBD, kemudian juga anggaran dari TNI dan Polri. Belum ada anggaran khusus untuk bencana," ungkap Seno usai melakukan rapat koordinasi teknis.

    Kendati demikian, pemerintah provinsi telah memetakan skenario antisipasi jika terjadi eskalasi krisis yang memaksa kenaikan status dari Siaga Bencana menjadi Siaga Darurat. 

    Penggunaan instrumen Belanja Tidak Terduga (BTT) dipersiapkan sebagai jaring pengaman fiskal agar mobilitas tim pemadam gabungan di lapangan tidak terhambat.

    "Nanti apabila ada peningkatan (status), maka kita harus melakukan perubahan anggaran melalui BTT kemungkinan nanti. Tapi mudah-mudahan tidak meningkat, dan kita bisa menurun," tambahnya.

    Sejauh ini, situasi kebakaran diklaim masih berada dalam kendali penuh. Sinergi tim terpadu terus melakukan lokalisir dan pemadaman secara berkala agar api tidak menyebar lebih luas ke berbagai wilayah kabupaten.

    "Titik api saat ini kurang lebih hampir 200 titik api terpantau. Kita juga sedang melakukan pemadaman yang dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Pemadam Api. Ini menjadi satu kesatuan yang bisa segera menyelesaikan dari ratusan titik api yang ada itu," jelasnya.

    Mengingat cuaca terik tanpa hujan diprediksi masih akan melanda wilayah Kaltim, kesiapan personel, intervensi modifikasi cuaca, dan keluwesan cadangan anggaran bakal lebih diutamakan untuk mitigasi di lapangan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Siapkan Skenario Dana Tak Terduga Hadapi Eskalasi Karhutla

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    24 Agustus 2026 pukul 16:18 WITA

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, dari kanan, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kaltim memaparkan kondisi terkini ratusan titik api di wilayah Kaltim kepada awak media pascarapat koordinasi teknis, Senin. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda – Menghadapi ancaman cuaca panas yang diprediksi berlangsung hingga akhir Agustus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menyiapkan skenario ketahanan anggaran. 

    Keberadaan ratusan titik api yang terpantau memicu evaluasi kesiapan dana penanggulangan, meski saat ini operasi di lapangan masih sepenuhnya mengandalkan pos anggaran rutin.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pencairan anggaran khusus kedaruratan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. 

    Seluruh upaya pemadaman yang tengah berlangsung masih dibiayai melalui anggaran instansi terkait yang sudah bersiaga.

    "Saat ini kita menggunakan anggaran rutin dari BPBD, kemudian juga anggaran dari TNI dan Polri. Belum ada anggaran khusus untuk bencana," ungkap Seno usai melakukan rapat koordinasi teknis.

    Kendati demikian, pemerintah provinsi telah memetakan skenario antisipasi jika terjadi eskalasi krisis yang memaksa kenaikan status dari Siaga Bencana menjadi Siaga Darurat. 

    Penggunaan instrumen Belanja Tidak Terduga (BTT) dipersiapkan sebagai jaring pengaman fiskal agar mobilitas tim pemadam gabungan di lapangan tidak terhambat.

    "Nanti apabila ada peningkatan (status), maka kita harus melakukan perubahan anggaran melalui BTT kemungkinan nanti. Tapi mudah-mudahan tidak meningkat, dan kita bisa menurun," tambahnya.

    Sejauh ini, situasi kebakaran diklaim masih berada dalam kendali penuh. Sinergi tim terpadu terus melakukan lokalisir dan pemadaman secara berkala agar api tidak menyebar lebih luas ke berbagai wilayah kabupaten.

    "Titik api saat ini kurang lebih hampir 200 titik api terpantau. Kita juga sedang melakukan pemadaman yang dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Pemadam Api. Ini menjadi satu kesatuan yang bisa segera menyelesaikan dari ratusan titik api yang ada itu," jelasnya.

    Mengingat cuaca terik tanpa hujan diprediksi masih akan melanda wilayah Kaltim, kesiapan personel, intervensi modifikasi cuaca, dan keluwesan cadangan anggaran bakal lebih diutamakan untuk mitigasi di lapangan.

    (Sf/Rs)