Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Tegas, Hotel Atlet Bakal Disulap Jadi Ruang Rawat Inap Buntut Dugaan 'Permainan' Kamar di RSUD AWS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Oktober 2025 pukul 19:22 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tidak tinggal diam menyikapi dugaan praktik tidak transparan terkait ketersediaan kamar di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

    Sebagai langkah antisipasi dan solusi konkret, Pemprov Kaltim kini mewacanakan pengalihfungsian Hotel Atlet di komplek Gelora Kadrie Oening Sempaja sebagai ruang perawatan pasien tambahan.

    Langkah tegas ini merupakan respons langsung atas keluhan masyarakat dan laporan bahwa RSUD AWS yang diduga kerap menolak pasien dengan alasan kamar penuh, yang ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa rencana penggunaan Hotel Atlet ini merupakan salah satu opsi serius yang akan segera dibahas.

    "Sarannya kita diminta rapatkan dengan Dispora untuk kerjasamanya, agar hotel atlet ini bisa digunakan," ujar Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (13/10/2025).

    Wacana ini mengemuka sebagai bagian dari ultimatum pemerintah kepada manajemen RSUD AWS untuk segera memperbaiki tata kelola pelayanan.

    Menurut Jaya, masalah ini menjadi sangat krusial karena menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, terutama dalam program kesehatan gratis (gratispol) yang digalakkan pemerintah.

    "Jangan sampai gratispol kesehatan ini tidak maksimal hanya karena masalah ketersediaan tempat tidur yang tidak jelas," tegasnya.

    Dugaan adanya 'permainan' dalam penyediaan kamar ini diperkuat oleh pengalaman yang dilaporkan oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

    Dalam sebuah kesempatan, tim dari Wagub kesulitan mendapatkan kamar bagi seorang pasien. Namun, setelah dilakukan koordinasi langsung oleh tim Wagub, kamar yang sebelumnya dinyatakan tidak tersedia mendadak bisa didapatkan.

    "Ini menjadi persoalan bagi kami. Ketika mereka (RSUD AWS) bilang penuh, tapi saat ditelepon timnya Pak Wagub, bisa aja ada. Berarti sebenarnya kan ada?" ungkap Jaya.

    Menyikapi hal ini, Dinkes Kaltim akan memanggil Direktur RSUD AWS dan jajarannya dalam pekan ini untuk meminta klarifikasi.

    Pihaknya juga mempertanyakan aliran dana subsidi dan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah digelontorkan ke rumah sakit. Jika ada fasilitas yang rusak, Jaya meminta agar segera diperbaiki menggunakan anggaran tersebut.

    "Kita sudah berikan subsidi kepada rumah sakit banyak sekali. Apalagi bisa menggunakan anggaran dari BLUD langsung," sebutnya.

    Hingga berita ini ditulis pada Selasa (14/10/2025) malam, upaya konfirmasi awak redaksi Seputar Fakta kepada pihak RS AWS belum membuahkan hasil.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Tegas, Hotel Atlet Bakal Disulap Jadi Ruang Rawat Inap Buntut Dugaan 'Permainan' Kamar di RSUD AWS

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Oktober 2025 pukul 19:22 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tidak tinggal diam menyikapi dugaan praktik tidak transparan terkait ketersediaan kamar di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.

    Sebagai langkah antisipasi dan solusi konkret, Pemprov Kaltim kini mewacanakan pengalihfungsian Hotel Atlet di komplek Gelora Kadrie Oening Sempaja sebagai ruang perawatan pasien tambahan.

    Langkah tegas ini merupakan respons langsung atas keluhan masyarakat dan laporan bahwa RSUD AWS yang diduga kerap menolak pasien dengan alasan kamar penuh, yang ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa rencana penggunaan Hotel Atlet ini merupakan salah satu opsi serius yang akan segera dibahas.

    "Sarannya kita diminta rapatkan dengan Dispora untuk kerjasamanya, agar hotel atlet ini bisa digunakan," ujar Jaya Mualimin di Samarinda, Senin (13/10/2025).

    Wacana ini mengemuka sebagai bagian dari ultimatum pemerintah kepada manajemen RSUD AWS untuk segera memperbaiki tata kelola pelayanan.

    Menurut Jaya, masalah ini menjadi sangat krusial karena menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, terutama dalam program kesehatan gratis (gratispol) yang digalakkan pemerintah.

    "Jangan sampai gratispol kesehatan ini tidak maksimal hanya karena masalah ketersediaan tempat tidur yang tidak jelas," tegasnya.

    Dugaan adanya 'permainan' dalam penyediaan kamar ini diperkuat oleh pengalaman yang dilaporkan oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

    Dalam sebuah kesempatan, tim dari Wagub kesulitan mendapatkan kamar bagi seorang pasien. Namun, setelah dilakukan koordinasi langsung oleh tim Wagub, kamar yang sebelumnya dinyatakan tidak tersedia mendadak bisa didapatkan.

    "Ini menjadi persoalan bagi kami. Ketika mereka (RSUD AWS) bilang penuh, tapi saat ditelepon timnya Pak Wagub, bisa aja ada. Berarti sebenarnya kan ada?" ungkap Jaya.

    Menyikapi hal ini, Dinkes Kaltim akan memanggil Direktur RSUD AWS dan jajarannya dalam pekan ini untuk meminta klarifikasi.

    Pihaknya juga mempertanyakan aliran dana subsidi dan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah digelontorkan ke rumah sakit. Jika ada fasilitas yang rusak, Jaya meminta agar segera diperbaiki menggunakan anggaran tersebut.

    "Kita sudah berikan subsidi kepada rumah sakit banyak sekali. Apalagi bisa menggunakan anggaran dari BLUD langsung," sebutnya.

    Hingga berita ini ditulis pada Selasa (14/10/2025) malam, upaya konfirmasi awak redaksi Seputar Fakta kepada pihak RS AWS belum membuahkan hasil.

    (Sf/Rs)