Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur saat diwawancarai setelah pertemuan evaluasi BKT bersama DPRD Kaltim di Gedung E, Samarinda, Sabtu (4/5/2024). Akmal akan membentuk Tim Evaluasi Pembangunan Pendidikan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Daerah Kalimantan Timur telah mengumumkan pembentukan Tim Evaluasi Pembangunan Bidang Pendidikan. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan evaluasi program-program pendidikan yang telah dilaksanakan sejak era kepemimpinan gubernur Awang Faroek Ishak hingga Isran Noor.
Kedua gubernur tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap revolusi pendidikan di Kaltim. Namun Penjabat (Pj ) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menekankan pentingnya pembentukan tim evaluasi untuk melanjutkan kemajuan tersebut.
"Kita perlu melihat lebih jauh dan mempertajam kebijakan yang sudah ada untuk memastikan eksekusi yang tepat," ujar Akmal dalam pertemuan Evaluasi Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang diadakan di Gedung E DPRD Kaltim pada Sabtu (4/5/2024).
Tim yang akan dibentuk ini diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dua anggota dari komisi 2 dan 4 DPRD, dua perwakilan dari Pemerintah Provinsi, Dewan Pendidikan, serta Badan Perguruan Tinggi.
Tujuan utama dari tim ini adalah untuk mempertajam dan memperbaiki kebijakan pendidikan yang telah diterapkan, khususnya program BKT yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Program BKT sendiri telah menunjukkan peningkatan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya, dengan total 214.051 penerima hingga saat ini.
Akmal Malik mengungkapkan keinginannya untuk lebih memfokuskan program ini pada tujuh kategori penerima khusus, termasuk keluarga miskin, anak berkebutuhan khusus, warga dari daerah terpencil, anak atau cucu veteran, Hafidz/Hafidzah, anak korban KDRT, dan kasus-kasus khusus lainnya.
Dengan capaian yang telah diraih, Akmal Malik berharap program BKT dapat berjalan lebih optimal lagi di masa depan. "Kami akan mencoba pendekatan baru dan memperbaiki aspek-aspek tertentu untuk memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi pendidikan di Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur saat diwawancarai setelah pertemuan evaluasi BKT bersama DPRD Kaltim di Gedung E, Samarinda, Sabtu (4/5/2024). Akmal akan membentuk Tim Evaluasi Pembangunan Pendidikan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Daerah Kalimantan Timur telah mengumumkan pembentukan Tim Evaluasi Pembangunan Bidang Pendidikan. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan evaluasi program-program pendidikan yang telah dilaksanakan sejak era kepemimpinan gubernur Awang Faroek Ishak hingga Isran Noor.
Kedua gubernur tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap revolusi pendidikan di Kaltim. Namun Penjabat (Pj ) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menekankan pentingnya pembentukan tim evaluasi untuk melanjutkan kemajuan tersebut.
"Kita perlu melihat lebih jauh dan mempertajam kebijakan yang sudah ada untuk memastikan eksekusi yang tepat," ujar Akmal dalam pertemuan Evaluasi Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang diadakan di Gedung E DPRD Kaltim pada Sabtu (4/5/2024).
Tim yang akan dibentuk ini diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dua anggota dari komisi 2 dan 4 DPRD, dua perwakilan dari Pemerintah Provinsi, Dewan Pendidikan, serta Badan Perguruan Tinggi.
Tujuan utama dari tim ini adalah untuk mempertajam dan memperbaiki kebijakan pendidikan yang telah diterapkan, khususnya program BKT yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.
Program BKT sendiri telah menunjukkan peningkatan jumlah penerima beasiswa setiap tahunnya, dengan total 214.051 penerima hingga saat ini.
Akmal Malik mengungkapkan keinginannya untuk lebih memfokuskan program ini pada tujuh kategori penerima khusus, termasuk keluarga miskin, anak berkebutuhan khusus, warga dari daerah terpencil, anak atau cucu veteran, Hafidz/Hafidzah, anak korban KDRT, dan kasus-kasus khusus lainnya.
Dengan capaian yang telah diraih, Akmal Malik berharap program BKT dapat berjalan lebih optimal lagi di masa depan. "Kami akan mencoba pendekatan baru dan memperbaiki aspek-aspek tertentu untuk memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi pendidikan di Kaltim," tutupnya.
(Sf/Rs)