Cari disini...
Seputar Kaltim
Suporter Borneo FC saat aksi damai mpertanyakan status dari Stadion Segiri. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membantah tudingan kelompok suporter klub sepakbola Borneo FC terkait status Stadion Segiri setelah renovasi. Melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, Pemprov menyatakan bahwa stadion belum diserahkan kepada mereka karena masih dalam masa pemeliharaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Belum diserahkan ke provinsi, karena masih dalam status masa pemeliharaan oleh Kementerian PU untuk MYC 2023-2024," ujar Ahmad Muzakkir, Rabu (6/2/2025).
Muzakkir menjelaskan bahwa kepastian terkait status Stadion Segiri sangat bergantung pada kapan stadion tersebut diserahkan secara resmi oleh Kementerian PUPR kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.
Selain itu, ia juga menyebutkan adanya hasil rapat yang dihadiri oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang merekomendasikan agar aset tersebut dikerjasamakan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kota Samarinda. "Aset tersebut dikerjasamakan antara Pemprov dengan Pemkot Samarinda," tegasnya.
Sebelumnya, kelompok suporter Borneo FC menggelar aksi damai di depan Stadion Segiri pada Rabu (5/2/2025). Mereka menuntut kejelasan dari pemerintah terkait status stadion setelah renovasi yang menelan anggaran Rp74 miliar dari APBN.
Ketua MSA, Yudhi HS, menyampaikan aspirasi mereka kepada awak media, meminta kepastian terkait kembalinya Borneo FC ke kandang. "Kami meminta kepastian dari pemerintah terkait kembalinya Borneo FC ke kandang (Stadion Segiri). Kami mendengar dari pihak manajemen belum ada kepastian hingga saat ini untuk bertanding di stadion ini pada laga kandang berikutnya tanggal 16 Februari 2025 mendatang," ujar Yudhi.
Suporter berharap agar pemerintah provinsi segera bertindak dan menerima penyerahan stadion dari PUPR, sehingga mereka dapat kembali menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang Borneo FC. Mereka juga menyoroti bahwa pembangunan stadion ini dilakukan oleh PUPR RI, sehingga tidak seharusnya ada klaim yang saling bertentangan setelah selesai.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suporter Borneo FC saat aksi damai mpertanyakan status dari Stadion Segiri. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membantah tudingan kelompok suporter klub sepakbola Borneo FC terkait status Stadion Segiri setelah renovasi. Melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir, Pemprov menyatakan bahwa stadion belum diserahkan kepada mereka karena masih dalam masa pemeliharaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Belum diserahkan ke provinsi, karena masih dalam status masa pemeliharaan oleh Kementerian PU untuk MYC 2023-2024," ujar Ahmad Muzakkir, Rabu (6/2/2025).
Muzakkir menjelaskan bahwa kepastian terkait status Stadion Segiri sangat bergantung pada kapan stadion tersebut diserahkan secara resmi oleh Kementerian PUPR kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.
Selain itu, ia juga menyebutkan adanya hasil rapat yang dihadiri oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang merekomendasikan agar aset tersebut dikerjasamakan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kota Samarinda. "Aset tersebut dikerjasamakan antara Pemprov dengan Pemkot Samarinda," tegasnya.
Sebelumnya, kelompok suporter Borneo FC menggelar aksi damai di depan Stadion Segiri pada Rabu (5/2/2025). Mereka menuntut kejelasan dari pemerintah terkait status stadion setelah renovasi yang menelan anggaran Rp74 miliar dari APBN.
Ketua MSA, Yudhi HS, menyampaikan aspirasi mereka kepada awak media, meminta kepastian terkait kembalinya Borneo FC ke kandang. "Kami meminta kepastian dari pemerintah terkait kembalinya Borneo FC ke kandang (Stadion Segiri). Kami mendengar dari pihak manajemen belum ada kepastian hingga saat ini untuk bertanding di stadion ini pada laga kandang berikutnya tanggal 16 Februari 2025 mendatang," ujar Yudhi.
Suporter berharap agar pemerintah provinsi segera bertindak dan menerima penyerahan stadion dari PUPR, sehingga mereka dapat kembali menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang Borneo FC. Mereka juga menyoroti bahwa pembangunan stadion ini dilakukan oleh PUPR RI, sehingga tidak seharusnya ada klaim yang saling bertentangan setelah selesai.
(Sf/Mr)