Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan dengan meluncurkan program Jospol.
Melalui program ini, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan bagi guru honorer di tingkat TK, PAUD, SD, SMP, serta para guru pondok pesantren dan guru ngaji di TPA.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah, menyampaikan langsung kabar ini kepada awak media pada Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, insentif ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para pendidik yang telah menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di Kaltim.
“Benar, pemerintah provinsi beri insentif Rp 500 ribu per bulan, melalui program Jospol,” ujar Dasmiah.
Dasmiah menegaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata perhatian Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan di lapisan paling bawah.
Ia menyebut para guru honorer dan guru ngaji sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.
"Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sudah selayaknya pemerintah hadir untuk membantu dan memperhatikan kesejahteraan mereka," tambahnya.
Pemberian insentif ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para guru untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik, terutama di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Meskipun nominalnya terlihat kecil, Dasmiah meyakini insentif ini akan sangat membantu para guru honorer yang selama ini memiliki penghasilan terbatas.
"Meski terlihat kecil, namun ini sangat membantu mereka guru honorer yang penghasilannya belum maksimal," jelas Dasmiah.
Program ini juga sejalan dengan visi Pemprov Kaltim untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dasmiah berharap, dengan adanya dukungan ekonomi, para pendidik bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas mulianya tanpa terbebani urusan ekonomi.
"Harapannya, kesejahteraan para pendidik di Kaltim bisa semakin baik, dan mereka bisa fokus menjalankan tugas mulianya tanpa terbebani urusan ekonomi,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan dengan meluncurkan program Jospol.
Melalui program ini, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan bagi guru honorer di tingkat TK, PAUD, SD, SMP, serta para guru pondok pesantren dan guru ngaji di TPA.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah, menyampaikan langsung kabar ini kepada awak media pada Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, insentif ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para pendidik yang telah menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di Kaltim.
“Benar, pemerintah provinsi beri insentif Rp 500 ribu per bulan, melalui program Jospol,” ujar Dasmiah.
Dasmiah menegaskan bahwa kebijakan ini adalah wujud nyata perhatian Pemprov Kaltim untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan di lapisan paling bawah.
Ia menyebut para guru honorer dan guru ngaji sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.
"Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sudah selayaknya pemerintah hadir untuk membantu dan memperhatikan kesejahteraan mereka," tambahnya.
Pemberian insentif ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para guru untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik, terutama di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Meskipun nominalnya terlihat kecil, Dasmiah meyakini insentif ini akan sangat membantu para guru honorer yang selama ini memiliki penghasilan terbatas.
"Meski terlihat kecil, namun ini sangat membantu mereka guru honorer yang penghasilannya belum maksimal," jelas Dasmiah.
Program ini juga sejalan dengan visi Pemprov Kaltim untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dasmiah berharap, dengan adanya dukungan ekonomi, para pendidik bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas mulianya tanpa terbebani urusan ekonomi.
"Harapannya, kesejahteraan para pendidik di Kaltim bisa semakin baik, dan mereka bisa fokus menjalankan tugas mulianya tanpa terbebani urusan ekonomi,” tutupnya.
(Sf/Rs)