Pemprov Kaltim Batal Berikan Uang Transportasi untuk Ormas, Plt Kepala Kesbangpol Minta Maaf

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    13 April 2026 12:30 WIB

    Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Rencana pemberian uang transportasi bagi ratusan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir antiklimaks. 

    Rencana tersebut resmi dibatalkan setelah draf surat permohonan bantuan fasilitas dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim bocor ke publik dan memicu beragam spekulasi.

    ​Polemik ini bermula dari beredarnya surat tertanggal 11 April 2026 yang ditujukan kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni. 

    Dalam surat tersebut, tertera rincian usulan pemberian honor transportasi bagi para anggota ormas dan narasumber acara.

    ​Berdasarkan isi surat, direncanakan pemberian uang transportasi sebesar Rp105.000 per orang. Dengan estimasi jumlah undangan mencapai sekitar 400 orang, total anggaran yang diusulkan diperkirakan menyentuh angka Rp42 juta.

    ​Klarifikasi dan permintaan maaf Kesbangpol menanggapi ramainya isu pembagian amplop pada kegiatan silaturahmi dan coffee morning di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kegubernuran Kaltim pada Senin (13/4/2026), Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring segera angkat bicara.

    ​Sembiring secara terbuka mengakui adanya kekeliruan administrasi. Ia menegaskan dokumen yang beredar luas di masyarakat itu murni masih berupa konsep usulan dan belum mendapat persetujuan dari pimpinan Pemprov Kaltim.

    ​"Informasi yang beredar itu masih sebatas konsep usulan dari saya. Saya mohon maaf karena ini murni kesalahan saya," tegasnya.

    Ia menjelaskan usulan tersebut dibuat dengan niat baik agar tidak memberatkan peserta, namun diakui terkesan terburu-buru tanpa pemahaman mendalam terkait mekanisme birokrasi anggaran.

    ​"Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat sebagai Plt. Niatnya murni agar tidak memberatkan teman-teman ormas yang datang dari jauh. Tapi karena belum disetujui dan terlanjur beredar, akhirnya menimbulkan kesalahpahaman," jelasnya.

    ​Dipastikan tidak ada pembagian uang atas kegaduhan yang terjadi, Sembiring menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran pimpinan daerah, mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Sekretaris Provinsi Kaltim.

    ​Ia juga memastikan dan menggaransi hingga acara silaturahmi tersebut selesai digelar, tidak ada satu pun uang transportasi yang direalisasikan atau dibagikan kepada para peserta undangan.

    ​"Saat ini kami belum dapat memberikan bantuan transport sebagaimana informasi yang sempat beredar. Sekali lagi saya mohon maaf atas hal tersebut. Mudah-mudahan ke depan, apabila anggaran memungkinkan dan tidak lagi terpotong-potong, kami dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan silaturahmi seperti ini," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemprov Kaltim Batal Berikan Uang Transportasi untuk Ormas, Plt Kepala Kesbangpol Minta Maaf

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    13 April 2026 12:30 WIB

    Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Rencana pemberian uang transportasi bagi ratusan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir antiklimaks. 

    Rencana tersebut resmi dibatalkan setelah draf surat permohonan bantuan fasilitas dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim bocor ke publik dan memicu beragam spekulasi.

    ​Polemik ini bermula dari beredarnya surat tertanggal 11 April 2026 yang ditujukan kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni. 

    Dalam surat tersebut, tertera rincian usulan pemberian honor transportasi bagi para anggota ormas dan narasumber acara.

    ​Berdasarkan isi surat, direncanakan pemberian uang transportasi sebesar Rp105.000 per orang. Dengan estimasi jumlah undangan mencapai sekitar 400 orang, total anggaran yang diusulkan diperkirakan menyentuh angka Rp42 juta.

    ​Klarifikasi dan permintaan maaf Kesbangpol menanggapi ramainya isu pembagian amplop pada kegiatan silaturahmi dan coffee morning di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kegubernuran Kaltim pada Senin (13/4/2026), Plt Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring segera angkat bicara.

    ​Sembiring secara terbuka mengakui adanya kekeliruan administrasi. Ia menegaskan dokumen yang beredar luas di masyarakat itu murni masih berupa konsep usulan dan belum mendapat persetujuan dari pimpinan Pemprov Kaltim.

    ​"Informasi yang beredar itu masih sebatas konsep usulan dari saya. Saya mohon maaf karena ini murni kesalahan saya," tegasnya.

    Ia menjelaskan usulan tersebut dibuat dengan niat baik agar tidak memberatkan peserta, namun diakui terkesan terburu-buru tanpa pemahaman mendalam terkait mekanisme birokrasi anggaran.

    ​"Saya orang baru, belum genap sebulan menjabat sebagai Plt. Niatnya murni agar tidak memberatkan teman-teman ormas yang datang dari jauh. Tapi karena belum disetujui dan terlanjur beredar, akhirnya menimbulkan kesalahpahaman," jelasnya.

    ​Dipastikan tidak ada pembagian uang atas kegaduhan yang terjadi, Sembiring menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada jajaran pimpinan daerah, mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, hingga Sekretaris Provinsi Kaltim.

    ​Ia juga memastikan dan menggaransi hingga acara silaturahmi tersebut selesai digelar, tidak ada satu pun uang transportasi yang direalisasikan atau dibagikan kepada para peserta undangan.

    ​"Saat ini kami belum dapat memberikan bantuan transport sebagaimana informasi yang sempat beredar. Sekali lagi saya mohon maaf atas hal tersebut. Mudah-mudahan ke depan, apabila anggaran memungkinkan dan tidak lagi terpotong-potong, kami dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk memfasilitasi kegiatan silaturahmi seperti ini," tutupnya.

    (Sf/Lo)