Seputar Kaltim

    Pemprov Bangun Turap Samarinda-Anggana, Warga Terdampak Bakal Diberi Uang Sewa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    08 Mei 2023 pukul 21:01 WITA

    Papan Informasi Proyek pembangunan Turap Ruas Jalan Samarinda-Anggana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menganggarkan Rp 11 miliar untuk membangun turap dari Kota Samarinda menuju Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Pembangunan turap ini menelan anggaran Rp11.019.586.056,53 atau Rp 11 miliar lebih dari APBD Kaltim dengan kontraktor pelaksana PT Boanerges Putra Utama dan kontraktor pegawas  PT Arcsindo Karya Utama.


    Waktu pelaksanaan proyek ini sendiri selama 175 hari kalender pada 2023 ini untuk turap sepanjang 50 meter. Rumah warga di bantaran Sungai Mahakam yang terdampak akan diberikan uang sewa rumah. 

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengaku pembangunan ini dimulai dengan rapat koordinasi.

    Rapat koordinasi itu dilaksanakan dengan beberapa pihak terkait, seperti masyarakat terdampak, PDAM, Telkom, PLN dan Pertagas.

    "Ini harus dikoordinasikan dengan pihak terkait, seperti rumah yang terdampak, sebab mereka harus pindah dan ada gardu PLN yang harus diamankan, ini menyangkut jalanan umum juga," ungkapnya.

    Camat Sambutan, Yosua Laden mengaku warga yang rumahnya di tepi Sungai Mahakam yang terdampak nantinya akan diberikan uang untuk sewa.

    "Kisaran pastinya belum ditentukan, ini masih dalam tahap proses. Tapi di sini (Sambutan, Red) ada tiga KK yang telah tercatat," jelasnya.

    Dirinya mengaku telah menerima permohonan dari warga yang terdampak untuk pembebasan lahan.

    "Untuk permohonan pembebasan lahan sedang kami ajukan juga, semoga bisa diakomodir. Sebab lahan tersebut kurang mendukung untuk ditempati kembali oleh warga," lanjutnya.

    Warga yang terdampak akan pindah setelah diberikan uang sewa. Seperti dikatakan oleh warga sekitar yang masih bertahan, Siti Rokayah (50).

    "Dengan kondisi rumah miring seperti ini, kami akan pindah. Tapi, menunggu uang sewa yang akan diberikan oleh pemerintah," bebernya.

    Ia pun berharap uang sewa yang diberikan nantinya tidak disunat oleh oknum tidak bertanggungjawab.

    "Kalau uang yang diberikan Rp1 juta jangan dipotong berapa pun itu. Kami mengharapkan untuk dapat dengan sesuai karena kebutuhan banyak dan kondisi keuangan yang cukup, jadi kalau rumah sewa kami lebih mahal daripada uang yang dikasih kan tidak bisa mencukupi," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemprov Bangun Turap Samarinda-Anggana, Warga Terdampak Bakal Diberi Uang Sewa

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    08 Mei 2023 pukul 21:01 WITA

    Papan Informasi Proyek pembangunan Turap Ruas Jalan Samarinda-Anggana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menganggarkan Rp 11 miliar untuk membangun turap dari Kota Samarinda menuju Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

    Pembangunan turap ini menelan anggaran Rp11.019.586.056,53 atau Rp 11 miliar lebih dari APBD Kaltim dengan kontraktor pelaksana PT Boanerges Putra Utama dan kontraktor pegawas  PT Arcsindo Karya Utama.


    Waktu pelaksanaan proyek ini sendiri selama 175 hari kalender pada 2023 ini untuk turap sepanjang 50 meter. Rumah warga di bantaran Sungai Mahakam yang terdampak akan diberikan uang sewa rumah. 

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengaku pembangunan ini dimulai dengan rapat koordinasi.

    Rapat koordinasi itu dilaksanakan dengan beberapa pihak terkait, seperti masyarakat terdampak, PDAM, Telkom, PLN dan Pertagas.

    "Ini harus dikoordinasikan dengan pihak terkait, seperti rumah yang terdampak, sebab mereka harus pindah dan ada gardu PLN yang harus diamankan, ini menyangkut jalanan umum juga," ungkapnya.

    Camat Sambutan, Yosua Laden mengaku warga yang rumahnya di tepi Sungai Mahakam yang terdampak nantinya akan diberikan uang untuk sewa.

    "Kisaran pastinya belum ditentukan, ini masih dalam tahap proses. Tapi di sini (Sambutan, Red) ada tiga KK yang telah tercatat," jelasnya.

    Dirinya mengaku telah menerima permohonan dari warga yang terdampak untuk pembebasan lahan.

    "Untuk permohonan pembebasan lahan sedang kami ajukan juga, semoga bisa diakomodir. Sebab lahan tersebut kurang mendukung untuk ditempati kembali oleh warga," lanjutnya.

    Warga yang terdampak akan pindah setelah diberikan uang sewa. Seperti dikatakan oleh warga sekitar yang masih bertahan, Siti Rokayah (50).

    "Dengan kondisi rumah miring seperti ini, kami akan pindah. Tapi, menunggu uang sewa yang akan diberikan oleh pemerintah," bebernya.

    Ia pun berharap uang sewa yang diberikan nantinya tidak disunat oleh oknum tidak bertanggungjawab.

    "Kalau uang yang diberikan Rp1 juta jangan dipotong berapa pun itu. Kami mengharapkan untuk dapat dengan sesuai karena kebutuhan banyak dan kondisi keuangan yang cukup, jadi kalau rumah sewa kami lebih mahal daripada uang yang dikasih kan tidak bisa mencukupi," tutupnya.

    (Sf/By)