Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Uji Coba Makan Bergizi Gratis Seharga Rp15 Ribu, Isinya Apa?

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 12:55 WITA

    Uji coba program makanan bergizi di SMPN 004, Kelurhaan Air Putih, Samarinda Ulu, Selasa (10/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pagi tadi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama dengan Kodim 0901 Samarinda melakukan uji coba program dari pemerintah pusat yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ke tiga sekolah mulai dari TK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (10/12/2024). 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan bahwa harga satu porsi makanan yang dibagikan hari ini senilai Rp15 ribu. Uji coba pembagian makanan ini dilaksanakan di TK Kartika V-11 SDN 004 Putih dan SMPN 004 Kelurahan Air Putih. 

    "Saya tanya anak-anak tadi biasanya mereka makan siang di kantin dengan harga sekitar Rp12 ribu," ungkap Andi Harun. 

    Secara keseluruhan yang menerima makanan dari uji coba program ini ada sekitar 300 siswa. Menu yang tersaji yakni tumis sayur, tahu, daging ayam, buah, serta susu kotak. 

    Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan, konsep menu yang disajikan ini merupakan hasil dari rekomendasi yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Seperti yang dikatakan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun sebelumnya, terdapat dua orang dari Samarinda yang mendapat pelatihan dan sertifikasi dari BGN sebagai koordinator dapur dan konsultan gizi dalam menjalankan program ini. 

    "Merekalah yang menentukan standar gizinya sesuai dengan arahan dari BGN," ungkap Anggara. 

    Dikatakannya, kalori yang terdapat dalam makanan ini untuk tingkatan TK terdapat sekitar 380 kalori. Sedangkan untuk tingkatan SD dan SMP ada sekitar 450 kalori. 

    Untuk menjalankan program ini, menurutnya membutuhkan sekitar sembilan dapur sehat agar dapat melayani seluruh siswa yang ada di Samarinda. Di mana dalam satu dapur, kata Anggara, dapat melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa. 

    "Kita lakukan uji coba ini supaya tahu bagaimana kondisi di lapangan, distribusinya, waktu pembagian dan lainnya akan kita koordinasikan," tuturnya. 

    Terkait dengan harga per-porsinya, ia menegaskan bakal mengikuti arahan dari BGN, apakah tetap dengan harga Rp10 ribu untuk satu porsi atau tidak. "Untuk harga yang menetapkan BGN, masih dalam pembahasan, apakah nanti di Kaltim sama atau tidak, karna harga bahan-bahan makanan tiap daerah tentu berbeda," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Uji Coba Makan Bergizi Gratis Seharga Rp15 Ribu, Isinya Apa?

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 12:55 WITA

    Uji coba program makanan bergizi di SMPN 004, Kelurhaan Air Putih, Samarinda Ulu, Selasa (10/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pagi tadi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama dengan Kodim 0901 Samarinda melakukan uji coba program dari pemerintah pusat yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ke tiga sekolah mulai dari TK, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (10/12/2024). 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan bahwa harga satu porsi makanan yang dibagikan hari ini senilai Rp15 ribu. Uji coba pembagian makanan ini dilaksanakan di TK Kartika V-11 SDN 004 Putih dan SMPN 004 Kelurahan Air Putih. 

    "Saya tanya anak-anak tadi biasanya mereka makan siang di kantin dengan harga sekitar Rp12 ribu," ungkap Andi Harun. 

    Secara keseluruhan yang menerima makanan dari uji coba program ini ada sekitar 300 siswa. Menu yang tersaji yakni tumis sayur, tahu, daging ayam, buah, serta susu kotak. 

    Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan, konsep menu yang disajikan ini merupakan hasil dari rekomendasi yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Seperti yang dikatakan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun sebelumnya, terdapat dua orang dari Samarinda yang mendapat pelatihan dan sertifikasi dari BGN sebagai koordinator dapur dan konsultan gizi dalam menjalankan program ini. 

    "Merekalah yang menentukan standar gizinya sesuai dengan arahan dari BGN," ungkap Anggara. 

    Dikatakannya, kalori yang terdapat dalam makanan ini untuk tingkatan TK terdapat sekitar 380 kalori. Sedangkan untuk tingkatan SD dan SMP ada sekitar 450 kalori. 

    Untuk menjalankan program ini, menurutnya membutuhkan sekitar sembilan dapur sehat agar dapat melayani seluruh siswa yang ada di Samarinda. Di mana dalam satu dapur, kata Anggara, dapat melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa. 

    "Kita lakukan uji coba ini supaya tahu bagaimana kondisi di lapangan, distribusinya, waktu pembagian dan lainnya akan kita koordinasikan," tuturnya. 

    Terkait dengan harga per-porsinya, ia menegaskan bakal mengikuti arahan dari BGN, apakah tetap dengan harga Rp10 ribu untuk satu porsi atau tidak. "Untuk harga yang menetapkan BGN, masih dalam pembahasan, apakah nanti di Kaltim sama atau tidak, karna harga bahan-bahan makanan tiap daerah tentu berbeda," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)