Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemberian penghargaan kepada atlet Samarinda yang berprestasi, termasuk manajer dan pelatih dari berbagai macam pertandingan seperi PON XXI Aceh-Sumut yang digelar di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi dalam berbagai ajang olahraga. Tak hanya atlet, manajer dan pelatih pun turut mendapatkan penghargaan tersebut.
Acara pemberian penghargaan itu digelar di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025).
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dunia olahraga di Samarinda.
“Kami sudah menjanjikan bahwa mereka yang berprestasi akan mendapat penghargaan. Ini sebagai bentuk apresiasi agar mereka bisa menikmati hasil kerja keras mereka sendiri,” ujar Muslimin.
Penerima penghargaan berasal dari berbagai kompetisi bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Solo, Prapornas IV Kendari, Pekan Olahraga Provinsi Korpri (Porprov KORPRI) III Paser, serta Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) IV Balikpapan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, atlet yang meraih medali di PON XXI mendapatkan bonus dengan nominal berbeda. Peraih medali emas menerima Rp100 juta, medali perak Rp40 juta, dan medali perunggu Rp20 juta.
Tidak hanya itu, secara pribadi Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga memberikan tambahan bonus khusus untuk cabang olahraga silat dan taekwondo sebesar Rp350 juta bagi atlet yang meraih medali emas.
Menurut Andi Harun, pemberian apresiasi ini mencerminkan peningkatan perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga dibandingkan kondisi di era 1990-an.
Ia menyoroti bahwa dahulu para atlet harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi untuk bisa bertanding.
"Kalau sekarang enak, ada pemerintah yang memfasilitasi. Kita ajukan proposal, pasti ada dukungan. Kalau dulu, sampai motor kita jual untuk ikut tanding karena tidak ada yang memfasilitasi,” ujar Andi Harun.
Ia menyampaikan bahwa bonus yang diberikan langsung ditransfer ke rekening atlet tanpa adanya potongan dari pemerintah, kecuali pajak. Ia juga mengingatkan agar atlet tidak segan melapor jika ada pemotongan di luar kesepakatan internal tim.
"Kalau sampai ada yang dipotong, lapor ke saya. Kecuali ada kesepakatan internal untuk berbagi dengan rekan-rekan yang sudah berjuang tetapi belum mendapatkan bonus," tegasnya.
Dengan adanya apresiasi ini, ia berharap olahraga di Samarinda semakin berkembang dan menjadi indikator kemajuan kota. Sebab, ia menjabarkan bahwa kemajuan kota tidak hanya dalam aspek kebersihan dan infrastruktur, tetapi juga di bidang prestasi olahraga.
"Dan olahraga itu harus didukung semua," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemberian penghargaan kepada atlet Samarinda yang berprestasi, termasuk manajer dan pelatih dari berbagai macam pertandingan seperi PON XXI Aceh-Sumut yang digelar di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi dalam berbagai ajang olahraga. Tak hanya atlet, manajer dan pelatih pun turut mendapatkan penghargaan tersebut.
Acara pemberian penghargaan itu digelar di GOR Segiri, Minggu (16/3/2025).
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dunia olahraga di Samarinda.
“Kami sudah menjanjikan bahwa mereka yang berprestasi akan mendapat penghargaan. Ini sebagai bentuk apresiasi agar mereka bisa menikmati hasil kerja keras mereka sendiri,” ujar Muslimin.
Penerima penghargaan berasal dari berbagai kompetisi bergengsi, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV Solo, Prapornas IV Kendari, Pekan Olahraga Provinsi Korpri (Porprov KORPRI) III Paser, serta Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) IV Balikpapan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, atlet yang meraih medali di PON XXI mendapatkan bonus dengan nominal berbeda. Peraih medali emas menerima Rp100 juta, medali perak Rp40 juta, dan medali perunggu Rp20 juta.
Tidak hanya itu, secara pribadi Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga memberikan tambahan bonus khusus untuk cabang olahraga silat dan taekwondo sebesar Rp350 juta bagi atlet yang meraih medali emas.
Menurut Andi Harun, pemberian apresiasi ini mencerminkan peningkatan perhatian pemerintah terhadap dunia olahraga dibandingkan kondisi di era 1990-an.
Ia menyoroti bahwa dahulu para atlet harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas, bahkan sampai menjual kendaraan pribadi untuk bisa bertanding.
"Kalau sekarang enak, ada pemerintah yang memfasilitasi. Kita ajukan proposal, pasti ada dukungan. Kalau dulu, sampai motor kita jual untuk ikut tanding karena tidak ada yang memfasilitasi,” ujar Andi Harun.
Ia menyampaikan bahwa bonus yang diberikan langsung ditransfer ke rekening atlet tanpa adanya potongan dari pemerintah, kecuali pajak. Ia juga mengingatkan agar atlet tidak segan melapor jika ada pemotongan di luar kesepakatan internal tim.
"Kalau sampai ada yang dipotong, lapor ke saya. Kecuali ada kesepakatan internal untuk berbagi dengan rekan-rekan yang sudah berjuang tetapi belum mendapatkan bonus," tegasnya.
Dengan adanya apresiasi ini, ia berharap olahraga di Samarinda semakin berkembang dan menjadi indikator kemajuan kota. Sebab, ia menjabarkan bahwa kemajuan kota tidak hanya dalam aspek kebersihan dan infrastruktur, tetapi juga di bidang prestasi olahraga.
"Dan olahraga itu harus didukung semua," pungkasnya.
(Sf/Rs)