Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang diambil pasca kebakaran yang melanda SMP 5 Samarinda, Selasa (19/3) lalu.
Menurutnya, terdapat dua kebijakan penting yang telah diputuskan untuk mengatasi dampak kebakaran tersebut.
"Pertama, kami akan mengganti ruangan yang terbakar dengan membangun sekitar 10 ruangan baru. Insya Allah, ruangan tersebut akan segera dituntaskan dengan menggunakan dana mendesak sekitar Rp11,8 miliar, termasuk mengganti alat drumband," ujar Asli belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa dari total 20 ruangan yang terbakar, terdapat 10 ruangan yang mengalami kerusakan parah akan menjadi prioritas dalam pembangunan yang segera dilakukan. Sementara untuk ruangan yang tersisa, pembangunan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya karena adanya keterbatasan dana.
"Selain itu, untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan, kami juga telah mengambil kebijakan untuk meningkatkan jumlah hari belajar menjadi 6 hari dalam seminggu dan menerapkan sistem double shift. Meskipun tidak optimal, namun hal ini menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan ruangan yang baru," tambahnya.
Dia menegaskan bahwa proses belajar mengajar di SMP 5 Samarinda harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.
Oleh karena itu, penggunaan ruangan yang masih tersedia akan dioptimalkan dengan menambah satu hari sekolah menjadi 6 hari dalam seminggu.
"Terkait pembangunan ruangan baru, dalam waktu dekat akan dilakukan lelang. Kami optimis bahwa pembangunan akan selesai tahun ini, meskipun waktu pastinya tergantung pada kecepatan proses lelang," jelasnya.
Dengan demikian, Kepala Disdikbud Samarinda menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar di SMP 5 Samarinda tetap berjalan lancar, sambil menjalankan proses pembangunan ruangan baru untuk menggantikan yang terbakar dalam peristiwa malang itu.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang diambil pasca kebakaran yang melanda SMP 5 Samarinda, Selasa (19/3) lalu.
Menurutnya, terdapat dua kebijakan penting yang telah diputuskan untuk mengatasi dampak kebakaran tersebut.
"Pertama, kami akan mengganti ruangan yang terbakar dengan membangun sekitar 10 ruangan baru. Insya Allah, ruangan tersebut akan segera dituntaskan dengan menggunakan dana mendesak sekitar Rp11,8 miliar, termasuk mengganti alat drumband," ujar Asli belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa dari total 20 ruangan yang terbakar, terdapat 10 ruangan yang mengalami kerusakan parah akan menjadi prioritas dalam pembangunan yang segera dilakukan. Sementara untuk ruangan yang tersisa, pembangunan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya karena adanya keterbatasan dana.
"Selain itu, untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan, kami juga telah mengambil kebijakan untuk meningkatkan jumlah hari belajar menjadi 6 hari dalam seminggu dan menerapkan sistem double shift. Meskipun tidak optimal, namun hal ini menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan ruangan yang baru," tambahnya.
Dia menegaskan bahwa proses belajar mengajar di SMP 5 Samarinda harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.
Oleh karena itu, penggunaan ruangan yang masih tersedia akan dioptimalkan dengan menambah satu hari sekolah menjadi 6 hari dalam seminggu.
"Terkait pembangunan ruangan baru, dalam waktu dekat akan dilakukan lelang. Kami optimis bahwa pembangunan akan selesai tahun ini, meskipun waktu pastinya tergantung pada kecepatan proses lelang," jelasnya.
Dengan demikian, Kepala Disdikbud Samarinda menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar di SMP 5 Samarinda tetap berjalan lancar, sambil menjalankan proses pembangunan ruangan baru untuk menggantikan yang terbakar dalam peristiwa malang itu.
(Sf/Rs)