Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi makan siang gratis. (Foto: Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda akan segera melakukan uji coba program makan siang gratis di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kawasan Awang Long dengan melibatkan dua juru masak (koki) asal Samarinda.
Sebagaimana diketahui, program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, guna meningkatkan kualitas gizi siswa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Sebagai kader Partai Gerindra, ia menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam pelaksanaan program makan siang gratis. "Sebagai kader Partai Gerindra yang dipercaya masyarakat menjadi kepala daerah, tentu saya ada di baris terdepan untuk menjalankan program makan siang gratis ini," ujar Andi Harun, Minggu (8/12).
Lebih lanjut, pria dengan sapaan AH itu juga memastikan keterlibatan dua koki asal Samarinda yang telah dilatih di pusat untuk mendukung operasional dapur sehat. “Kedua juru masak itu berasal dari Samarinda. Ini menunjukkan komitmen kita agar warga lokal berkontribusi langsung dalam program ini,” ujarnya.
Dijelaskan, dalam pelaksanaan program ini, Badan Gizi Nasional (BGN) adalah sebagai penggerak utama. Sedangkan Pemkot Samarinda, kata AH akan bertindak sebagai pendukung dan bertugas membantu pendistribusian makanan. "Semua SOP ditentukan oleh BGN, kita di pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana untuk mendukung," tambahnya.
Meski begitu, ia berharap nantinya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal dapat turut terlibat dalam program ini. Dengan demikian, selain meningkatkan kualitas gizi siswa, program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Samarinda.
"Sekarang sudah ada satu dapur sehat. Kita harapkan dapur sehat ini ada di setiap kecamatan. Kita juga akan mencarikan lokasi yang strategis agar dapur sehat ini dapat berfungsi optimal," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi makan siang gratis. (Foto: Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda akan segera melakukan uji coba program makan siang gratis di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kawasan Awang Long dengan melibatkan dua juru masak (koki) asal Samarinda.
Sebagaimana diketahui, program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, guna meningkatkan kualitas gizi siswa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Sebagai kader Partai Gerindra, ia menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan dalam pelaksanaan program makan siang gratis. "Sebagai kader Partai Gerindra yang dipercaya masyarakat menjadi kepala daerah, tentu saya ada di baris terdepan untuk menjalankan program makan siang gratis ini," ujar Andi Harun, Minggu (8/12).
Lebih lanjut, pria dengan sapaan AH itu juga memastikan keterlibatan dua koki asal Samarinda yang telah dilatih di pusat untuk mendukung operasional dapur sehat. “Kedua juru masak itu berasal dari Samarinda. Ini menunjukkan komitmen kita agar warga lokal berkontribusi langsung dalam program ini,” ujarnya.
Dijelaskan, dalam pelaksanaan program ini, Badan Gizi Nasional (BGN) adalah sebagai penggerak utama. Sedangkan Pemkot Samarinda, kata AH akan bertindak sebagai pendukung dan bertugas membantu pendistribusian makanan. "Semua SOP ditentukan oleh BGN, kita di pemerintah daerah hanya sebagai pelaksana untuk mendukung," tambahnya.
Meski begitu, ia berharap nantinya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal dapat turut terlibat dalam program ini. Dengan demikian, selain meningkatkan kualitas gizi siswa, program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Samarinda.
"Sekarang sudah ada satu dapur sehat. Kita harapkan dapur sehat ini ada di setiap kecamatan. Kita juga akan mencarikan lokasi yang strategis agar dapur sehat ini dapat berfungsi optimal," pungkasnya.
(Sf/Rs)