Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Rencana Beri Bantuan Masyarakat yang Terdampak BBM Oplosan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 April 2025 pukul 12:57 WITA

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy saat diwawancara, Kamis (10/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memberikan bantuan kepada warga yang terdampak akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oplosan. Rencananya bantuan itu dikhususkan untuk pengguna roda dua. 

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa rencana pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kerugian.

    Seperti diketahui, sejak akhir Maret lalu, banyak masyarakat yang mengeluhkan kendaraannya mengalami gangguan usai mengisi BBM. Sehingga muncul indikasi adanya BBM oplosan. 

    Berbagai pihak juga telah turun ke lapangan mengecek langsung, namun keluhan itu masih terus berdatangan dari masyarakat. 

    "Yang jelas, Pak Wali mau membantu masyarakat. Kita tidak melihat siapa yang salah dan sebagainya, intinya pemerintah kota ingin agar masyarakatnya tidak kesusahan," ujar Marnabas saat dikonfirmasi di gedung Bapperida, Kamis (10/4/2025).

    Detail teknis terkait bantuan tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar siang ini. Salah satu poin utama yang akan diputuskan adalah bentuk bantuan yang rencananya berupa uang tunai. 

    Namun demikian, besaran dana serta kriteria penerima masih akan dibahas lebih lanjut. 

    "Yang jelas ada bentuk bantuannya untuk meringankan beban masyarakat, dan saat ini difokuskan terlebih dahulu kepada pengguna roda dua," katanya.

    Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot mewajibkan adanya keterangan resmi dari bengkel yang menyatakan bahwa kerusakan kendaraan memang disebabkan oleh penggunaan BBM oplosan. 

    Hal ini dilakukan guna menghindari penyalahgunaan bantuan oleh pihak yang tidak berhak.

    "Harus ada bukti dari bengkel, jangan sampai ada yang mengaku-aku hanya untuk mendapatkan bantuan. Itu tidak bisa kita biarkan," tegas Marnabas.

    Selain itu, sesuai arahan Wali Kota, akan dibentuk tim khusus yang melibatkan pihak independen untuk melakukan pengujian dan pengambilan sampel BBM di lapangan. 

    "Detilnya nanti setelah rapat siang ini," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Rencana Beri Bantuan Masyarakat yang Terdampak BBM Oplosan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 April 2025 pukul 12:57 WITA

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy saat diwawancara, Kamis (10/4/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memberikan bantuan kepada warga yang terdampak akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oplosan. Rencananya bantuan itu dikhususkan untuk pengguna roda dua. 

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa rencana pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kerugian.

    Seperti diketahui, sejak akhir Maret lalu, banyak masyarakat yang mengeluhkan kendaraannya mengalami gangguan usai mengisi BBM. Sehingga muncul indikasi adanya BBM oplosan. 

    Berbagai pihak juga telah turun ke lapangan mengecek langsung, namun keluhan itu masih terus berdatangan dari masyarakat. 

    "Yang jelas, Pak Wali mau membantu masyarakat. Kita tidak melihat siapa yang salah dan sebagainya, intinya pemerintah kota ingin agar masyarakatnya tidak kesusahan," ujar Marnabas saat dikonfirmasi di gedung Bapperida, Kamis (10/4/2025).

    Detail teknis terkait bantuan tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar siang ini. Salah satu poin utama yang akan diputuskan adalah bentuk bantuan yang rencananya berupa uang tunai. 

    Namun demikian, besaran dana serta kriteria penerima masih akan dibahas lebih lanjut. 

    "Yang jelas ada bentuk bantuannya untuk meringankan beban masyarakat, dan saat ini difokuskan terlebih dahulu kepada pengguna roda dua," katanya.

    Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot mewajibkan adanya keterangan resmi dari bengkel yang menyatakan bahwa kerusakan kendaraan memang disebabkan oleh penggunaan BBM oplosan. 

    Hal ini dilakukan guna menghindari penyalahgunaan bantuan oleh pihak yang tidak berhak.

    "Harus ada bukti dari bengkel, jangan sampai ada yang mengaku-aku hanya untuk mendapatkan bantuan. Itu tidak bisa kita biarkan," tegas Marnabas.

    Selain itu, sesuai arahan Wali Kota, akan dibentuk tim khusus yang melibatkan pihak independen untuk melakukan pengujian dan pengambilan sampel BBM di lapangan. 

    "Detilnya nanti setelah rapat siang ini," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)