Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Mulai Perkenalkan Makanan Pokok Selain Nasi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 Juli 2024 pukul 17:17 WITA

    Lomba pangan B2SA yang diikuti oleh PKK mewakili kecamatan se-Kota Samarinda di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (16/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) mulai memperkenalkan makanan pokok pengganti nasi. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (16/7/2024).

    Kepala Dinas Ketapang Tani, Muhammad Darham, membeberkan festival ini menampilkan berbagai lomba makanan sehat dan bergizi yang diwakili oleh ibu-ibu PKK mewakili kecamatan se-Kota Samarinda. 

    Ia menjelaskan lomba ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Samarinda terhadap nasi dan tepung terigu. Apalagi selama ini Samarinda masih bergantung pada Pulau Jawa dan Sulawesi untuk pasokan beras dan pangan lainnya. 

    "Beras semakin langka, jadi kita galakkan makanan pengganti seperti singkong dan jagung dan bahan lainnya," ungkapnya. 

    Di sisi lain, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nurul Hudayanty, menjelaskan bahwa lomba ini menekankan pada pembuatan makan siang dengan bahan non-beras dan non-terigu. 

    "Bahan yang digunakan bisa dari ubi, pisang, singkong, dan lain-lain. Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah," jelas Nurul.

    Festival ini juga bertujuan untuk mempromosikan kreativitas dalam memasak dan menemukan resep baru yang memanfaatkan bahan lokal. 

    Indikator penilaian lomba meliputi kreativitas dalam resep, cita rasa, dan keberagaman makanan yang disajikan.

    Festival Pangan B2SA ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Samarinda.

    "Dengan adanya lomba ini, kita berharap masyarakat bisa lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan pangan lokal dan tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Mulai Perkenalkan Makanan Pokok Selain Nasi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    16 Juli 2024 pukul 17:17 WITA

    Lomba pangan B2SA yang diikuti oleh PKK mewakili kecamatan se-Kota Samarinda di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (16/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) mulai memperkenalkan makanan pokok pengganti nasi. Salah satunya dilakukan dengan menggelar Festival Pangan Beragam, Bergizi, Sehat, dan Aman (B2SA) di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda, Selasa (16/7/2024).

    Kepala Dinas Ketapang Tani, Muhammad Darham, membeberkan festival ini menampilkan berbagai lomba makanan sehat dan bergizi yang diwakili oleh ibu-ibu PKK mewakili kecamatan se-Kota Samarinda. 

    Ia menjelaskan lomba ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Samarinda terhadap nasi dan tepung terigu. Apalagi selama ini Samarinda masih bergantung pada Pulau Jawa dan Sulawesi untuk pasokan beras dan pangan lainnya. 

    "Beras semakin langka, jadi kita galakkan makanan pengganti seperti singkong dan jagung dan bahan lainnya," ungkapnya. 

    Di sisi lain, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nurul Hudayanty, menjelaskan bahwa lomba ini menekankan pada pembuatan makan siang dengan bahan non-beras dan non-terigu. 

    "Bahan yang digunakan bisa dari ubi, pisang, singkong, dan lain-lain. Ini adalah upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah," jelas Nurul.

    Festival ini juga bertujuan untuk mempromosikan kreativitas dalam memasak dan menemukan resep baru yang memanfaatkan bahan lokal. 

    Indikator penilaian lomba meliputi kreativitas dalam resep, cita rasa, dan keberagaman makanan yang disajikan.

    Festival Pangan B2SA ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Samarinda.

    "Dengan adanya lomba ini, kita berharap masyarakat bisa lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan pangan lokal dan tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar," pungkasnya.

    (Sf/Rs)