Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi instalasi listrik yang ada di rumah warga di Samarinda, Jumat (25/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta para camat dan lurah untuk segera mendata warganya yang memiliki instalasi listrik yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, menerangkan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kebakaran yang sering terjadi akibat arus pendek listrik (korsleting). Pemerintah juga berencana memberikan bantuan pergantian instalasi listrik bagi warga miskin yang memenuhi kriteria tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kebakaran akibat korsleting listrik belakangan ini sering terjadi, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk.
“Kita kumpulkan camat untuk mengkoordinasikan lurah dan RT dalam mendata warga miskin yang instalasi listriknya sudah berusia lebih dari 20 tahun. Kami juga telah meminta bantuan dari pemerintah provinsi untuk mendukung program ini,” ujar Marnabas saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2024).
Mantan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda ini juga mengungkap bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menciptakan "zero perumahan kumuh" di Samarinda. Selain memperbaiki kualitas perumahan, program ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh warga memiliki akses listrik yang aman, mengurangi risiko kebakaran akibat penggunaan lilin atau penerangan alternatif yang tidak aman.
Pihaknya juga telah mengusulkan bantuan bagi 500 hingga 1.000 warga untuk pergantian atau pemeliharaan instalasi listrik secara gratis kepada Pemeirntah Provinsi Kaltim.
"Usulan ini sudah mendapat sambutan positif dari provinsi. Namun, teknis pelaksanaannya, apakah per tahun atau bagaimana, itu akan kita lihat lebih lanjut dari pihak provinsi,” ungkapnya.
Program pergantian instalasi listrik ini direncanakan akan mulai dikerjakan pada tahun 2025, setelah proses koordinasi dan pendataan selesai dilakukan. Selain bantuan untuk warga miskin, pemerintah juga akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum agar mereka turut serta dalam mengganti instalasi listrik yang sudah tidak layak demi keamanan bersama.
Menurutnya, jaringan listrik yang sudah berusia lebih dari 20 tahun memang harus diganti untuk mencegah terjadinya korsleting. Selain itu, perapian jaringan kabel di beberapa wilayah kota yang masih terlihat semrawut juga menjadi perhatian dalam program ini.
“Kami ingin memastikan instalasi listrik di rumah warga aman, karena seringkali ditemukan banyak stop kontak yang tumpang tindih, dan ini bisa berbahaya,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi instalasi listrik yang ada di rumah warga di Samarinda, Jumat (25/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta para camat dan lurah untuk segera mendata warganya yang memiliki instalasi listrik yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas, menerangkan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kebakaran yang sering terjadi akibat arus pendek listrik (korsleting). Pemerintah juga berencana memberikan bantuan pergantian instalasi listrik bagi warga miskin yang memenuhi kriteria tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kebakaran akibat korsleting listrik belakangan ini sering terjadi, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk.
“Kita kumpulkan camat untuk mengkoordinasikan lurah dan RT dalam mendata warga miskin yang instalasi listriknya sudah berusia lebih dari 20 tahun. Kami juga telah meminta bantuan dari pemerintah provinsi untuk mendukung program ini,” ujar Marnabas saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2024).
Mantan Kepala Dinas Perdagangan Samarinda ini juga mengungkap bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menciptakan "zero perumahan kumuh" di Samarinda. Selain memperbaiki kualitas perumahan, program ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh warga memiliki akses listrik yang aman, mengurangi risiko kebakaran akibat penggunaan lilin atau penerangan alternatif yang tidak aman.
Pihaknya juga telah mengusulkan bantuan bagi 500 hingga 1.000 warga untuk pergantian atau pemeliharaan instalasi listrik secara gratis kepada Pemeirntah Provinsi Kaltim.
"Usulan ini sudah mendapat sambutan positif dari provinsi. Namun, teknis pelaksanaannya, apakah per tahun atau bagaimana, itu akan kita lihat lebih lanjut dari pihak provinsi,” ungkapnya.
Program pergantian instalasi listrik ini direncanakan akan mulai dikerjakan pada tahun 2025, setelah proses koordinasi dan pendataan selesai dilakukan. Selain bantuan untuk warga miskin, pemerintah juga akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum agar mereka turut serta dalam mengganti instalasi listrik yang sudah tidak layak demi keamanan bersama.
Menurutnya, jaringan listrik yang sudah berusia lebih dari 20 tahun memang harus diganti untuk mencegah terjadinya korsleting. Selain itu, perapian jaringan kabel di beberapa wilayah kota yang masih terlihat semrawut juga menjadi perhatian dalam program ini.
“Kami ingin memastikan instalasi listrik di rumah warga aman, karena seringkali ditemukan banyak stop kontak yang tumpang tindih, dan ini bisa berbahaya,” pungkasnya.
(Sf/Rs)