Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Hadiahi Uang Jutaan Rupiah kepada Pemenang Lomba Penanganan Sampah 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    02 Desember 2024 pukul 15:16 WITA

    Pemberian hadiah secara simbolis kepada pemenang Kampung Salai 2024 di Hotel Harris Samarinda, Senin (2/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Kampung Sampah Bernilai (Salai) di Hotel Harris Samarinda, pada Senin (2/12/2024) pagi.

    Lomba Kampung Salai  merupakan salah satu program pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Pemkot Samarinda sejak tahun 2020 sebagai upaya menanggulangi sampah di kota ini. 

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan pendekatan yang kolaboratif dari semua pihak. “Sebanyak apa pun armada yang kita miliki, tidak mungkin masalah sampah selesai tanpa peran aktif masyarakat,” ujar Rusmadi. 

    Orang nomor dua di Samarinda itu juga menyoroti pentingnya program Kampung Salai sebagai salah satu solusi kreatif yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan program ini, dikatakannya masyarakat diajak untuk memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Rusmadi juga berharap setiap kelurahan di Samarinda dapat mengadopsi konsep Kampung Salai demi mendukung visi kota sebagai pusat peradaban.  

    Namun di sisi lain ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada perihal pengelolaan sampah ini, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi akan menambah jumlah penduduk. 

    “Kunci pengelolaan sampah adalah pengurangan di sumbernya. Kalau sumbernya tidak ditangani, masalah ini akan terus ada, apalagi dengan pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.  

    Selain menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Rusmadi juga mengapresiasi inovasi kampung yang berhasil menciptakan lingkungan bersih, seperti Kampung Belintung di Malang yang telah menjadi inspirasi global. Ia berharap, Samarinda dapat belajar dari keberhasilan tersebut untuk meningkatkan efektivitas program pengelolaan sampah.  

    Dalam penghargaan kali ini, terdapat 10 wilayah RT dari berbagai kelurahan, di antaranya Juara 1 yang dimenangkan Kampung Salai Matahari, dari RT 02 Kelurahan Tani Aman, Juara 2 Kampung Salai RT 39, Kelurahan Loa Bakung dan Kampung Salai Pandurata, RT 22 Kelurahan Gunung Lingai. 

    Para pemenang menerima hadiah berupa uang pembinaan hingga Rp20 juta.Pendanaan program ini bersumber dari APBD Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).  

    "Dengan komitmen bersama, kita optimis Samarinda mampu menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Hadiahi Uang Jutaan Rupiah kepada Pemenang Lomba Penanganan Sampah 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    02 Desember 2024 pukul 15:16 WITA

    Pemberian hadiah secara simbolis kepada pemenang Kampung Salai 2024 di Hotel Harris Samarinda, Senin (2/12/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Kampung Sampah Bernilai (Salai) di Hotel Harris Samarinda, pada Senin (2/12/2024) pagi.

    Lomba Kampung Salai  merupakan salah satu program pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Pemkot Samarinda sejak tahun 2020 sebagai upaya menanggulangi sampah di kota ini. 

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan pendekatan yang kolaboratif dari semua pihak. “Sebanyak apa pun armada yang kita miliki, tidak mungkin masalah sampah selesai tanpa peran aktif masyarakat,” ujar Rusmadi. 

    Orang nomor dua di Samarinda itu juga menyoroti pentingnya program Kampung Salai sebagai salah satu solusi kreatif yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dengan program ini, dikatakannya masyarakat diajak untuk memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Rusmadi juga berharap setiap kelurahan di Samarinda dapat mengadopsi konsep Kampung Salai demi mendukung visi kota sebagai pusat peradaban.  

    Namun di sisi lain ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada perihal pengelolaan sampah ini, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi akan menambah jumlah penduduk. 

    “Kunci pengelolaan sampah adalah pengurangan di sumbernya. Kalau sumbernya tidak ditangani, masalah ini akan terus ada, apalagi dengan pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.  

    Selain menyoroti pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat, Rusmadi juga mengapresiasi inovasi kampung yang berhasil menciptakan lingkungan bersih, seperti Kampung Belintung di Malang yang telah menjadi inspirasi global. Ia berharap, Samarinda dapat belajar dari keberhasilan tersebut untuk meningkatkan efektivitas program pengelolaan sampah.  

    Dalam penghargaan kali ini, terdapat 10 wilayah RT dari berbagai kelurahan, di antaranya Juara 1 yang dimenangkan Kampung Salai Matahari, dari RT 02 Kelurahan Tani Aman, Juara 2 Kampung Salai RT 39, Kelurahan Loa Bakung dan Kampung Salai Pandurata, RT 22 Kelurahan Gunung Lingai. 

    Para pemenang menerima hadiah berupa uang pembinaan hingga Rp20 juta.Pendanaan program ini bersumber dari APBD Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).  

    "Dengan komitmen bersama, kita optimis Samarinda mampu menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)