Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Evaluasi Parkir Pasar Segiri, Target Beroperasi dalam Dua Bulan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Februari 2025 pukul 13:35 WITA

    Pemerintah Kota Samarinda mengevaluasi lokasi parkir yang dibangun di bagian belakang Pasar Segiri, Jumat (14/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus berbenah dalam menata kawasan parkir di Pasar Segiri. Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy turun langsung ke lokasi bersama Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pada Jumat (14/2/2025) pagi. 

    Tinjauan ini kata Marnabas menjadi bagian dari evaluasi tahap pertama parkir sebelum memasuki pengembangan tahap kedua.  

    "Saya diperintahkan Pak Wali untuk mengecek ruang parkir yang sudah selesai. Ini baru tahap awal, nanti ada tahap kedua untuk memperindah. Saya minta Dishub dan konsultan perencana untuk kembali mengecek kondisi di lapangan. Data di atas kertas sering kali berbeda dengan realita," ujar Marnabas.  

    Dalam tinjauan tersebut, ia menegaskan bahwa parkir di lorong tengah Pasar Segiri akan dialihkan sepenuhnya ke area baru. Tidak boleh ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan di tengah pasar. 

    Sementara itu, target operasional parkir diharapkan rampung dalam dua bulan. Ia berharap Dishub bisa segera merencanakan sistemnya, termasuk Marka dan kelengkapan lainnya. 

    "Pemerintah tidak bisa sekaligus membuat, mengawasi, dan mengelola. Itu tidak efektif. Kita hanya menetapkan aturan dan memastikan berjalan dengan baik," ujarnya.  

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebelumnya menargetkan kapasitas parkir di bagian belakang Pasar Segiri sebesar 70 persen untuk roda dua dan 30 persen untuk roda empat. Nantinya, sistem pembayaran juga akan berbasis non-tunai untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.  

    Di lapangan, kendaraan masih terparkir sembarangan baik roda dua maupun empat, sehingga terjadi penyempitan badan jalan di jalur yang seharusnya dilewati untuk keluar pasar. 

    "Segmen parkir yang sebelumnya direncanakan sudah berubah. Sekarang tinggal menata marka agar tidak terjadi overkapasitas. Bisa saja kendaraan dipaksa masuk lebih banyak, tapi bagaimana keluar-masuknya? Itu yang harus diatur," kata Marnabas.  

    Ketika semua sudah siap, terkait dengan pengelolaan parkirnya, ia berharap bisa melibatkan masyarakat setempat. "Kalau sudah dikelola secara profesional, enak. Kita tidak sekadar mencari PAD, yang penting parkirnya bisa berjalan maksimal," ungkapnya.

    Selain persoalan parkir, Marnabas juga menyoroti potensi banjir akibat air pasang dan sampah yang terbawa arus sungai. Ia mengusulkan adanya pintu air seperti yang digunakan di Bendungan Benanga atau Universitas Mulawarman, lengkap dengan sistem alarm otomatis. 

    "Jangan sampai di atas kertas disebut aman, tapi nyatanya terendam," pungkasnya.  


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Evaluasi Parkir Pasar Segiri, Target Beroperasi dalam Dua Bulan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Februari 2025 pukul 13:35 WITA

    Pemerintah Kota Samarinda mengevaluasi lokasi parkir yang dibangun di bagian belakang Pasar Segiri, Jumat (14/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus berbenah dalam menata kawasan parkir di Pasar Segiri. Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy turun langsung ke lokasi bersama Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Perhubungan (Dishub) pada Jumat (14/2/2025) pagi. 

    Tinjauan ini kata Marnabas menjadi bagian dari evaluasi tahap pertama parkir sebelum memasuki pengembangan tahap kedua.  

    "Saya diperintahkan Pak Wali untuk mengecek ruang parkir yang sudah selesai. Ini baru tahap awal, nanti ada tahap kedua untuk memperindah. Saya minta Dishub dan konsultan perencana untuk kembali mengecek kondisi di lapangan. Data di atas kertas sering kali berbeda dengan realita," ujar Marnabas.  

    Dalam tinjauan tersebut, ia menegaskan bahwa parkir di lorong tengah Pasar Segiri akan dialihkan sepenuhnya ke area baru. Tidak boleh ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan di tengah pasar. 

    Sementara itu, target operasional parkir diharapkan rampung dalam dua bulan. Ia berharap Dishub bisa segera merencanakan sistemnya, termasuk Marka dan kelengkapan lainnya. 

    "Pemerintah tidak bisa sekaligus membuat, mengawasi, dan mengelola. Itu tidak efektif. Kita hanya menetapkan aturan dan memastikan berjalan dengan baik," ujarnya.  

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebelumnya menargetkan kapasitas parkir di bagian belakang Pasar Segiri sebesar 70 persen untuk roda dua dan 30 persen untuk roda empat. Nantinya, sistem pembayaran juga akan berbasis non-tunai untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.  

    Di lapangan, kendaraan masih terparkir sembarangan baik roda dua maupun empat, sehingga terjadi penyempitan badan jalan di jalur yang seharusnya dilewati untuk keluar pasar. 

    "Segmen parkir yang sebelumnya direncanakan sudah berubah. Sekarang tinggal menata marka agar tidak terjadi overkapasitas. Bisa saja kendaraan dipaksa masuk lebih banyak, tapi bagaimana keluar-masuknya? Itu yang harus diatur," kata Marnabas.  

    Ketika semua sudah siap, terkait dengan pengelolaan parkirnya, ia berharap bisa melibatkan masyarakat setempat. "Kalau sudah dikelola secara profesional, enak. Kita tidak sekadar mencari PAD, yang penting parkirnya bisa berjalan maksimal," ungkapnya.

    Selain persoalan parkir, Marnabas juga menyoroti potensi banjir akibat air pasang dan sampah yang terbawa arus sungai. Ia mengusulkan adanya pintu air seperti yang digunakan di Bendungan Benanga atau Universitas Mulawarman, lengkap dengan sistem alarm otomatis. 

    "Jangan sampai di atas kertas disebut aman, tapi nyatanya terendam," pungkasnya.  


    (Sf/Rs)