Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Sulap SMPN 16 Jadi Sekolah Berstandar Internasional

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    04 April 2023 pukul 14:15 WITA

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda memaparkan Study Kelayakan Sekolah Terpadu di Kota Samarinda. (Foto : Dokpim)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda melakukan pemaparan kepada Wali Kota Samarinda mengenai study kelayakan sekolah terpadu dan unggulan di Kota Samarinda. 

    Konsep sekolah unggulan ini sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda yang menginginkan adanya sekolah dengan memiliki fasilitas dan pembelajaran yang unggul.

    Kepala Disdukbud Samarinda, Asli Nuriyadin mengatakan perencanaan sekolah terpadu ini bermula karena kedatangan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

    "Presiden Jokowi menghadiri agenda vaksin tahun lalu dan kita kebingungan memilihkan sekolah yang tepat hingga akhirnya terpilih SMPN 22 Samarinda," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Selasa (4/4/2023).

    Asli mengaku ada empat sekolah yang bakal relokasi untuk dijadikan sekolah ungulan, yakni SMPN 7, SMPN 19, SDN 009 dan SMPN 16 Samarinda.

    Asli menjelaskan beberapa sekolah tersebut telah ditinjau. Hasilnya, ada beberapa kekurangan bila didirikan sekolah representatif. 

    "Di SMPN 19 Sungai Siring ini lahan kurang luas dan juga kawasan rawa, SDN 009 ini memiliki lahan kurang dari satu Hektar. Sedangkan SMPN 7 sudah menjadi kawasan niaga dan pendidikan, dan di sana berdiri Sekolah Terpadu SMP 1 dan SMA 1 Samarinda," bebernya.

    Dari empat sekolah itu, SMPN 16 Samarinda dinilai memiliki lokasi paling strategi untuk diterapkannya sekolah terpadu. "Lokasi ini memiliki keunggulan dari sisi luas lahan serta pengembangan kawasannya, tentunya akan meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan di Loa Bakung," tuturnya.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun menginginkan manajemen pengelolaan sekolah terpadu berbasis satu atap, yakni antara SD, SMP dan SMA. Nantinya akan dikoordir seorang direktur.

    "Kemungkinan standar bahasanya internasional sehingga bangunannya juga mengikuti bangunan internasional nantinya," katanya.

    Andi Harun akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov). "SMA ini menjadi kewenangannya Pemprov, tentu kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut pembahasan sekolah terpadu ini," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Sulap SMPN 16 Jadi Sekolah Berstandar Internasional

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    04 April 2023 pukul 14:15 WITA

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda memaparkan Study Kelayakan Sekolah Terpadu di Kota Samarinda. (Foto : Dokpim)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda melakukan pemaparan kepada Wali Kota Samarinda mengenai study kelayakan sekolah terpadu dan unggulan di Kota Samarinda. 

    Konsep sekolah unggulan ini sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda yang menginginkan adanya sekolah dengan memiliki fasilitas dan pembelajaran yang unggul.

    Kepala Disdukbud Samarinda, Asli Nuriyadin mengatakan perencanaan sekolah terpadu ini bermula karena kedatangan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

    "Presiden Jokowi menghadiri agenda vaksin tahun lalu dan kita kebingungan memilihkan sekolah yang tepat hingga akhirnya terpilih SMPN 22 Samarinda," ungkapnya kepada seputarfakta.com, Selasa (4/4/2023).

    Asli mengaku ada empat sekolah yang bakal relokasi untuk dijadikan sekolah ungulan, yakni SMPN 7, SMPN 19, SDN 009 dan SMPN 16 Samarinda.

    Asli menjelaskan beberapa sekolah tersebut telah ditinjau. Hasilnya, ada beberapa kekurangan bila didirikan sekolah representatif. 

    "Di SMPN 19 Sungai Siring ini lahan kurang luas dan juga kawasan rawa, SDN 009 ini memiliki lahan kurang dari satu Hektar. Sedangkan SMPN 7 sudah menjadi kawasan niaga dan pendidikan, dan di sana berdiri Sekolah Terpadu SMP 1 dan SMA 1 Samarinda," bebernya.

    Dari empat sekolah itu, SMPN 16 Samarinda dinilai memiliki lokasi paling strategi untuk diterapkannya sekolah terpadu. "Lokasi ini memiliki keunggulan dari sisi luas lahan serta pengembangan kawasannya, tentunya akan meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan di Loa Bakung," tuturnya.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun menginginkan manajemen pengelolaan sekolah terpadu berbasis satu atap, yakni antara SD, SMP dan SMA. Nantinya akan dikoordir seorang direktur.

    "Kemungkinan standar bahasanya internasional sehingga bangunannya juga mengikuti bangunan internasional nantinya," katanya.

    Andi Harun akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov). "SMA ini menjadi kewenangannya Pemprov, tentu kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut pembahasan sekolah terpadu ini," tutupnya.

    (Sf/By)