Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Beri Solusi Kantin Sekolah yang Omzetnya Turun Akibat MBG

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Januari 2025 pukul 16:56 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara di Rumah Jabatannya, Kamis (30/1/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Sejumlah pedagang kantin sekolah di Kota Samarinda mengeluhkan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan oleh pemerintah karena penurunan omzetnya. 

    Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar tidak merugikan pedagang kantin sekolah.  

    "Karena ini program baru, pasti ada beberapa hal yang perlu dipelajari, termasuk dampaknya," ujar Andi Harun saat dikonfirmasi di Rumah Jabatannya, Kamis (30/1/2025). 

    Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda akan turun ke lapangan untuk mencari solusi agar pelaku UMKM, terutama kantin sekolah, tetap bisa menjalankan usahanya tanpa terdampak signifikan. 

    Di sisi lain, program ini memang dinilai dapat menghemat uang jajan siswa dan bisa dialihkan ke hal lain seperti menabung. Namun di sisi lain juga mengurangi pendapatan pedagang, sebab para siswa tidak lagi membeli makanan berat di sekolah. 

    Harga makanan berat seperti ayam geprek, nasi campur, dan nasi goreng berada di kisaran harga Rp13 ribu satu porsinya. Dengan angka tersebut, tentu pedagang sangat kehilangan banyak pendapatannya. 

    Diketahui, Program MBG resmi dimulai di Samarinda pada Senin (20/1/2025) lalu dengan pelaksanaan perdana di SDN 004 Samarinda Utara. Namun, di tengah tujuan baiknya, kebijakan ini menimbulkan polemik yang kini perlu menjadi perhatian pemerintah.

    "Kami akan memastikan agar program ini tetap berjalan untuk meningkatkan gizi siswa, tanpa mengorbankan mata pencaharian pedagang kantin," tegasnya.  


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Beri Solusi Kantin Sekolah yang Omzetnya Turun Akibat MBG

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    30 Januari 2025 pukul 16:56 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat diwawancara di Rumah Jabatannya, Kamis (30/1/2025) siang. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Sejumlah pedagang kantin sekolah di Kota Samarinda mengeluhkan dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diterapkan oleh pemerintah karena penurunan omzetnya. 

    Menanggapi keluhan ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan bahwa pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar tidak merugikan pedagang kantin sekolah.  

    "Karena ini program baru, pasti ada beberapa hal yang perlu dipelajari, termasuk dampaknya," ujar Andi Harun saat dikonfirmasi di Rumah Jabatannya, Kamis (30/1/2025). 

    Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda akan turun ke lapangan untuk mencari solusi agar pelaku UMKM, terutama kantin sekolah, tetap bisa menjalankan usahanya tanpa terdampak signifikan. 

    Di sisi lain, program ini memang dinilai dapat menghemat uang jajan siswa dan bisa dialihkan ke hal lain seperti menabung. Namun di sisi lain juga mengurangi pendapatan pedagang, sebab para siswa tidak lagi membeli makanan berat di sekolah. 

    Harga makanan berat seperti ayam geprek, nasi campur, dan nasi goreng berada di kisaran harga Rp13 ribu satu porsinya. Dengan angka tersebut, tentu pedagang sangat kehilangan banyak pendapatannya. 

    Diketahui, Program MBG resmi dimulai di Samarinda pada Senin (20/1/2025) lalu dengan pelaksanaan perdana di SDN 004 Samarinda Utara. Namun, di tengah tujuan baiknya, kebijakan ini menimbulkan polemik yang kini perlu menjadi perhatian pemerintah.

    "Kami akan memastikan agar program ini tetap berjalan untuk meningkatkan gizi siswa, tanpa mengorbankan mata pencaharian pedagang kantin," tegasnya.  


    (Sf/Rs)