Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Bangun SKB di Setiap Kecamatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    15 Agustus 2023 pukul 12:51 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin merencanakan penambahan fasilitas pendidikan non formal, yakni Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di setiap Kecamatan.

    Ini ditandai oleh banyaknya usia yang sudah melewati masa sekolah dan anak-anak putus sekolah yang ingin memiliki keterampilan
     Salah satu solusinya adalah jenjang pendidikan melalui SKB.

    Asli Nuryadin menyebut SKB merupakan pendidikan yang setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

    "Ilustrasinya begini, SKB itu sama saja seperti SMK non formal. Jadi misalnya SMK itu memiliki spectrum keahlian perhotelan atau menjahit, SKB pun punya. Tapi bukan usia sekolah karena itu berlaku untuk orang dewasa," sebutnya.

    Kata dia, tujuan SKB ini untuk penyetaraan. "Anak usia sekolah pun bisa  jika putus sekolah maka bisa melanjutkan di SKB ini. Tapi dilihat lagi jenjangnya, ketika putusnya kelas dua SMP, dia ikut terlebih dahulu di jenjang tersebut," jelasnya.

    "Kalau sudah setara, dia boleh lanjut kuliah melalui Ijazahnya tersebut, bahkan sudah ada lulusan dari SKB ini lanjut di perguruan tinggi negeri dengan jurusan yg bermacam-macam," lanjutnya.

    Lama masa pembelajaran di SKB adalah tiga tahun, sama seperti sekolah formal dan ujiannya yang ditetapkan pun sama. "Pendaftarannya pun online yang terintegrasi se-nasional," tangkasnya.

    Adapun tenaga pengajar dari SKB adalah tutor, termasuk kategori guru. "Karena saat ini guru terbagi menjadi tiga, ada guru, tutor dan pamong. Kalau di UU Sisdiknas baru nanti mungkin semua dijadikan satu," bebernya.

    Asli Nuryadin mengaku SKB ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan pendidikan lanjut. Di Samarinda sendiri baru memiliki tiga, duanya diantaranya resmi dan satu SKB belum.

    "Tapi ini dalam tahap akan peresmian. Idealnya setiap kecamatan itu ada SKB, kami masih upayakan ke Nasional," tegasnya.

    Jumlah lulusan dari SKB ini sudah mencapai kurang lebih dari 500-an pembelajar.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Bangun SKB di Setiap Kecamatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    15 Agustus 2023 pukul 12:51 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin merencanakan penambahan fasilitas pendidikan non formal, yakni Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di setiap Kecamatan.

    Ini ditandai oleh banyaknya usia yang sudah melewati masa sekolah dan anak-anak putus sekolah yang ingin memiliki keterampilan
     Salah satu solusinya adalah jenjang pendidikan melalui SKB.

    Asli Nuryadin menyebut SKB merupakan pendidikan yang setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

    "Ilustrasinya begini, SKB itu sama saja seperti SMK non formal. Jadi misalnya SMK itu memiliki spectrum keahlian perhotelan atau menjahit, SKB pun punya. Tapi bukan usia sekolah karena itu berlaku untuk orang dewasa," sebutnya.

    Kata dia, tujuan SKB ini untuk penyetaraan. "Anak usia sekolah pun bisa  jika putus sekolah maka bisa melanjutkan di SKB ini. Tapi dilihat lagi jenjangnya, ketika putusnya kelas dua SMP, dia ikut terlebih dahulu di jenjang tersebut," jelasnya.

    "Kalau sudah setara, dia boleh lanjut kuliah melalui Ijazahnya tersebut, bahkan sudah ada lulusan dari SKB ini lanjut di perguruan tinggi negeri dengan jurusan yg bermacam-macam," lanjutnya.

    Lama masa pembelajaran di SKB adalah tiga tahun, sama seperti sekolah formal dan ujiannya yang ditetapkan pun sama. "Pendaftarannya pun online yang terintegrasi se-nasional," tangkasnya.

    Adapun tenaga pengajar dari SKB adalah tutor, termasuk kategori guru. "Karena saat ini guru terbagi menjadi tiga, ada guru, tutor dan pamong. Kalau di UU Sisdiknas baru nanti mungkin semua dijadikan satu," bebernya.

    Asli Nuryadin mengaku SKB ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan pendidikan lanjut. Di Samarinda sendiri baru memiliki tiga, duanya diantaranya resmi dan satu SKB belum.

    "Tapi ini dalam tahap akan peresmian. Idealnya setiap kecamatan itu ada SKB, kami masih upayakan ke Nasional," tegasnya.

    Jumlah lulusan dari SKB ini sudah mencapai kurang lebih dari 500-an pembelajar.

    (Sf/By)