Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Bagikan 1.000 Kartu Pembelian Gas Elpiji di Sambutan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 13:43 WITA

    Gas elpiji 3 Kilogram yang kerap langka di pasaran, terutama jelang hari-hari besar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan membagikan  kartu pembelian gas LPG (elpiji) 3 kilogram di Kecamatan Sambutan. Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan bahwa rencananya pembagian itu bakal dilakukan pada hari Kamis (12/12/2024) mendatang. 

    Wanita dengan sapaan akrab Yama itu menyebut, akan ada sekitar 1000 kartu yang dibagikan. "Untuk kecamatan lain secara simbolis saja," ujar Yama saat dikonfirmasi, Selasa (10/12/2024) siang. 

    Pembagian kartu elpiji dengan sebutan Kartu Tepat Sasaran ini sebelumnya telah dilakukan di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu dengan 498 keluarga penerima manfaat. 
    Dengan adanya kartu ini, menurutnya menjadi jaminan bagi warga bahwa mereka dipastikan mendapatkan gas elpiji tanpa khawatir stok habis. Sebagaimana diketahui, kelangkaan gas elpiji subsidi ini kerap terjadi, utamanya jelang hari-hari besar seperti natal, ramadan dan idulfitri. 

    Menambahkan, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan bahwa seluruh masyarakat yang kurang mampu di Samarinda berhak menerima kartu ini. Secara keseluruhan, setidaknya terdapat 35.000 kartu yang akan dibagikan ke masyarakat Samarinda di berbagai kelurahan. 
     
    “Kartu ini bertujuan untuk memberikan kepastian akses kepada warga yang berhak mendapatkan gas melon. Secara keseluruhan ada sekitar 35.000 kartu yang akan didistribusikan di Samarinda,” ungkap Marnabas.

    Menurutnya kartu ini tidak hanya memastikan distribusi yang tepat sasaran, tetapi juga meminimalkan potensi kecurangan. Dikatakannya, pendataan penerima dilakukan melalui berbagai sumber terpercaya, seperti dari Social Security Number (SSN), data kemiskinan ekstrem, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan pendataan langsung oleh Ketua RT.

    “Saya sudah meminta kepada para Ketua RT agar mendata dengan penuh tanggung jawab dan tidak sembarangan. Data yang kami himpun harus benar-benar akurat,” tegasnya.

    Selain menjamin akses, kartu pembelian ini juga memastikan harga gas tetap terjangkau bagi warga. Ia menyebut bahwa setiap minggunya, kota ini menerima pasokan hingga hampir 100 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram. Pasokan tersebut tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga dialokasikan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Namun, Marnabas menekankan bahwa distribusi untuk UMKM harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. “UMKM yang sesuai kriteria tentu kami akomodir, tetapi tidak untuk pengusaha restoran besar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Bakal Bagikan 1.000 Kartu Pembelian Gas Elpiji di Sambutan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    10 Desember 2024 pukul 13:43 WITA

    Gas elpiji 3 Kilogram yang kerap langka di pasaran, terutama jelang hari-hari besar. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan membagikan  kartu pembelian gas LPG (elpiji) 3 kilogram di Kecamatan Sambutan. Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan bahwa rencananya pembagian itu bakal dilakukan pada hari Kamis (12/12/2024) mendatang. 

    Wanita dengan sapaan akrab Yama itu menyebut, akan ada sekitar 1000 kartu yang dibagikan. "Untuk kecamatan lain secara simbolis saja," ujar Yama saat dikonfirmasi, Selasa (10/12/2024) siang. 

    Pembagian kartu elpiji dengan sebutan Kartu Tepat Sasaran ini sebelumnya telah dilakukan di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu dengan 498 keluarga penerima manfaat. 
    Dengan adanya kartu ini, menurutnya menjadi jaminan bagi warga bahwa mereka dipastikan mendapatkan gas elpiji tanpa khawatir stok habis. Sebagaimana diketahui, kelangkaan gas elpiji subsidi ini kerap terjadi, utamanya jelang hari-hari besar seperti natal, ramadan dan idulfitri. 

    Menambahkan, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy menegaskan bahwa seluruh masyarakat yang kurang mampu di Samarinda berhak menerima kartu ini. Secara keseluruhan, setidaknya terdapat 35.000 kartu yang akan dibagikan ke masyarakat Samarinda di berbagai kelurahan. 
     
    “Kartu ini bertujuan untuk memberikan kepastian akses kepada warga yang berhak mendapatkan gas melon. Secara keseluruhan ada sekitar 35.000 kartu yang akan didistribusikan di Samarinda,” ungkap Marnabas.

    Menurutnya kartu ini tidak hanya memastikan distribusi yang tepat sasaran, tetapi juga meminimalkan potensi kecurangan. Dikatakannya, pendataan penerima dilakukan melalui berbagai sumber terpercaya, seperti dari Social Security Number (SSN), data kemiskinan ekstrem, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan pendataan langsung oleh Ketua RT.

    “Saya sudah meminta kepada para Ketua RT agar mendata dengan penuh tanggung jawab dan tidak sembarangan. Data yang kami himpun harus benar-benar akurat,” tegasnya.

    Selain menjamin akses, kartu pembelian ini juga memastikan harga gas tetap terjangkau bagi warga. Ia menyebut bahwa setiap minggunya, kota ini menerima pasokan hingga hampir 100 ribu tabung gas elpiji 3 kilogram. Pasokan tersebut tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga dialokasikan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Namun, Marnabas menekankan bahwa distribusi untuk UMKM harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. “UMKM yang sesuai kriteria tentu kami akomodir, tetapi tidak untuk pengusaha restoran besar,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)