Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Alokasikan Rp 120 Juta untuk Bantu Korban Tanah Amblas Perumahan Keledang Emas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    10 Juni 2023 pukul 20:45 WITA

    Wali Kota Samarinda Andi Harun Menyampaikan Hasil Kordinasi dari BPBD. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyampaikan hasil review kajian tanah amblas di Perumahan Keledang Emas kepada Wali Kota untuk meminta keputusan.

    Dalam rapat koordinasi tersebut, Wali Kota Andi Harun memutuskan untuk melakukan penanganan jangka pendek dan panjang.

    "Jangka panjangnya dari tim ahli geologi UMKT ini harus ada pemotongan bukit di sudut yang aman, tapi masih jadi pertimbangan kembali dari pihak pengembang. Swbab adanya investigasi berlanjut yakni soil investigation, dari hasil itu kita bisa mengetahui apakah masih bisa dilanjutkan pembangunan rumah di wilayah tersebut setelahnya," katanya.

    Sementara pemkot hanya membantu biaya uang sewa 19 penduduk yang terdampak. "Total ada kurang lebih ada Rp 120 jutaan, setiap rumah mendapatkan uang sewa sebesar Rp 1,2 jutaan, dalam kurun waktu lima bulan saja, selebihnya itu menjadi tanggung jawab pengembang," jelasnya

    Andi Harun mengaku pihak pengembang harus lebih diperhatikan keselamatan warga. "Saya mendengar setelah penanganan ini selesai mau dibuat lebih luas lagi dari pengembang. Jangan hanya melihat keuntungan bisnis saja, tapi ini berkenan dengan nyawa orang banyak, izin perumahan akan dicabut apabila ke depan membahayakan warga tinggal disitu," terangnya.

    Sementara tim teknis dari BPBD Samarinda, Hamzah menjabarkan, untuk penanganan jangka pendek diupayakan pembuatan sumur-sumur pengeringan.

    "Kita upayakan supaya airnya jenuh, agar menghindari longsor lanjutan, dengan membuat Dewatering (sumur-sumur pengeringan). Sekarang sudah ada 3, sumurnya itu sudah keluar airnya,"

    Hal itu membuktikan bahwa bukitnya banyak kandungan air, sehingga air yang keluar disitu membuat tekanan dalam gunung berkurang.

    Selanjutnya akan ada rapat kembali bersama pengembang, hal ini dikarenakan pengembang akan membuat Perumahan Samarinda Baru.

    "Kami sudah menyampaikan tindak kasus bencana ini, dan mereka akan melakukan investigasi secara sendiri, kami berharap jangan terlalu lama, ini menyangkut keamanan orang banyak," harapnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Samarinda Alokasikan Rp 120 Juta untuk Bantu Korban Tanah Amblas Perumahan Keledang Emas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    10 Juni 2023 pukul 20:45 WITA

    Wali Kota Samarinda Andi Harun Menyampaikan Hasil Kordinasi dari BPBD. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menyampaikan hasil review kajian tanah amblas di Perumahan Keledang Emas kepada Wali Kota untuk meminta keputusan.

    Dalam rapat koordinasi tersebut, Wali Kota Andi Harun memutuskan untuk melakukan penanganan jangka pendek dan panjang.

    "Jangka panjangnya dari tim ahli geologi UMKT ini harus ada pemotongan bukit di sudut yang aman, tapi masih jadi pertimbangan kembali dari pihak pengembang. Swbab adanya investigasi berlanjut yakni soil investigation, dari hasil itu kita bisa mengetahui apakah masih bisa dilanjutkan pembangunan rumah di wilayah tersebut setelahnya," katanya.

    Sementara pemkot hanya membantu biaya uang sewa 19 penduduk yang terdampak. "Total ada kurang lebih ada Rp 120 jutaan, setiap rumah mendapatkan uang sewa sebesar Rp 1,2 jutaan, dalam kurun waktu lima bulan saja, selebihnya itu menjadi tanggung jawab pengembang," jelasnya

    Andi Harun mengaku pihak pengembang harus lebih diperhatikan keselamatan warga. "Saya mendengar setelah penanganan ini selesai mau dibuat lebih luas lagi dari pengembang. Jangan hanya melihat keuntungan bisnis saja, tapi ini berkenan dengan nyawa orang banyak, izin perumahan akan dicabut apabila ke depan membahayakan warga tinggal disitu," terangnya.

    Sementara tim teknis dari BPBD Samarinda, Hamzah menjabarkan, untuk penanganan jangka pendek diupayakan pembuatan sumur-sumur pengeringan.

    "Kita upayakan supaya airnya jenuh, agar menghindari longsor lanjutan, dengan membuat Dewatering (sumur-sumur pengeringan). Sekarang sudah ada 3, sumurnya itu sudah keluar airnya,"

    Hal itu membuktikan bahwa bukitnya banyak kandungan air, sehingga air yang keluar disitu membuat tekanan dalam gunung berkurang.

    Selanjutnya akan ada rapat kembali bersama pengembang, hal ini dikarenakan pengembang akan membuat Perumahan Samarinda Baru.

    "Kami sudah menyampaikan tindak kasus bencana ini, dan mereka akan melakukan investigasi secara sendiri, kami berharap jangan terlalu lama, ini menyangkut keamanan orang banyak," harapnya.

    (Sf/By)