Cari disini...
Seputar Kaltim
Jalan penghubung Sambutan-Merdeka yang putus. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Jalan yang menghubungkan Jalan Merdeka Timur Kecamatan Sungai Pinang ke Jalan Sultan Sulaiman (Pelita ) Kecamatan Sambutan akan segera diperbaiki. Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda Desy Damayanti, mengatakan pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp1,9 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut.
Sebelumnya, jalan tembusan yang diresmikan pada Maret 2024 lalu ini mengalami longsor di sebagian badan jalan yang diduga akibat dari pergerakan tanah pada 22 Desember 2024 lalu. Tak lama dari itu, kondisi semakin parah ketika hujan trus mengguyur Kota Samarinda hingga akhirnya badan jalan putus total sekitar 4 Januari 2025 lalu.
"Itu lagi diperbaiki, nanti akan dibuat jalan air semacam jembatan," kata Desy saat dikonfirmasi.
Ia membeberkan, putusnya jalan tersebut dikarenakan adanya aliran air yang akhirnya merusak struktur jalan. Di awal pengerjaan, kata Desy memang tidak ada analisis terkait hal tersebut. Hanya dilakukan pekerjaan pembukaan dan pembuatan jalan tanpa penahan atau turap.
Akibat dari kejadian ini, pihaknya akan melakukan mitigasi, mencari titik-titik aliran air serupa untuk mengantisipasi kerusakan jalan di bagian lainnya.
"Dulu kawasan itu kan betul-betul nol, kita tidak tau ada apa di sana. Kami akan evaluasi setelah ini, kita liat titik yang lain, karena nanti pasti kelihatan," terangnya.
Karena adanya pekerjaan ini, Desy menyampaikan, bahwa sementara jalan ditutup total, sehingga masyarakat diminta untuk bersabar dan mencari alternatif jalan lain.
"Tahun ini kita perbaiki," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jalan penghubung Sambutan-Merdeka yang putus. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Jalan yang menghubungkan Jalan Merdeka Timur Kecamatan Sungai Pinang ke Jalan Sultan Sulaiman (Pelita ) Kecamatan Sambutan akan segera diperbaiki. Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda Desy Damayanti, mengatakan pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp1,9 miliar untuk memperbaiki jalan tersebut.
Sebelumnya, jalan tembusan yang diresmikan pada Maret 2024 lalu ini mengalami longsor di sebagian badan jalan yang diduga akibat dari pergerakan tanah pada 22 Desember 2024 lalu. Tak lama dari itu, kondisi semakin parah ketika hujan trus mengguyur Kota Samarinda hingga akhirnya badan jalan putus total sekitar 4 Januari 2025 lalu.
"Itu lagi diperbaiki, nanti akan dibuat jalan air semacam jembatan," kata Desy saat dikonfirmasi.
Ia membeberkan, putusnya jalan tersebut dikarenakan adanya aliran air yang akhirnya merusak struktur jalan. Di awal pengerjaan, kata Desy memang tidak ada analisis terkait hal tersebut. Hanya dilakukan pekerjaan pembukaan dan pembuatan jalan tanpa penahan atau turap.
Akibat dari kejadian ini, pihaknya akan melakukan mitigasi, mencari titik-titik aliran air serupa untuk mengantisipasi kerusakan jalan di bagian lainnya.
"Dulu kawasan itu kan betul-betul nol, kita tidak tau ada apa di sana. Kami akan evaluasi setelah ini, kita liat titik yang lain, karena nanti pasti kelihatan," terangnya.
Karena adanya pekerjaan ini, Desy menyampaikan, bahwa sementara jalan ditutup total, sehingga masyarakat diminta untuk bersabar dan mencari alternatif jalan lain.
"Tahun ini kita perbaiki," pungkasnya.
(Sf/Rs)