Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Salah satu ruko yang ada di Jalan Mas Tumenggung, Pasar Pagi yang belum dibebaskan lahannya, Senin (13/1/2025). (Sf/Rs)
Samarinda – Proses pembebasan lahan ruko di Jalan Mas Tumenggung menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menyelesaikan pembangunan Pasar Pagi. Meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah pemilik ruko sejak awal 2024, Pemkot tetap berupaya agar desain awal pembangunan pasar ini bisa terwujud sesuai rencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, mengungkapkan bahwa jika proses pembebasan lahan dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun melalui koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), area tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas bangunan Pasar Pagi hingga mencapai tepi Jalan Mas Tumenggung.
“Kalau lahan itu bisa kita bebaskan, nantinya akan dibangun lagi sesuai rencana, bahkan bisa sampai ke posisi jalan,” ujar Desy, Rabu (15/1/2025).
Pembangunan tahap pertama Pasar Pagi saat ini telah mencapai 96 persen per-Januari 2025. Dengan tambahan anggaran sebesar Rp152 miliar untuk tahap kedua, pengerjaan tahap pertama yang telah menyerap anggaran sekitar Rp325 miliar ini ditargetkan selesai pada Mei 2025.
Wali Kota Samarinda menargetkan Pasar Pagi dapat kembali digunakan oleh masyarakat pada Juli 2025 mendatang. Kemudian, kata Desy, setelah seluruh pengerjaan rampung, tim penilik bangunan akan memastikan kelayakan konstruksi, mulai dari struktur bangunan, fasilitas, hingga analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Desy juga menjelaskan bahwa ada rencana pemanfaatan anak sungai yang berada di bawah bangunan Pasar Pagi. Selama proses pembebasan lahan belum selesai, area tersebut akan dijadikan taman sementara.
“Kami tetap optimis menyelesaikan semua tahapan pembangunan ini sesuai dengan perencanaan awal," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, nantinya akses Pasar Pagi juga akan didukung oleh dua pintu masuk, yaitu dari sisi Jalan Gajah Mada dan Jalan Jendral Sudirman, untuk mengurangi penumpukan kendaraan. "Nanti kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Salah satu ruko yang ada di Jalan Mas Tumenggung, Pasar Pagi yang belum dibebaskan lahannya, Senin (13/1/2025). (Sf/Rs)
Samarinda – Proses pembebasan lahan ruko di Jalan Mas Tumenggung menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menyelesaikan pembangunan Pasar Pagi. Meski sempat mendapat penolakan dari sejumlah pemilik ruko sejak awal 2024, Pemkot tetap berupaya agar desain awal pembangunan pasar ini bisa terwujud sesuai rencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti, mengungkapkan bahwa jika proses pembebasan lahan dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun melalui koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), area tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas bangunan Pasar Pagi hingga mencapai tepi Jalan Mas Tumenggung.
“Kalau lahan itu bisa kita bebaskan, nantinya akan dibangun lagi sesuai rencana, bahkan bisa sampai ke posisi jalan,” ujar Desy, Rabu (15/1/2025).
Pembangunan tahap pertama Pasar Pagi saat ini telah mencapai 96 persen per-Januari 2025. Dengan tambahan anggaran sebesar Rp152 miliar untuk tahap kedua, pengerjaan tahap pertama yang telah menyerap anggaran sekitar Rp325 miliar ini ditargetkan selesai pada Mei 2025.
Wali Kota Samarinda menargetkan Pasar Pagi dapat kembali digunakan oleh masyarakat pada Juli 2025 mendatang. Kemudian, kata Desy, setelah seluruh pengerjaan rampung, tim penilik bangunan akan memastikan kelayakan konstruksi, mulai dari struktur bangunan, fasilitas, hingga analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Desy juga menjelaskan bahwa ada rencana pemanfaatan anak sungai yang berada di bawah bangunan Pasar Pagi. Selama proses pembebasan lahan belum selesai, area tersebut akan dijadikan taman sementara.
“Kami tetap optimis menyelesaikan semua tahapan pembangunan ini sesuai dengan perencanaan awal," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, nantinya akses Pasar Pagi juga akan didukung oleh dua pintu masuk, yaitu dari sisi Jalan Gajah Mada dan Jalan Jendral Sudirman, untuk mengurangi penumpukan kendaraan. "Nanti kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan," pungkasnya.
(Sf/Rs)