Cari disini...
Seputar Kaltim
Pertemuan virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui BKSDN di Kota Bontang. (Foto: Syehjaelani Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengikuti pertemuan virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), dalam rangka validasi lapangan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Asdar, jajaran Balai Latihan Kerja (BLK), serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Agenda utama pertemuan daring ini adalah memverifikasi data sekaligus melihat implementasi program penurunan pengangguran di lapangan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan sektor swasta.
Dalam paparannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja. Saat ini, BLK Bontang menyediakan berbagai pelatihan strategis, mulai dari administrasi perkantoran, pengelasan, menjahit, tata boga, hingga pengoperasian alat berat.
“Pemkot Bontang terus berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan komprehensif, kolaborasi intensif dengan dunia usaha, serta penciptaan peluang kerja baru agar angka pengangguran dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujar Neni.
Sepanjang tahun 2025, BLK Bontang mencatat lebih dari 2.500 peserta pelatihan. Para peserta memperoleh berbagai fasilitas pendukung, seperti sertifikasi, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, perlengkapan pelatihan, uang saku, hingga fasilitas asrama bagi peserta dari luar daerah.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, Pemkot Bontang juga menjalankan sejumlah strategi untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Di antaranya melalui pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga, penyederhanaan perizinan investasi, serta inovasi digital melalui platform “Teman Loker” untuk sinkronisasi data lowongan kerja, termasuk program pemagangan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Bontang berharap mampu memperkuat daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pertemuan virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui BKSDN di Kota Bontang. (Foto: Syehjaelani Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengikuti pertemuan virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), dalam rangka validasi lapangan Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Asdar, jajaran Balai Latihan Kerja (BLK), serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Agenda utama pertemuan daring ini adalah memverifikasi data sekaligus melihat implementasi program penurunan pengangguran di lapangan. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan sektor swasta.
Dalam paparannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menekankan pentingnya peran Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja. Saat ini, BLK Bontang menyediakan berbagai pelatihan strategis, mulai dari administrasi perkantoran, pengelasan, menjahit, tata boga, hingga pengoperasian alat berat.
“Pemkot Bontang terus berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan komprehensif, kolaborasi intensif dengan dunia usaha, serta penciptaan peluang kerja baru agar angka pengangguran dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujar Neni.
Sepanjang tahun 2025, BLK Bontang mencatat lebih dari 2.500 peserta pelatihan. Para peserta memperoleh berbagai fasilitas pendukung, seperti sertifikasi, jaminan BPJS Ketenagakerjaan, perlengkapan pelatihan, uang saku, hingga fasilitas asrama bagi peserta dari luar daerah.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, Pemkot Bontang juga menjalankan sejumlah strategi untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Di antaranya melalui pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga, penyederhanaan perizinan investasi, serta inovasi digital melalui platform “Teman Loker” untuk sinkronisasi data lowongan kerja, termasuk program pemagangan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Bontang berharap mampu memperkuat daya saing tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran secara berkelanjutan.
(Sf/Lo)