Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri peninjauan lahan Sekolah Rakyat. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai mematangkan persiapan lelang pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan memasuki tahap persiapan pada pekan kedua Agustus 2026.
Sementara itu, proses lelang terbuka dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Untuk memastikan kesiapan proyek, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat pada Senin (27/7/2026). Peninjauan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas PUPR, serta sejumlah perusahaan mitra, seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Indominco, PT PAMA dan PT Badak NGL.
Dalam peninjauan itu, pemkot memastikan lahan seluas sekitar delapan hektare telah disiapkan. Namun, sekitar 1,5 hektare masih memerlukan pekerjaan pematangan lahan (land clearing) sebelum memasuki tahap konstruksi.
Agus Haris mengatakan percepatan pembangunan harus dibarengi dengan kejelasan tahapan administrasi agar seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal.
“Yang kami perlukan adalah kejelasan tahapan dan alurnya. Kalau kami tahu langkah demi langkah yang harus dipenuhi, Pemerintah Kota bisa langsung bergerak dan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Agus Haris.
Untuk mempercepat pekerjaan, Pemkot Bontang akan menggandeng sektor swasta melalui dukungan alat berat beserta operatornya. Di sisi lain, perusahaan meminta kelengkapan peta lokasi dan data topografi sebagai acuan teknis pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Suratmi, menjelaskan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) beserta standar harga telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari kementerian terkait sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya.
Apabila seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, persiapan lelang akan dimulai pada minggu kedua Agustus, dilanjutkan lelang terbuka pada Oktober 2026. Pembangunan fisik diperkirakan berlangsung selama delapan bulan, sehingga Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bontang akan mengirimkan surat resmi kepada perusahaan-perusahaan yang akan dilibatkan, sekaligus menggelar rapat koordinasi lanjutan guna memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi.
Program Sekolah Rakyat sendiri disiapkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok Desil 1 dan 2.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menghadiri peninjauan lahan Sekolah Rakyat. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai mematangkan persiapan lelang pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan memasuki tahap persiapan pada pekan kedua Agustus 2026.
Sementara itu, proses lelang terbuka dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Untuk memastikan kesiapan proyek, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat pada Senin (27/7/2026). Peninjauan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas PUPR, serta sejumlah perusahaan mitra, seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Indominco, PT PAMA dan PT Badak NGL.
Dalam peninjauan itu, pemkot memastikan lahan seluas sekitar delapan hektare telah disiapkan. Namun, sekitar 1,5 hektare masih memerlukan pekerjaan pematangan lahan (land clearing) sebelum memasuki tahap konstruksi.
Agus Haris mengatakan percepatan pembangunan harus dibarengi dengan kejelasan tahapan administrasi agar seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal.
“Yang kami perlukan adalah kejelasan tahapan dan alurnya. Kalau kami tahu langkah demi langkah yang harus dipenuhi, Pemerintah Kota bisa langsung bergerak dan mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Agus Haris.
Untuk mempercepat pekerjaan, Pemkot Bontang akan menggandeng sektor swasta melalui dukungan alat berat beserta operatornya. Di sisi lain, perusahaan meminta kelengkapan peta lokasi dan data topografi sebagai acuan teknis pelaksanaan pekerjaan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Suratmi, menjelaskan bahwa dokumen Detail Engineering Design (DED) beserta standar harga telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari kementerian terkait sebagai dasar pelaksanaan tahapan berikutnya.
Apabila seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, persiapan lelang akan dimulai pada minggu kedua Agustus, dilanjutkan lelang terbuka pada Oktober 2026. Pembangunan fisik diperkirakan berlangsung selama delapan bulan, sehingga Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bontang akan mengirimkan surat resmi kepada perusahaan-perusahaan yang akan dilibatkan, sekaligus menggelar rapat koordinasi lanjutan guna memastikan seluruh persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi.
Program Sekolah Rakyat sendiri disiapkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari kelompok Desil 1 dan 2.
(Sf/Lo)