Pemkot Bontang Siapkan Rp24 Miliar untuk Insentif Pegiat Agama

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    06 Maret 2026 01:22 WIB

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyampaikan terkait insentif pegiat agama. (Foto: Sadam/Prokompim)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan anggaran Rp24 miliar untuk pemberian insentif bagi para pegiat agama. 

    Kebijakan ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Hibatullah, RT 32, Kelurahan Api-Api, Kamis (5/3/2026).

    Di hadapan jemaah, Neni menjelaskan dukungan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran penting tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berlandaskan nilai spiritual.

    Menurutnya, pegiat agama memiliki kontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai moral sekaligus membangun kecerdasan intelektual masyarakat melalui kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.

    “Peran pemuka agama sangat penting dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat. Karena itu pemerintah memberikan dukungan melalui insentif agar mereka terus berkontribusi dalam pembinaan umat,” ujarnya.

    Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan pemerintah untuk menyosialisasikan sejumlah program prioritas daerah.

    Pemkot Bontang juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid berupa dana hibah sebesar Rp50 juta serta 20 buah Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan keagamaan di Masjid Hibatullah.

    Program peningkatan insentif bagi pegiat agama sendiri merupakan bagian dari realisasi janji kampanye Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota, Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota, Agus Haris. Kebijakan itu juga menyasar berbagai elemen masyarakat lainnya.

    Selain pegiat agama, Pemkot Bontang juga menaikkan insentif bagi Ketua RT yang sebelumnya sebesar Rp1,2 juta menjadi Rp2 juta. Guru honorer atau swasta juga mendapatkan kenaikan hingga Rp2 juta, dengan tambahan dukungan Rp500 ribu per orang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Sementara itu, insentif kader posyandu yang sebelumnya Rp300 ribu juga direncanakan naik menjadi Rp1 juta. Adapun insentif bagi pegiat agama seperti marbot, pendeta, pastor dan pemuka agama lainnya ditetapkan sebesar Rp2 juta.

    Pemkot berharap kebijakan peningkatan insentif ini dapat memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan sosial, pendidikan dan kehidupan beragama di Kota Bontang.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkot Bontang Siapkan Rp24 Miliar untuk Insentif Pegiat Agama

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    06 Maret 2026 01:22 WIB

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyampaikan terkait insentif pegiat agama. (Foto: Sadam/Prokompim)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan anggaran Rp24 miliar untuk pemberian insentif bagi para pegiat agama. 

    Kebijakan ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kegiatan Safari Ramadan di Masjid Hibatullah, RT 32, Kelurahan Api-Api, Kamis (5/3/2026).

    Di hadapan jemaah, Neni menjelaskan dukungan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran penting tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak dan berlandaskan nilai spiritual.

    Menurutnya, pegiat agama memiliki kontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai moral sekaligus membangun kecerdasan intelektual masyarakat melalui kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.

    “Peran pemuka agama sangat penting dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat. Karena itu pemerintah memberikan dukungan melalui insentif agar mereka terus berkontribusi dalam pembinaan umat,” ujarnya.

    Kegiatan Safari Ramadan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan pemerintah untuk menyosialisasikan sejumlah program prioritas daerah.

    Pemkot Bontang juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid berupa dana hibah sebesar Rp50 juta serta 20 buah Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan keagamaan di Masjid Hibatullah.

    Program peningkatan insentif bagi pegiat agama sendiri merupakan bagian dari realisasi janji kampanye Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota, Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota, Agus Haris. Kebijakan itu juga menyasar berbagai elemen masyarakat lainnya.

    Selain pegiat agama, Pemkot Bontang juga menaikkan insentif bagi Ketua RT yang sebelumnya sebesar Rp1,2 juta menjadi Rp2 juta. Guru honorer atau swasta juga mendapatkan kenaikan hingga Rp2 juta, dengan tambahan dukungan Rp500 ribu per orang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). 

    Sementara itu, insentif kader posyandu yang sebelumnya Rp300 ribu juga direncanakan naik menjadi Rp1 juta. Adapun insentif bagi pegiat agama seperti marbot, pendeta, pastor dan pemuka agama lainnya ditetapkan sebesar Rp2 juta.

    Pemkot berharap kebijakan peningkatan insentif ini dapat memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan sosial, pendidikan dan kehidupan beragama di Kota Bontang.

    (Sf/Lo)