Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Rapat pembangunan Tongkonan atau Rumah Adat Toraja di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. (Foto: Dispopar- Ekraf Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) tengah mempersiapkan pembangunan rumah adat Toraja (Tongkonan) di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Rencana tersebut kini memasuki tahap pembahasan awal yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Pertemuan persiapan digelar pada Senin (6/4/2026) di ruang rapat Dispopar Bontang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Bontang, pihak kelurahan, serta tim arsitek yang akan menangani pembangunan.
Kepala Bidang Pariwisata, M. Ihsan, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pembangunan tersebut. Anggaran ini mencakup proses pengawasan, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya anggaran sempat direncanakan sebesar Rp1,5 miliar, namun mengalami penyesuaian.
“Harapannya, pembangunan ini dapat dimaksimalkan sehingga rumah adat Toraja bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budaya dan ritual adat,” ujarnya.
Selain sebagai sarana budaya, Tongkonan tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang. Keberadaannya diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal budaya Toraja serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam pembahasan tersebut, perhatian juga difokuskan pada standar pembangunan Tongkonan yang harus sesuai dengan aturan adat Toraja. Mulai dari bentuk bangunan, ukuran, hingga struktur lantai, seluruhnya harus mengikuti ketentuan adat yang berlaku.
Ketua IKAT Bontang, Simon, menegaskan bahwa Tongkonan memiliki nilai sakral yang tinggi bagi masyarakat Toraja. Ia berharap pembangunan kali ini dapat benar-benar memperhatikan standar adat agar tidak mengulangi kesalahan sebelumnya.
“Rumah Toraja itu ibarat ibu dan lumbung itu bapak. Jadi kami berharap kesalahan kemarin tidak terulang lagi, karena bagi kami ini sangat sakral,” ungkapnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Rapat pembangunan Tongkonan atau Rumah Adat Toraja di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. (Foto: Dispopar- Ekraf Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) tengah mempersiapkan pembangunan rumah adat Toraja (Tongkonan) di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Rencana tersebut kini memasuki tahap pembahasan awal yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Pertemuan persiapan digelar pada Senin (6/4/2026) di ruang rapat Dispopar Bontang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Bontang, pihak kelurahan, serta tim arsitek yang akan menangani pembangunan.
Kepala Bidang Pariwisata, M. Ihsan, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk mendukung pembangunan tersebut. Anggaran ini mencakup proses pengawasan, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya anggaran sempat direncanakan sebesar Rp1,5 miliar, namun mengalami penyesuaian.
“Harapannya, pembangunan ini dapat dimaksimalkan sehingga rumah adat Toraja bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budaya dan ritual adat,” ujarnya.
Selain sebagai sarana budaya, Tongkonan tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang. Keberadaannya diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal budaya Toraja serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam pembahasan tersebut, perhatian juga difokuskan pada standar pembangunan Tongkonan yang harus sesuai dengan aturan adat Toraja. Mulai dari bentuk bangunan, ukuran, hingga struktur lantai, seluruhnya harus mengikuti ketentuan adat yang berlaku.
Ketua IKAT Bontang, Simon, menegaskan bahwa Tongkonan memiliki nilai sakral yang tinggi bagi masyarakat Toraja. Ia berharap pembangunan kali ini dapat benar-benar memperhatikan standar adat agar tidak mengulangi kesalahan sebelumnya.
“Rumah Toraja itu ibarat ibu dan lumbung itu bapak. Jadi kami berharap kesalahan kemarin tidak terulang lagi, karena bagi kami ini sangat sakral,” ungkapnya.
(Sf/Lo)