Cari disini...
Seputar Kaltim
Dialog Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan dana stimulus pendidikan sebesar Rp10 miliar sebagai upaya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah tekanan fiskal daerah.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (20/5/2026).
Dialog bertema “Turbulensi Fiskal Daerah Menjaga Mutu Pendidikan di Tengah Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah” itu diikuti guru negeri dan swasta se-Kota Bontang.
Dalam pemaparannya, Neni mengatakan Pemkot bersama DPRD tetap memprioritaskan sektor pendidikan meski kapasitas fiskal daerah mengalami penurunan signifikan.
“Program pendidikan yang kita jalankan saat ini berfokus pada peningkatan SDM, peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur esensial, serta digitalisasi pembelajaran,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, proyeksi kapasitas fiskal Kota Bontang turun dari sekitar Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun. Namun di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap mengalokasikan stimulus pendidikan berupa beasiswa senilai Rp10 miliar.
Menurut Neni, langkah itu dilakukan agar pelayanan pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik tetap berjalan optimal.
“Dalam rangka menyusun APBD, postur dana pendidikan kami prioritaskan, kita bahkan menaikkan insentif bagi guru swasta,” katanya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Dialog Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyiapkan dana stimulus pendidikan sebesar Rp10 miliar sebagai upaya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah tekanan fiskal daerah.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Pendidikan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (20/5/2026).
Dialog bertema “Turbulensi Fiskal Daerah Menjaga Mutu Pendidikan di Tengah Pemangkasan Transfer Keuangan Daerah” itu diikuti guru negeri dan swasta se-Kota Bontang.
Dalam pemaparannya, Neni mengatakan Pemkot bersama DPRD tetap memprioritaskan sektor pendidikan meski kapasitas fiskal daerah mengalami penurunan signifikan.
“Program pendidikan yang kita jalankan saat ini berfokus pada peningkatan SDM, peningkatan kesejahteraan, penyediaan infrastruktur esensial, serta digitalisasi pembelajaran,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, proyeksi kapasitas fiskal Kota Bontang turun dari sekitar Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun. Namun di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap mengalokasikan stimulus pendidikan berupa beasiswa senilai Rp10 miliar.
Menurut Neni, langkah itu dilakukan agar pelayanan pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik tetap berjalan optimal.
“Dalam rangka menyusun APBD, postur dana pendidikan kami prioritaskan, kita bahkan menaikkan insentif bagi guru swasta,” katanya.
(Sf/Rs)